IMG-LOGO
Nasional
RAKERNAS LPNU

Ketum PBNU Jelaskan Sejarah Pertama Kali Munculnya Istilah “Uang”

Ahad 3 April 2016 06:01 WIB
Ketum PBNU Jelaskan Sejarah Pertama Kali Munculnya Istilah “Uang”
Medan, NU Online
Uang adalah benda yang setiap hari manusia pegang sebagai alat tukar-menukar. Tak banyak yang memahami istilah uang pertama kali muncul pada zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan sebelum dirinya diangkat menjadi Nabi. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberi sambutan dalam pembukaan Rakernas LPNU, Sabtu (2/4) di Medan International Convention Center (MICC) Sumatera Utara.

Kang Said menjelaskan, Rasulullah adalah pebisnis sukses yang menjalani pekerjaannya dengan ulet, rajin, dan jujur. Jiwa bisnis Nabi bersumber dari para leluhurnya yang juga para pebisnis, di antaranya leluhur Nabi nomor ke-11.

“Rasulullah dipilih dari keluarga pelaku bisnis, yaitu dari keturunan Quraisy. Quraisy adalah panggilan kakeknya yang nomor 11 yang bernama Fihir. Dia menguasai perdagangan di seluruh jazirah Arab, kalau musim dingin berdagang di Yaman dan Ethiopia dan kalau musim panas berdagang di Syam dan Lebanon,” papar Kang Said.

Fihir, lanjutnya, adalah orang yang sukses berdagang dan mengelola uang. Uang itu bahasa Arabnya Qursy atau istilah sekarang “Kurs”, maka Fihir dipanggil dengan julukan “Quraisy” yaitu orang yang sukses mengelola kurs atau uang. 

“Tapi dulu kurs itu artinya uang koin bukan uang kertas seperti sekarang,” jelas Kiai asal Cirebon ini.

Lebih jauh, Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menerangkan bahwa warga NU harus menjadi pebisnis sukses dan amanah seperti yang diteladankan oleh Nabi Muhammad. Hal ini dia katakan karena potensi ekonomi warga NU besar dan melimpah ditambah jiwa kemandirian yang ditempa di pesantren.

“Jangan berpikir bahwa Nabi Muhammad itu miskin, beliau kaya dan pebisnis sukses, tetapi tetap menunjukkan keuletan, kerja keras, jujur, amanah, dan sederhana,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Kegiatan Rakernas LPNU ini dihadiri oleh pengurus LPNU dari 33 wilayah dari seluruh Indonesia, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais Syuriyah PBNU KH Syekh Ali Akbar Marbun, Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, Ketua PP LPNU H Harvick Hasnul Qolbi, jajaran pengurus PBNU, lembaga dan Banom NU di Medan. (Fathoni)

Bagikan:
IMG
IMG