Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus

Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus
Kudus, NU Online
Ribuan santri mengikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Kanjeng Sunan Kudus yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (Yapiq) Kudus, Ahad (3/4) pagi. Bupati Kudus H Musthofa melepas rombongan sepeda yang diselenggarakan dalam rangka Satu Abad Qudsiyyah Menara Kudus.

Tampak hadir Ketua Yapiq KH Em Nadjib Hassan, KH Noor Halim Ma'ruf, Prof H Abdurrahman Mas'ud, dan jajaran Forkopindo Kabupaten Kudus.

KH Nadjib Hassan menjelaskan kenapa sepeda santai ini memakai napak tilas laku kanjeng Sunan Kudus.

"Bahwa Qudsiyyah ini didirikan Mbah KHR Asnawi pada tahun 1337 H, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Mbah KHR Asnawi adalah cucu ke-19 Sayid Ja'far Shadiq (Sunan Kudus,). Jadi kalau kemudian Qudsiyyah ini dikaitkan dengan mbah Sunan Kudus, nyambungnya dengan Muassis Qudsiyyah Mbah KHR Asnawi," terang Ketua Lembaga Bathsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) ini.

Bupati Kudus H Musthofa mengapresiasi sepeda santai napak tilas laku Kanjeng Sunan Kudus ini. Ia berharap tradisi napak tilas Sunan Kudus ini bisa diagendakan setiap tahunnya.

"Tradisi untuk memperingati napak tilas ini, harapan kami tidak hanya untuk satu abad, tetapi mari kita bersama-sama untuk selalu kita peringati setiap tahunnya, dan saya akan perintahkan dinas pariwisata dan DPRD Kudus diagendakan," tegasnya.

Musthofa memaparkan bahwa Pemkab Kudus sudah mengimplementasikan tradisi Gusjigang yang diwariskan dari kanjeng Sunan Kudus.

"Pertama saya menancapkan bahwa Kudus ini menjadi paku pendidikan, kedua bagaimana kesehatan itu bisa kita gratiskan mulai dari puskesmas sampai RSUD (Rumah Sakit Daerah Umum) Kudus walaupun tidak pakai kartu, yang penting warga Kudus, dan yang ketiga pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah implementasi dari pada Gusjigang," tandasnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa tema besar Satu Abad Qudsiyyah ialah "Membumikan Gusjigang untuk Kemandirian Bangsa". Yang dimaksud Gusjigang ialah bagus akhlaq dan tingkah lakunya, pinter ngaji atau beribadah haji, dan pandai berdagang atau mandiri.

Dalam kesempatan ini, panitia membagikan hadiah 21 sepeda gunung, 3 kambing, dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Selain kegiatan sepeda santai napak tilas laku kanjeng Sunan Kudus, kegiatan lainnya juga bakal digelar yakni Khotmil Qur'an 100 khataman, 100 ribu surat Al-Ikhlas, dan bancaan 100 ingkung yang akan diselenggarakan di kompleks makam Menara Kudus, Selasa (5/4) malam.

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah Qudsiyyah resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Posisi Bawah | Youtube NU Online