IMG-LOGO
Daerah

Ribuan Jama’ah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Berzikir di Mranggen

Senin 4 April 2016 23:5 WIB
Bagikan:
Ribuan Jama’ah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Berzikir di Mranggen
Demak, NU Online
Majelis Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Mranggen mengadakan Tawajuhan Akbar di Masjid Pesantren Futuhiyyah Mranggen Kabupaten Demak, Ahad (3/4). Kegiatan ini dihadiri para mursyid-khalifah serta muridin-muridat yang mengambil amalan tarekat ini dari sanad KH Muslih bin Abdurrahman Mranggen. Lebih dari 10 ribu jama’ah hadir dari daerah Jawa maupun luar Jawa seperti Jambi, Lampung.

Acara ini dimotori oleh KH Muhammad hanif Muslih sejak tahun 2010 dengan tujuan silaturrahmi antarmursyid-khalifah, muridin-muridat Majelis Tarekat Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah ‘ala Sanadis Syekh Muslih bin Abdurrahman Mranggen.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyeragamkan amalan tarekat Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah agar sesuai dengan amalan yang diamalkan oleh Kiai Muslih bin Abdurrahman. Pasalnya ada beberapa mursyid-khalifah dan muridin-muridat mengamalkan tarekat ini tidak sesuai dengan amalan Kiai Muslih.

Pertemuan ini dibuka dengan sambutan KH Muhammad Hanif Muslih yang dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dengan kitab “Nurul Burhany”. Taushiyah disampaikan oleh Al-Habib Shaleh Al-Jufri dari Solo. Setelah itu mereka melanjutkan acara dengan tawajuhan zikir Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Kiai Hanif berharap Tawajuhan Akbar yang merupakan agenda tahunan ini agar terus dilaksanakan. “Jangan sampai berhenti sampai di sini, apalagi melihat antusias jama’ah tiap tahun semakin bertambah jama’ahnya.”

Di hadapan ribuan jama’ah Al-Habib Shaleh Al-Jufri mengatakan bahwa para jama’ah merupakan golongan orang-orang yang beruntung karena telah memiliki amalan dzikir, amalan tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyyah yang sanadnya sampai kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jilani, sampai kepada Rasulullah SAW, bahkan sampai kepada Allah SWT. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 4 April 2016 20:3 WIB
JATMAN Lampung Utara Gelar Musyawarah Perdana
JATMAN Lampung Utara Gelar Musyawarah Perdana
Lampung Utara, NU Online
Pengurus Cabang Jama'ah Ahlu al-Thariqah Al-Mu'tabaroh Al-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Lampung Utara mengadakan musyawarah cabang di Tunggal Binangun Desa Kembang Tanjung Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara, Sabtu-Ahad (2-3/4). Mereka membahas program kerja organisasi ke depan.

Mudir JATMAN Lampung Utara KH Mudzakir mengatakan, "JATMAN Lampung Utara adalah ang pertama kalinya dan pelopor yang mengadakan Musyawarah Cabang JATMAN di Provinsi Lampung ini. Belum ada satu cabang JATMAN yang ada di Provinsi Lampung melaksanakan musyawarah seperti ini."

Tampak hadir hadir oleh Mudir Idaroh Wustho Provinsi Lampung Habib Yahya bin Hamid Assegaf,  Ketua PCNU Lampung Utara KH Sonhaji Aziz, Ketua GP Ansor Masir Ibrahim, dan seluruh warga NU yang ada di Lampung Utara.

Pertemuan ini dibuka oleh utusan Pemkab Lampung Utara yang didampingi oleh Camat Abung Selatan.

Forum ini diadakan untuk menjalin silaturahmi warga Nahdliyin khususnya di Lampung Utara serta pemilihan mudir yang baru. Di samping itu pertemuan ini merupakan langkah awal menyambut tahun baru yang lebih baik.

Peran serta JATMAN sebagai pendamping NU sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja NU dan program dakwah Aswaja NU sehingga diharapkan akan membawa dampak yang lebih baik pada kinerja masing-masing tarekat di tahun yang akan datang.

Forum ini diharapkan membawa JATMAN Lampung Utara menjadi lebih baik. (Hidrikal M/Alhafiz K)

Senin 4 April 2016 19:0 WIB
PMII Latih Santri Az-Zahra Kelola Website
PMII Latih Santri Az-Zahra Kelola Website
Jepara, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sains dan Teknologi Unisnu Jepara melatih santri SMK Az-Zahra Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah untuk mengelola Website. 

Kegiatan bertema Membangun Aplikasi Berbasis Web Menggunakan HTML, CSS Bootstrap dan PHP itu dilaksanakan di ruang Multimedia Jum’at-Sabtu (1-2/4) lalu. 

Pada sesi pertama dan kedua, peserta memperoleh materi Instalasi, HTML Dasar, CSS, dan Bootstrap. Pada pertemuan berikutnya yang akan dilaksanakan Jumat-Sabtu (8-9/4) mendatang, peserta akan diberikan materi PHP Dasar dan Pengujian APP. 

Dalam pelatihan yang berlangsung 4 hari itu, Teguh Zulianto Ketua PMII Rayon Sains dan Teknologi menyatakan, dengan kegiatan itu pihaknya berkeinginan menjadikan generasi muda menjadi produktif dan bukan generasi konsumtif. 

Agar menjadi kader yang produktif dirinya memaparkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif cita-cita itu bisa tercapai.

Kegiatan pelatihan website ada kaitannya dengan jurusan yang dimiliki oleh SMK Az-Zahra yakni Multimedia. Salah satu mata pelajaran yang diterima oleh santri adalah Mengisi Halaman Website. 

Sehingga kegiatan itu menurut Khoirul Khakim bisa menjadi sarana untuk mengembangkan web, desain, dan programmer yang andal. Salah satu pengajar mapel produktif itu juga membeberkan pandai mengelola website bisa dimanfaatkan untuk jual beli online. 

“Dengan jualan online, santri bisa mendapat keuntungan. Adapun masyarakat yang dagangannya dijualkan bisa tambah terangkat harkat martabatnya,” imbuh dia. 

Nurul Khikmatul AM, salah satu peserta yang kali pertama mengikuti kegiatan mempunyai rasa ingin tahu ke tahap yang berikutnya. Apalagi materi tentang web baru ia dapatkan  di kelas XI nanti. 

“Saya ingin bisa belajar lagi tentang web agar bisa otak-atik HTML lebih dalam,” harap dia yang juga santri pesantren Az-Zahra. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)   

 

Senin 4 April 2016 18:2 WIB
NU Online Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan Pesantren Nurul Yaqin
NU Online Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan Pesantren Nurul Yaqin
Padangpariaman, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat terus berbenah. Sejak Januari 2016 Pesantren Nurul Yaqin membenahi perpustakaan yang selama ini terabaikan. Padahal kehadiran perpustakaan merupakan jendela ilmu pengetahuan bagi santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

Wakil Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Al-Muhdil Karim Tuanku Bagindo mengungkapkan hal itu saat menerima sumbangan buku dari Wartawan NU Online di Sumatera Barat Armaidi Tanjung, Senin (4/4) di ruangan perpustakaan Pesantren Nurul Yaqin.

Menurut Al-Muhdil Karim, kehadiran perpustakaan ini semakin penting dirasakan. Apalagi dengan jumlah santri yang sudah mencapai seribuan orang ini, tentu membutuhkan bahan bacaan selain kitab-kitab dan buku yang dipelajari di kelas.

"Dengan masih terbatasnya jumlah buku di perpustakaan ini, kami mengajak segenap masyarakat yang memiliki bahan bacaan seperti buku, majalah, jurnal dan sebagainya yang kurang termanfaatkan di rumah atau dikantornya, sudi kiranya untuk menyumbangkan ke perpustakaan ini. Insya Allah, bahan bacaan tersebut akan lebih bermanfaat," harap Muhdil Karim.

Kehadiran perpustakaan ini, kata Muhdil, memberikan peluang yang lebih besar bagi santri Nurul Yaqin memperluas wawasannya. Dengan beragamnya bahan bacaan buku di perpustakaan, maka sudah pasti santri memiliki kesempatan membaca buku lebih banyak. Seiring dengan itu dapat dipastikan wawasan santri juga meningkat dibanding sebelumnya.

Penyerahan buku dari Armaidi Tanjung penulis 34 buku disaksikan Penanggungjawab Perpustakaan Nurul Yaqin Rio Santana Tuanku Pamuncak dan Kepala Tata Usaha/Sekretariat  Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo. Penyerahan juga disaksikan sejumlah santri yang tengah membaca di ruangan perpustakaan tersebut.

Menurut Rio, perpustakaan ini diaktifkan sejak Januari 2016. Jumlah buku sekitar seribuan yang berasal dari sumbangan Kementerian Agama Padangpariaman, Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Padangpariaman. Makanya kita berharap ada donator yang mau menyumbangkan buku seperti yang dilakukan Armaidi Tanjung hari ini.

"Perpustakaan dibuka setiap hari pukul 8.00-11.30 WIB dan 14.00-16.00 WIB. Khusus hari Jumat, hari libur, perpustakaan ini penuhi santri yang haus dengan bahan bacaan. Jenis buku bacaan yang banyak digandrungi santri adalah sejarah, novel dan pengetahuan umum lainnya," kata Rio.

Saat ini, kata Rio, ruangan yang digunakan berukuran 5 x 7 meter berada persis di bangunan bagian depan di gerbang masuk ruangan belajar. Sehingga sangat memudahkan santri memanfaatkan perpustakaan. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG