Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

LFNU Jombang Latih Pelajar NU tentang Hisab dan Rukyat

LFNU Jombang Latih Pelajar NU tentang Hisab dan Rukyat
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PC LFNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengajak pelajar NU setempat untuk memahami ilmu tentang hisab dan rukyat. Hal ini tercermin dalam pelatihan hisab dan rukyat di aula kantor PCNU Jombang, Ahad (3/4) lalu. Pelatihan tersebut adalah tindak lanjut dari pelatihan yang digelar sebelumnya, dan menyajikan tentang tata cara menentukan waktu shalat dan arah kiblat.

Kali ini, PC LFNU membahas tentang cara menentukan tanggal dan awal bulan. Dan bagian-bagian penting yang lain dalam hisab dan rukyat akan disajikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Hal itu merupakan tujuan utama PC LFNU agar pelajar NU Jombang memahami mengenai hisab dan rukyat secara keseluruhan.

“Nanti ada tindak lanjut lagi pada pelatihan selanjutnya. Semua yang berkaitan dengan hisab dan rukyat akan dibahas secara  berkala,” kata Mujazun, Sekretaris PC LFNU Jombang kepada NU Online.

Pada kesempatan itu, Abuhayillah Alhamzawi sebagai narasumber pelatihan tersebut menjelaskan, bahwa menentukan tanggal atau hari-hari besar Islam memerlukan data dan alat khusus yang diambil dari kondisi bulan dan matahari. Begitu juga dalam menentukan awal bulan dan tahun.

“Beberapa data mengenai matahari dan bulan yang dapat digunakan dalam melakukan kegiatan hisab dan rukyat untuk menentukan arah kiblat, waktu-waktu dalama beribadah dan hari-hari besar Islam,” ujarnya.

Ia merinci data dan alat yang dapat digunakan untuk melihat matahari, di antaranya bujur astronomis, lintang astronomis, asensio rekta, deklinasi, jarak geosentris, semi diameter, kemiringan ekliptika dan perata waktu.

Sedangkan data mengenai bulan, lanjut dia adalah bujur astronomis, lintang astronomis, asensio rekta, deklinasi, horizontal paralaks, semi diameter, sudut kemiringan bulan dan besar bulan.

Menurut pantauan NU Online, puluhan pelajar tampak serius menyimak materi yang disampaikan pembicara hingga kegiatan rampung. Mereka dari perwakilan sejumlah pengurus ranting, PAC, dan PC IPNU-IPPNU setempat. (Syamsul Arifin/Fathoni)

BNI Mobile