IMG-LOGO
Daerah

“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan

Senin 11 April 2016 20:1 WIB
Bagikan:
“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan
KH Abdullah Sa'ad dan buku baru karyanya.
Karanganyar, NU Online
Setelah sukses dengan buku “Kang Bejo” jilid pertamanya, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, KH Abdullah Sa’ad meluncurkan buku keduanya, “Kang Bejo Jilid 2”.

Buku yang berisi inspirasi dan kesaksian Gus Dullah, sapaan akrabnya, yang didapat dari para gurunya tersebut diluncurkan bersamaan dengan Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad saw dan haul para wali dan masyayikh, di Pondok Pesantren Al-Inshof Sulurejo Plesungan Karanganyar, Ahad (10/4).

Ditegaskan Gus Dullah, pemberian judul buku “Kang Bejo” ini dimaksudkan agar para pembaca mendapatkan keberuntungan. 

“Saya ingin memberikan sentuhan yang berbeda, yaitu agar pembaca yakin bahwa sungguh percaya dengan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya akan mendapatkan keberuntungan (kang bejo),” ungkapnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya memberikan apresiasi atas penulisan buku “Kang Bejo” jilid 2 ini.

“Buku Kang Bejo, isinya mahabbah, belajar cinta kepada Allah dan Nabi. Dulu, buku Kang Bejo pertama, seluruh hasil penjualannya untuk membangun masjid, semoga bisa tercapai,” kata Kiai Hudaya.

Selain peluncuran buku, Pesantren Al-Inshof juga mengadakan beberapa rangkaian acara yang dimulai sejak Sabtu (9/4). Acara yang diselenggarakan antara lain majelis manaqib, burdah, marawis gambus jalsah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Bagikan:
Senin 11 April 2016 23:2 WIB
Ikatan Sarjana NU Tangsel Resmi Dikukuhkan
Ikatan Sarjana NU Tangsel Resmi Dikukuhkan
Jakarta, NU Online
Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Tangerang Selatan, Senin, (11/04) resmi dilantik. Pelantikan yang dilaksanakan di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum ISNU Dr Ali Masykur Musa.

Acara pelantikan ini dilanjutkan dengan seminar International yang bertajuk Islam Nusantara to Word Civilization yang dihadiri oleh beberapa narasumber. Diantaranya, Dr Zainul Milal Bizawie (Penulis Masterpiece Islam Nusantara), Brian Lee (Peneliti Heaverly of Light South Korea) dan James B. Hoesterey (Penelity Emary University USA). Dalam hal ini, Prof Dr Masykuri Abdillah (Guru Besar UIN Jakarta sekaligus Direktur Pasca Sarjana UIN) ditunjuk sebagai pembicara kunci.

Ketua ISNU Tangsel, Ir Suryadi berharap, agar ISNU Tangsel bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewarnai dinamika Tangsel. Suryadi juga berharap dengan dilaksanakannya pelantikan ISNU di lingkungan intelektual, ISNU bisa memberikan energi bagi mahasiswa untuk terus membaca dan bertindak cerdas dalam memilih buku sebagai pembuka jendela wacana.

Dalam sambutan yang berbeda, Ketua Wilayah ISNU Banten, H.A. Bazary Syam mengungkapkan bahwa ISNU harus menjadi garda terdepan dalam mengawal Islam Nusantara. Ia menambahkan bahwa ISNU adalah sebuah kelompok intelektual yang didirikan untuk menyelamatkan bangsa dan negara. 

“Dalam mars ISNU, Allahu Akbar menjadi kesejukan bukan untuk membunuh umat Islam,” imbuhnya. (M. Alvin Nur Choironi/Zunus)

Senin 11 April 2016 22:2 WIB
PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?
PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?
Jepara, NU Online
Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq menyanyakan kepada pengurus Muslimat. “Setelah dilantik lalu berbuat apa?” pertanyaan itu disampaikannya dalam Pengajian dan Pelantikan PAC Muslimat NU Kecamatan Tahunan masa khidmah 2016-2021 yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, Senin (11/4).

Jawabannya tidak lain tentu berbuat sesuatu untuk masyarakat. Sebelum itu kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini menekankan agar mereka merapatkan barisan kepengurusan organisasi.

“Jangan sampai ingin ikut Muslimat hanya ingin dilantik. Terus selesai. Ikut Muslimat terus jadi tim sukses. Itu naif,” tegasnya.

Kelemahan-kelemahan organisasi di masa sebelumnya harus dijadikan muhasabah. Di samping itu, ketua organisasi dituntut untuk tegas. Jika tidak organisasi yang diikuti akan memble (lemah, red).

Apalagi NU Jepara mempunyai tanggung jawab yang berat. Ia meyakini bahwa organisasi mayoritas saja melempem apalagi dengan organisasi yang minoritas.

Tak hanya menata pengurus, program kerja yang akan dijalankan juga perlu ditata dengan solid. Jangan sampai hanya diurus oleh beberapa gelintir orang. Sebab baginya aktivis organisasi ialah contoh untuk masyarakat secara luas.

Ketua Muslimat NU Jepara Hj Noor Aini menambahkan pihaknya mengajak seluruh elemen Muslimat yang ada untuk saling bersinergi dengan keberadaan NU.

Ke depan pihaknya mengagendakan pelaporan kegiatan rutin. Ranting melaporkan kepada anak cabang. Anak cabang melaporkan kegiatan kepada cabang dan seterusnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Senin 11 April 2016 19:5 WIB
Ikuti BPUN, Banser Muda Ini Bertekad Jadi Dokter untuk Way Kanan
Ikuti BPUN, Banser Muda Ini Bertekad Jadi Dokter untuk Way Kanan
Way Kanan, NU Online
Yoga Aji Saputra, alumni Diklatsar IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PC GP Ansor Way Kanan Lampung bertekad menjadi dokter. Pelajar SMK Kesehatan Persada Nusantara Kecamatan Bumi Agung itu mendaftarkan diri menjadi peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016.

"Banser merupakan salah satu  gerbang saya untuk masuk ke GP Ansor. Kelak jika memang diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi dokter, saya ingin sekali mengembangkan suatu gerakan yang bergerak di bidang kesehatan yang di Jawa sudah ada namun belum dikembangkan di Way Kanan. Gerakan tersebut berafiliasi dengan NU dan menghimpun seluruh tenaga kesehatan yang siap melakukan kegiatan kemanusiaan," kata Yoga di Blambangan Umpu, Senin (11/4).

Yoga yang pada tahun 2015 meraih Juara I Tingkat Provinsi Lampung pada Bidang Fisika Terapan Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) sehingga dipercaya mewakili Lampung dalam ajang tingkat nasional termotivasi menjadi dokter sehubungan masih banyak individu memilih profesi itu namun berorientasi pada materi.

Menurut Yoga, dokter hari ini masih banyak yang mementingkan materi ketimbang pelayanan kesehatan diberikan. Ini membuat masyarakat tidak mampu tidak beruntung. Mereka yang sakit dan seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan memadai akhirnya merasa enggan untuk memeriksakan diri ke dokter karena khawatir ditarik biaya tinggi.

"Insyaallah jika diberi kesempatan untuk menjadi dokter saya akan mengubah pandangan masyarakat semacam itu. Sehingga tercipta kesehatan merata bagi setiap umat," kata anak pasangan Wanuri dan Rosmiati itu.

Yoga yang mengikuti Diklatsar Banser di Ponpes As Safi'iyah di Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga pada 2014 itu menegaskan, sangat perlu Banser berpendidikan semakin baik.

"Banser harus menjadi pasukan jihad religius dan kreatif bagi Nahdlatul Ulama atau NU. Jihad hari ini bukanlah seperti jihad zaman dahulu yang harus mengangkat senjata dan melawan penjajah. Jihad hari ini adalah jihad mengangkat pena dan melawan kebodohan," ujar dia lagi.

Yoga menambahkan, warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton. "Kita harus bisa memimpin, Nahdlatul Ulama biasa disingkat NU, 'nuntun umat'. Agar bisa menuntun umat maka dibutuhkan juga pendidikan yang memadai," paparnya.

Berdasarkan data Yayasan Mata Air, PC GP Ansor Way Kanan merupakan satu-satunya pimpinan cabang yang menggelar program utama yayasan itu tahun ini di wilayah Sumatera. Kegiatan akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Gunung Labuhan mulai 22 April hingga 26 Mei 2016.

"Saya tertarik mengikuti BPUN karena  menyediakan bimbingan belajar berkualitas dengan biaya yang cukup terjangkau bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi kelas bawah. Sehingga setiap siswa kurang mampu dapat mengikuti kegiatan bimbingan untuk masuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya yang terlalu mahal," kata Yoga lagi.

Sebagai kader Ansor, Yoga mengaku bangga organisasi tersebut benar-benar serius menyelenggarakan bimbingan belajar dengan biaya yang sangat terjangkau, Rp200 ribu atau 20 kilogram beras untuk bimbingan belajar intensif selama satu bulan.

"Saya percaya BPUN merupakan bimbingan belajar yang memiliki nilai plus. Karena selain mendapat ilmu tentang pelajaran yang diujikan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN, kita juga mendapatkan pendidikan karakter dan kepemimpinan. Dan itu semua merupakan gebrakan dari PC GP Ansor Way Kanan yang sangat baik," pungkasnya. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG