IMG-LOGO
Daerah

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

Rabu 13 April 2016 4:3 WIB
Bagikan:
Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia
Jakarta, NU Online
Kabar duka kembali menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU). Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. telah pulang ke rahmatullah almukarram Ajengan KHR Mukhtar Ruyani. Kiai yang mengabdikan diri untuk warga NU ini wafat Selasa (12/4) sore.

Semasa hidupnya almarhum diamanahi sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Mustasyar PBNU 2015-2020.

"Ia sudah priode ke-4 sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor. Ia wafat tadi sore hari Selasa (12/4) jam 17.00. Almarhum juga Pengasuh Pesantren Riyadul Aliyyah, Cisempur, Cipunegara, Caringin Bogor," kata Mantan Katib PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub melalui pesan singkatnya.

KH Zuhri Yaqub menambahkan, "Kiai Mukhtar sangat peduli dengan NU sebagai jamaah dan jam'iyyah. Pengabdiannya terhadap NU patut dijadikan contoh."

"Semoga ilmu, amal dan pengabdiannya kepada NU menjadi amal baik," tutup Zuhri. (Red Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 13 April 2016 18:10 WIB
Fatayat NU Probolinggo Latih Rintisan Pengembangan Posdaya
Fatayat NU Probolinggo Latih Rintisan Pengembangan Posdaya
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka meningkatkan mutu anggota keluarga, Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang menggelar pelatihan rintisan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis Fatayat NU, Selasa (12/4).

Dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU, hanya 7 Pimpinan Cabang yang melaksanakan kegiatan ini,  termasuk PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti 25 orang peserta terdiri dari unsur Ranting Fatayat NU, PKK Desa, perangkat desa, kader posyandu, guru PAUD.

“Garapn kita adalah Ranting Fatayat NU yang berada di Desa Dungun Kecamatan Tongas dengan melibatkan semua unsur pemerintahan desa,” kata Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Candra Maya.

Kegiatan ini dibagi dalam 3 (tiga) tahap. Meliputi, penyampaian materi oleh narasumber Dr Hj Mufidah Ch, MAg dari UIN Maliki Malang dan Yeni Lutfiana M.Pd dari PW Fatayat NU Provinsi Jawa Timur.  Tahap kedua praktek lapangan dan tahap ketiga melakukan  pemetaan keluarga.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan, meningkatkan mutu anggota keluarga Fatayat NU pada khususnya dan masyarakat desa pada umumnya sesuai potensi lokal yang ada sehingga menjadi keluarga yang kuat sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya.

Menurut Elysa, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo akan terus mengambil bagian dengan bekerja sama dengan berbagai pihak agar apa yang telah diprogramkan bisa terwujud dan mampu memberikan kontribusi pada pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan IPM di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Rabu 13 April 2016 17:0 WIB
NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras
NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras
Surabaya, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengecam keras  penolakan hasil Panitia Khusus (Pansus) Rencana Peraturan Daerah Minuman Beralkohol (Raperda Mihol) atau miras oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Surabaya. NU Kota Surabaya mensinyalir penolakan tersebut adalah bagian dari proses permainan yang melibatkan pihak-pihak luar yang berkepentingan dalam peredaran mihol.  

Ketua PCNU Kota Surabaya KH Achmad Muhibbin Zuhri  menilai anggota Banmus dan anggota DPRD yang tidak ingin menindaklanjuti keputusan pansus sebagai sikap politik Immoral, "Mereka kelihatannya melakukan apa saja untuk mengganjal lolosnya pelarangan peredaran Miras. Ini politik immoral, mengabaikan nilai-nilai moral dalam berpolitik," ujarnya, di Kantor NU Surabaya, Rabu (13/4)

Muhibbin menduga ada persekongkolan pihak-pihak  yang berkepentingan terhadap peredaran miras dengan orang-orang dalam DPRD. "Jangan-jangan ada yang happy dengan peredaran miras di Surabaya dan semakin rusaknya moral generasi muda surabaya akibat peredaran miras," demikian lanjutnya.

Lebih lanjut ia menambahkan penjegalan raperda pelarangan total mihol ini sudah mulai kelihatan sejak pansus memutuskan tekad tersebut. Hal tersebut diketahui setelah kedatangan rombongan para ulama dari PCNU Kota Surabaya, pansus akhirnya mengubah arah pembahasan raperda mihol, dari yang semula pembatasan dan pengendalian mihol menjadi pelarangan. 

"6 orang dari 10 anggota pansus penyetujui pelarangan total peredaran mihol, sedangkan 4 diantaranya tidak bergeming pada pelarangan di supermarket dan hipermart saja. Akhirnya, pansus memutuskan pelarangan total," ujarnya.

NU Surabaya menilai keputusan pelarangan minuman beralkohol tersebut didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan Surabaya bebas narkoba dan mihol. "Namun kini nasib keputusan itu menjadi tidak jelas, setelah Banmus tidak menindaklanjuti hasil Pansus," tegasnya.

Untuk itu, PCNU Kota Surabaya akan menyerukan pemberian sanksi moral kepada para anggota DPRD yang dinilai pro-peredaran miras. "Kami akan menggerakkan pemberian sanksi moral kepada pihak2 yang tidak sensitif terhadap keinginan warga surabaya untuk membebaskan kotanya dari peredaran Narkoba dan Miras,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, NU Kota Surabaya sangat intens mengawal terwujudnya Perda larangan minuman beralkohol. Para pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melakukan pertemuan dengan panitia khsusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) minuman beralkohol (mihol) DPRD Surabaya guna menyampaikan aspirasi agar Surabaya terbebas dari peredaran minuman keras dan Narkoba.

Dalam pertemuan tersebut  pansus menyepakati Hypermart dan Supermarket boleh menjual mihol golongan A. Namun, setelah hearing dengan PCNU Surabaya, perubahan ke arah pelarangan mulai tampak. Bahkan, nyaris semua pansus mengindikasikan melarang.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur menyambut baik usulan PCNU Surabaya. Permendag nomor 6 tahun 2015 mempersilahkan masing-masing daerah melarang atau memperbolehkan Hypermart dan Supermarket menjual mihol golongan A. Sehingga, daerah leluasa membuat perda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. (Red: Fathoni)

Rabu 13 April 2016 15:41 WIB
Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor
Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor
Bogor, NU Online
Ribuan orang mengantarkan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, KHR Mukhtar Royani, Rabu (14/4) pagi. KH Mukhtar Royani menghembuskan nafas terakhirnya di rumah duka, Selasa (13/4) pukul 17.30, dalam usia 83 tahun. Jenazahnya dimakamkan di peristirahatan terakhirnya, di komplek makam keluarga Pesantren Riyadhul ‘Aliah, Kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

“Keluarga Besar NU Bogor sangat kehilangan sosok pejuang tulus. Beliau mengorbankan apapun untuk kepentingan jamiyah dan jamaah NU. Saya tahu beliau tidak pernah mengambil keuntungan dari perjuangannya,” ujar aktivis NU Bogor, Edwin Sumarga.

Menurut dia, berbagai kemajuan yang dicapai NU Kabupaten Bogor dalam beberapa dekade terakhir, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar KH Mukhtar Royani. “Kami mendo’akan agar semua amal ibadah dan kebaikannya ditetima Allah SWT,” ungkap amnggota DPRD Kabupaten Bogor ini.

Edwin berharap, apa yang diwariskan almarhum bagi NU dan Nahdliyin Bogor dapat terus dijaga dan dikembangkan demi kemajuan NU di “bumi Pakuan Pajajaran”.

Dia juga mengutarakan, lebih dari separuh masa hidup sosok kiai kharismatis “diwakafkan” untuk kepentingan NU. Ia tercatat mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor selama lima periode alias sekitar 21 tahun terakhir. Satu periode kepengurusan di lingkungan NU berlangsung selama lima tahun. Pada konferensi terakhir PCNU Kabupaten Bogor, 2015 lalu, kiai yang akrab disapa “Ajengan Mumu” ini kembali terpilih sebagai Rais Syuriyah masa bakti 2015-2020.

Kiai Mukhtar Royani tercatat pula sebagai A’wan (dewan pakar) PBNU hasil Muktamar ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 2015. Selain itu, sehari-hari Kiai Mukhtar membina ratusan santri yang menimba ilmu di Pesantren Riyadhul Aliah, yang dirintis keluarganya.

Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Ikrom menambahkan, almarhum merupakan sosok yang sangat peduli dan total dalam mengabdi kepada NU dan warga Nahdliyin.

“Beliau sebagai guru dan teladan bagi generasi muda NU Bogor. Sejak muda hingga ajal menjemput sangat konsen dalam mengembangkan NU. Tidak ada kata lelah dalam berjuang. Penyakit atau usia tidak membatasi totalitas dedikasi kepada NU,” tegasnya. Kiai Mukhtar, lanjut Ikrom, nyaris tidak pernah kehilangan semangat atau kehabisan energi dalam membangun NU Bogor. Beliau sebagai teladan bagi generasi muda NU.

Berbagai pihak menyampaikan belasungkawa atas kepergian KH Mukhtar Royani. Sejumlah karangan bunga terpampang di depan kediaman duka, antara lain berasal dari Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar, Bupati Bogor Nurhayanti, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade. (Ahmad Fahir/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG