IMG-LOGO
Nasional

Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah


Ahad 17 April 2016 19:05 WIB
Bagikan:
Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah
Jombang, NU Online
Mantan Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah meminta pemerintah tegas menolak keberadaan organisasi yang mengusung dan memperjuangkan berdirinya khilafah di Indonesia. Pasalnya hal ini dianggap telah mencederai nilai pancasila dan kebangsaan.

"Pemerintah harus tegas menolak dan berani membubarkan keberadaan organisasi yang memperjuangkan berdirinya khilafah. Karena itu jelas bertentangan dengan NKRI," ujar Ida Fauziyah   ditemui usai Sosialisasi Empat Pilar dalam penguatan Wawasan Kebangsaan di hadapan santri dan mahasiswa di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (17/4).

Ida mengakui, hak kebebasan berserikat dan berkumpul sehingga memunculkan organisasi yang bertentangan dengan NKRI menjadi kendala pemerintah untuk membubarkan. Namun menurutnya, jika ada organisasi semacam HTI yang memperjuangkan berdirinya khilafah, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas.

"NKRI sudah final. Kalau ada organisasi yang mau mengubah, maka pemerintah harus tegas membubarkan," tambah Ida.

Pelajar, santri dan mahasiswa, alumni Pesantren Tambakberas ini diminta menggelorakan kembali nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan serta wawasan kebangsaan di masyarakat. Karena Pancasila adalah ideologi yang kini semakin terabaikan oleh generasi muda bangsa. "Nilai-nilai Pancasila seperti musyawarah-mufakat, gotong-royong di kalangan masyarakat kini jarang digunakan," ujarnya.

Memudarnya pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda perlu menjadi perhatian serius semua pihak. "Hasil penelitian salah satu lembaga survei sungguh sangat mengejutkan saya. Karena kalangan muda, pelajar, dan mahasiswa mengganggap ideologi Pancasila tidak penting, ini sangat memprihatinkan," tandasnya.

Ida kemudian mencontohkan kasus Zaskia Gotik yang akhirnya dianggap melecehkan simbol negara dan menjadi viral di dunia maya. "Bisa jadi apa yang disampaikan Zaskia adalah spontanitas dan sekadar lucu-lucuan. Atau karena ketidaktahuannya.  Tapi apapun motifnya, kejadian tersebut menambah kekhawatiran kita terhadap kelestarian pilar-pilar kebangsaan Indonesia,” imbuh Ida.

Padahal dalam menyusun Pancasila para pendiri Bangsa ini dengan susah payah mengakomodasi dan menyatukan berbagai suku, agama, dan budaya. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, salah satu tokoh NU terlibat dalam persiapan kemerdekaan, KH Wahid Hasyim.

"KH A Wahid Hasyim berhasil memasukkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sebagai ganti dari Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya. Gagasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG