Murid Jebolan Pesantren Jadikan Persaingan Global sebagai Peluang

Murid Jebolan Pesantren Jadikan Persaingan Global sebagai Peluang
Suasana Tasyakuran MAU WH Tambakberas.
Suasana Tasyakuran MAU WH Tambakberas.
Jombang, NU Online
Hal yang tidak dapat dihindarkan dari realita global adalah persaingan terbuka. Karenanya, lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren harus menangkap hal tersebut sebagai ajang untuk membuktikan kualitas diri.

Pernyataan itu disampaikan Faizun Amin pada kegiatan tasyakuran kelas akhir Madrasah Aliyah Unggulan Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur, Ahad (17/4).

Kepala Sekolah MAU WH ini mengungkapkan, pasar bebas Asia Tenggara atau MEA bagi sebagian orang adalah hambatan. Namun tidak bagi madrasah yang dipimpinnya. “Bagi kami, MEA adalah tantangan sekaligus peluang,” kata alumnus Pascasarjana Universitas Islam Malang ini.

Tantangan yang dimaksud adalah untuk mendidik siswa agar bisa sukses menghadapi MEA serta peluang untuk mengorbitkan siswa ke mancanegara. “Makanya di madrasah kami, anak-anak ditekankan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris," terang Faiz. Penguasaan dua bahasa itu, lanjutnya, membuat mereka siap go internasional dan memenangkan persaingan di era MEA.

Setiap hari para siswa di madrasah ini mendapatkan bimbingan intensif terkait bahasa asing. Sehingga tidak salah kalau kemudian sejumlah sekolah di sekitar pesantren ini mempercayakan pemahaman bahasa asing kepada siswa MAU WH.  "Setiap pagi, siswa kita juga membina percakapan bahasa asing di kelas unggulan MTsN Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum,” tambahnya.

Ini juga yang akhirnya membuat para alumni MAU WH banyak yang meneruskan studi ke luar negeri. "Alumni kita banyak yang kuliah di Al-Azhar Mesir, Yordania, Hochscule Mannheim Jerman hingga kampus di Belanda," tandasnya.

Faiz juga mengajak para santri yang memiliki prestasi untuk dapat bergabung di madrasah ini. "Ada tiga program peminatan yang kami tawarkan, matematika dan ilmu pengetahuan alam atau MIPA, ilmu-ilmu sosial (IIS), serta ilmu-ilmu agama atau IIA.

Pada kegiatan tasyakuran ini ada 56 siswa yang merampungkan pendidikan formal. Mereka mengikuti prosesi wisuda purna siswa di gedung serba guna KH Chasbullah Said. Tampak hadir pimpinan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas KH M Hasib Wahab selaku ketua majlis pengasuh, juga ketua umum yayasan,  KH Mohammad Irfan Sholeh, serta para kepala sekolah di lingkungan pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni) 

BNI Mobile