IMG-LOGO
Internasional

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Sabtu 30 April 2016 3:31 WIB
Bagikan:
Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan
Teheran, NU Online
Seorang pengemudi taksi di Kota Rasht, Iran Utara, telah mengisi mobilnya dengan buku untuk mendorong penumpangnya membaca di dalam taksinya, kata kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (26/4).

Sahel Filsoof, yang telah mengubah taksinya menjadi perpustakaan mobil, percaya orang dapat menyelesaikan banyak masalah mereka dengan membaca.

"Gagasan untuk mengisi taksi saya dengan buku muncul di benak saya sudah cukup lama," kata Filsoof kepada IRNA, sebagaimana dikutip Xinhua. 

Ia menambahkan, membaca buku bisa memberi asupan mental ke dalam diri masyarakat.

Taksinya berisi sebanyak 50 buku dengan bermacam topik, termasuk psikologi, anak-anak dan sejarah, dan kebanyakan penggemar taksinya adalah perempuan dan pemuda, kata Filsoof.

Menurut pengemudi taksi tersebut, ia meminta wewenang dari pengelola perpustakaan umum di seluruh Provinsi Gilan di Iran Utara untuk mendukung tindakannya dan ia diberi sejumlah buku untuk menambah kualitas perpustakaan bergeraknya.

"Ketika saya ada penumpang saya yang meminta buku untuk dibaca, saya baru menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang baik," kata Filsoof. (Antara/Mukafi Niam)
Bagikan:
Sabtu 30 April 2016 1:26 WIB
Pemerintah Belum Tandatangani Kesepakatan Perdamaian di Thailand Selatan
Pemerintah Belum Tandatangani Kesepakatan Perdamaian di Thailand Selatan
Bangkok, NU Online
Majelis Syura Patani atau MARA Patani, Kamis, diberitahu bahwa pihak pemerintah Thailand tidak bersedia menandatangani beberapa kerangka acuan (TOR) pembicaraan damai di Thailand selatan karena Perdana Menteri Jenderal Prayuth Chan-ocha belum menyetujuinya.

Juru bicara MARA Patani yang juga anggota panel negosiasi, Dr Abu Hafez Al Hakim, menyatakan bahwa MARA Patani kecewa, namun masih bisa menghormati keputusan tersebut, lapor Bernama/OANA.

MARA Patani merupakan badan pelindung beberapa kelompok garis keras di Thailand selatan dan mengajak pemerintah Thailand untuk melakukan pembicaraan damai secara informal.

"Kami tidak yakin kalau pihak A (pemerintah Thailand) ingin meninjau ulang TOR tersebut, menyusun yang baru atau menunda proses tersebut. Kami (MARA Patani) diberitahu bahwa Perdana Menteri Thailand belum menyetujui TOR tersebut," katanya kepada Kantor Berita Malaysia Bernama sebagaimana dipantau Antara dari Jakarta melalui OANA, Kamis malam.

Tim negosiasi Thailand yang dikirimkan dalam pembicaraan damai tersebut dipimpin oleh Jenderal Aksara Kerdphol dan bertemu dengan MARA Patani di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan tidak resmi yang ketiga kalinya dalam Kelompok Kerja Bersama Proses Dialog Damai (JWG-PDP).

TIm MARA Patani yang dikirimkan dalam pertemuan Kamis itu dipimpin oleh Shukri Hari, sedangkan Malaysia yang bertindak sebagai fasilitator pembicaraan damai diwakili oleh Ahmad Zamzamin.

Menurut Abu Hafez, agenda utama pertemuan Kamis adalah menyetujui TOR yang telah didiskusikan dan disepakati bersama oleh kedua tim teknis setelah tiga perundingan dalam pertemuan antara bulan Oktober tahun lalu hingga bulan lalu.

"TOR itu akan membuat jalan bagi pembentukan proses perdamaian. Panitia pengarah MARA Patani telah menyetujui TOR tersebut awal bulan ini," ujarnya dengan menambahkan bahwa penggantian Letnan Jenderal Nakrob Boonbuathong baru-baru ini bisa menjadi alasan di balik keputusan Thailand atas TOR tersebut.

Dia menjelaskan Nakrob -- yang menjadi sekretaris di pihak Thailand dalam panel negosiasi pembicaraan damai itu sebelum dipecat pekan lalu -- sebagai motor penggerak tim pemerintah karena pengetahuannya atas proses perdamaian.

"Dia (Nakrob) memimpin tim teknis pihak A (Thailand). Sebelum pemecatannya, dia optimistis bahwa pihak A akan menyetujui TOR tersebut. Tanpanya sangat terasa dan sangat berdampak terhadap proses tersebut," kata Abu Hafez.

Karena pembicaraan damai masih dalam tataran informal, MARA Patani menyebut pemerintah Thailand sebagai "pihak A", sedangkan pemerintah menunjuk kompatriotnya dalam pembicaraan damai itu sebagai "pihak B".

Agenda utama lainnya dalam pertemuan tersebut adalah konsep dari beberapa Zona Aman.

MARA Patani, tambah dia, menganggap selama TOR tersebut tidak disetujui, persoalan Zona Aman dan persoalan penting lainnya tidak akan didiskusikan bersama. (Antara/Mukafi Niam)
Kamis 28 April 2016 23:2 WIB
Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara
Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara
Turki, NU Online
Untuk kali pertama, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di kota Bursa, Turki menyelenggarakan acara perkenalan budaya Indonesia yang dikemas dalam program Endonezya İle Bir Gün, atau "Sehari Bersama Indonesia" di Graha Budaya Prof Dr Mete Cengiz, Uludag University, Bursa, Rabu (27/4) waktu setempat.

“Acara ini merupakan implementasi dari suatu ide yang sangat brilian, juga merupakan acara perdana yang dilaksanakan di kota terbesar keempat di Turki oleh PPI Bursa. Hasilnya pun sangat memuaskan para penonton,” kata Pelaksana Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul, Harlan H. Hakim.

Ketua PPI Bursa Teuku Muammar Rizki mengatakan, acara ini didukung penuh oleh KBRI Ankara, KJRI Istanbul, serta Uludag University sebagai tuan rumah.  

Sejak pukul 17.00 waktu Turki, pengunjung telah berdatangan dan langsung mengerumuni beberapa stan pameran yang menyuguhkan makanan-makanan khas nusantara serta beragam koleksi budaya yang langsung dibawa dari Indonesia.

Puncak acara terjadi pukul 20.30. Berbagai aliran musik dan tarian daerah ditampilkan, drama Rama-Sinta juga menjadi sajian menarik bagi pengunjung. Menjelang berakhirnya acara muncul sejumlah penari Saman yang langsung mendapat sambutan lebih dari 1500 penonton yang memenuhi ruangan terbesar di graha budaya tersebut.

“Saya sangat surprise melihat kegiatan mahasiswa Indonesia di sini. Tahun depan jika kegiatan semacam ini akan diadakan lagi, kami siap memberikan dukungan penuh,” terang Rektor Uludag University, Prof Dr Yusuf Ulcay.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia melalui KBRI Ankara juga menjalin kerjasama dengan Uludağ University dalam bidang pendidikan. Rencana ini meliputi kerjasama dengan 10 universitas besar di Indonesia serta pertukaran pelajar antarkampus. (M Mu’afi Himam/Zunus)

Rabu 27 April 2016 14:30 WIB
Gandeng Bank Mandiri, PCINU Hong Kong Luncurkan BPZI
Gandeng Bank Mandiri, PCINU Hong Kong Luncurkan BPZI
Hong Kong, NU Online
Bertempat di Aula Masjid Kowloon, Hong Kong Sabtu (23/4) lalu, PCINU Hongkong (HK) menyelenggarakan acara silarahim akbar (Silakbar) yang diisi dengan pembacaan manaqib dan pengukuhan pengurus ranting NU di bawah naungan PCINU HK masa khidmat 2016/2017 disertai launching program mandiri club Badan Pengelolaan Zakat Infaq dan Shadaqah (BPZIS).

Acara  yang dihadiri oleh perwakilan dari 9 Cabang Ranting NU di seluruh Hong Kong, dan perwakilan KMNU Hong Kong serta beberapa perwakilan majelis ta'lim dan ratusan jamaah berlangsung dengan lancar .

Rais Syuriah PCINU HK Teguh Subaryanto dalam sambutannya mengenalkan program kerja baru yang di sponsori oleh Bank Mandiri yaitu Santri Ngabdi, 1000 Dai Memakmurkan Negeri.

"Akan ada dua Ustadz dan dua Ustadzah setiap empat bulan sekali yang sengaja didatangkan dari Indonesia untuk mengisi taushiyah dan acara di Hong Kong juga melayani umat NU di Hong Kong nantinya,” ujar Teguh.

Teguh juga menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada seluruh warga NU yang tinggal di Hong Kong untuk menjaga kebersamaan antarumat Islam, bersama  sama menyukseskan program-program kerja NU Hong Kong  yang telah disusun pasca pemilihan kepengurusan baru.

"Mari kita ikut  menyukseskan program kerja NU Hong Kong yang telah di susun pasca pemilihan kepengurusan baru. Kita tingkatkan kerja sama yang baik antar seluruh ranting ranting NU di Hong Kong, juga ikut serta menyuksekan kerja sama antara PCNU Hongkong dengan Bank Mandiri," pungkas Teguh.

Dalam kegiatan yang dihelaat di Aula Masjid Kawloon juga di bacakan SK PBNU tentang Surat Keputusan Pengesahan PCINU HK masa khidmat 2016/2017 no 54/A.II.04.d/04/2014 oleh Abdul Razak ketua terpilih PCINU HK 2016. Dan di lanjutkan pengukuhan dan doa oleh Ustadz Abdul Muhaimin Karim.

Ustadz Abdul Muhaimin Karim juga memberikan bekal kepada para ketua ranting NU di Hong Kong bagaimana cara menjadi pemimpin dalam berorganisasi. (Ika Failani/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG