IMG-LOGO
Nasional

Indonesia Langgeng berkat Tasamuh dalam Islam


Ahad 1 Mei 2016 19:53 WIB
Bagikan:
Indonesia Langgeng berkat Tasamuh dalam Islam

Pringsewu, NU Online
Pada zaman ini sekarang ini banyak sekali paham-paham baru yang muncul dan memberikan stempel pada dirinya masing-masing sebagai paham yang paling benar. Dengan mencari berbagai dalil yang menguntungkan kelompoknya, mereka dengan gencar menebar kebencian, menyalahkan amaliah pihak lain yang sudah diwariskan oleh para alim ulama yang jelas silsilah keilmuannya sampai dengan Rasulullah.

Permasalahan seputar aliran atau paham baru yang sudah meresahkan ini dibahas oleh Ketua Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung Ustad Munawir saat memberikan materi pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Lampung, Ahad (01/5).

Gus Nawir, begitu ia biasa dipanggil, mengingatkan kepada kader muda NU untuk menguatkan keyakinan dan berpegang teguh pada amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada. "Kalau pergi merantau atau kuliah beramaliyah NU pulangnya juga harus NU," tegas Gus Nawir.

Oleh karenanya Gus Nawir mengingatkan kepada para generasi muda untuk terus belajar dan menggali ilmu tentang ke-Aswaja-an. "Kuatkan keyakinan Aswaja dengan belajar terus. Dan kalaupun belum mampu untuk belajar yang penting manut kiai," tegasnya.

Gus Nawir juga mengimbau agar dalam beragama memegang prinsip tasamuh atau toleran, tidak ekstrem, tidak kaku dan keras. "Banyak paham yang baru sekarang ini lebih mengedepankan tampilan fisik seolah-olah sudah alim dan paling banyak beribadah," katanya.

Selain pemahaman yang keras dan tidak toleran, dalam kesempatan tersebut juga Gus Nawir menjelaskan ciri-ciri lain dari ajaran ini di antaranya menolak tradisi dan menafikan keberagaman yang ada di Indonesia.

"Perlu diingat bahwa Negara Indonesia sanggup bertahan sampai dengan sekarang ini salah satunya berkat ketasamuhan ajaran Islam yang diaplikasikan dalam berkebangsaan. Jangan sampai kita terpecah belah dan terus berkonflik seperti di kawasan Timur Tengah sana karena ketasamuhan kita hilang," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)


Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG