IMG-LOGO
Daerah

Kenal Kaligrafi Sejak TPQ, Kini Juara di Berbagai Lomba

Selasa 10 Mei 2016 11:45 WIB
Bagikan:
Kenal Kaligrafi Sejak TPQ, Kini Juara di Berbagai Lomba

Jepara, NU Online
Namanya Nusrotuz Zulfa. Siswi MA Walisongo Pecangaan Jepara ini mengenal kaligrafi sejak dirinya masih duduk di bangku TPQ. Di jenjang pendidikan berikutnya, Madrasah Diniyyah (Madin) materi menulis Arab indah itu juga ia dapatkan.

Dari pengalaman belajar ini, puncaknya saat Zulfa duduk di bangku VIII MTs Walisongo Pecangaan berhasil menyabet juara I lomba kaligrafi pada perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Maarif.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu orang tuanya tidak mempunyai darah seni. Tetapi Khoirul Atho dan Umi Kulsum, ayah dan ibunya, senantiasa memotivasinya agar dia menjadi juara.

Di samping orang tua, kakak serta bibinya memotivasinya agar rajin belajar kepada pamannya, Ahmad Jamaluddin yang sudah malang melintang di dunia kaligrafi.

“Ikutlah latihan dengan Pak Lekmu (pamanmu, red),” begitu ajak bibi dan juga kakaknya.

Siswi jurusan IPS itu menceritakan saat masih di MTs ia terpilih dalam seleksi untuk mengikuti lomba. Lantas dia latihan ke rumah pamannya di desa Gemiring, Nalumsari. Saat Jum’at hari libur madrasahnya ia latihan dengan pamannya itu.

Gadis kalem yang memiliki hobi melukis itu hingga tahun 2015 kemarin telah menyabet juara kaligrafi hingga tingkat Provinsi. Juara 2 tingkat Provinsi tahun 2015, juara harapan 3 tingkat Provinsi 2015, juara 2 tingkat kabupaten 2015, juara 2 kabupaten 2014.

Saat duduk di bangku MTs juga pernah menyabet berbagai lomba kaligrafi di tingkat kabupaten. Hingga saat ini dirinya belum merasa puas dengan hasil yang telah diraih.

Di akhir Mei ini dirinya berencana lomba kaligrafi tingkat nasional di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Perempuan yang lahir di Jepara, 10 Oktober 1998 itu memiliki motto pengalaman adalah guru yang terbaik. Sehingga ia terus ingin menambah banyak pengalaman di berbagai lomba.

Selain guru, teman-teman di lingkungan MA Walisongo yang memotivasinya Zulfa juga memiliki teman yang sama-sama memberikan motivasi. Perkenalannya dengan Athi Melia diawali dari kegiatan Porsema saat Zulfa baru di kelas X MA. Waktu itu, Zulfa mewakili MA dan Athi’ pesantren Hasyim Asyari Bangsri.

Dari pertemanan itu berlanjut hingga sekarang. Keduanya saling memotivasi hasil karya baik BBM maupun SMS. Meski menempuh pendidikan di beda madrasah keduanya enjoy saat berkompetisi.

Tahun 2015 lalu di gelaran Porsema ia juara 2 temannya Athi juara 1. Di acara Aksioma dia juara 1 dan Athi juara 2. Sehingga di kesempatan yang lebih tinggi Zulfa mewakili Jepara di cabang Aksioma di Boyolali. Sedangkan temannya mengikuti cabang Porsema di Kebumen.

Hal yang belum tercapai sebutnya menyabet juara di tingkat nasional. “Semoga saya bisa memperoleh juara di tingkat nasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)





Bagikan:
Selasa 10 Mei 2016 23:2 WIB
Manfaatkan Limbah, Santri BPUN Tanam Kencur di Popok Bekas
Manfaatkan Limbah, Santri BPUN Tanam Kencur di Popok Bekas
Way Kanan, NU Online
Santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional ( BPUN ) dan Pesantren Asshidiqiyah 11 Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi belajar menanam kencur dengan menggunakan media popok bekas. Mereka melakukan uji coba dalam rangka mengurangi limbah rumah tangga.

"Melalui kegiatan ini kita dapat membantu mengurangi limbah lingkungan berasal dari rumah tangga yang biasanya dibuang begitu saja sesudah dipakai," ujar santri Asshidiqiyah 11 Dewi Pratiwi di Gunung Labuhan, Selasa (10/5 ).

Popok bekas dapat menjadi pupuk bagi tanaman selain bisa menahan air. Cara menggunakan popok bekas sebagai media tanam cukup gampang. Mereka pertama kali menyiapkan polybag ukuran 60 cm x 60 cm lalu masukan tanah ke dalamnya sekitar empat gelas lalu memasukan empat popok bekas.

"Di atas popok bekas itu tambahkan arang secukupnya untuk mengatasi racun atau zat kimia yang terkandung dalam popok bekas. Setelah itu tambahkan tanah empat gelas lagi hingga arang tertutup. Selanjutnya masukan bibit kencur ke dalamnya," kata Dewi lagi.

Dewi mengaku senang  dan tertarik dengan kegiatan itu. "Hal seperti  ini penting dilaksanakan agar para santri lebih mengenal dunia tanam menanam dengan menggunakan popok bekas selain untuk menjaga lingkungan hidup. Upaya yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan sangat positif," ujarnya.

Peserta BPUN dari SMA Gajah Mada Bandar Lampung Zakiroh Mutawakkil menambahkan, pemanfaatan popok bekas sebagai media tanam berguna untuk mengurangi limbah rumah tangga itu sehubungan susah terurai dengan tanah.

Pada kegiatan ini peserta BPUN dan para santri yang dibimbing Koordinator The Society of Environmental Journalists (SIEJ) atau masyarakat jurnalis lingkungan hidup Lampung yang juga Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, terlihat antusias.

"Kegiatan ini diharapkan menambah wawasan para santri dan peserta BPUN  untuk  memanfaatkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi bermanfaat," ujar Ketua pelaksana BPUN  Way Kanan 2016 Disisi Saidi Fatah.

Pelatihan ini merupakan materi tambahan selain materi bimbingan rohani istiqomah, motivasi, keterampilan jurnalistik, dan materi akademik untuk memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur SBMPTN. BPUN 2016. Rangkaian kegiatan ini digelar GP Ansor Way Kanan dalam rangka memberikan wawasan dan kecintaan lingkungan hidup bagi peserta. (Sutikno/Alhafiz K)

Selasa 10 Mei 2016 22:4 WIB
GP Ansor Banser Tembarak Kembali Tegaskan Khidmah untuk Indonesia
GP Ansor Banser Tembarak Kembali Tegaskan Khidmah untuk Indonesia
Temanggung, NU Online
Pengurus harian GP Ansor dan Banser Tembarak Kabupaten Temanggung menggalang  konsolidasi antaranggota di depan halaman Kantor Kecamatan Tembarak, Senin (9/5). Pada kesempatan ini mereka memberikan sejumlah pengarahan perihal kebangsaan dan ke-Aswajaan kepada ratusan anggotanya.

Rapat ini dihadiri Komandan Satkorcab Banser Temanggung H Lutfi Arifin. Dalam pembekalan ia menyampaikan bahwa Banser wajib memiliki tiga prinsip perjuangan; ikhlas, cerdas, dan tangkas dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua GP Ansor Tembarak Nur Budiman menyampaikan betapa pentingnya GP Ansor sebagai organisasi yang mengakar di lapisan masyarakat, menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat dalam rangka memperkuat basis-basis di akar rumput.

"Agama dan negara merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keduannya saling mendukung sebagaimana sejarah Walisongo," kata Nur Budiman.

Pembina GP Ansor Tembarak Kiai Muhammad Isro'i mengatakan, pada hakikatnya Banser dan Ansor itu satu tubuh yang berasal dari sumber yang sama, ibarat air teh dan air putih yang sama-sama berasal dari air, tetapi memiliki fungsi yang sama yakni menghilangkan haus dan dahaga.

Pertemuan ini diisi juga dengan khataman Al-Qur'an, pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, dan pembacaan tahlil serta ditutup dengan Mahallul Qiyam. Selain itu sebagai wujud syukur pengurus Ansor dan Banser pada siang harinya menyerahkan santunan yatim-piatu yang bekerja sama dengan yayasan sosial Al-Mu'awanah NU Tembarak. (Red Alhafiz K)

Selasa 10 Mei 2016 21:2 WIB
Bahas Peran Perempuan, MUI Sulsel Hadirkan Akademisi dan Aktivis
Bahas Peran Perempuan, MUI Sulsel Hadirkan Akademisi dan Aktivis
Makassar, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pengurus Muslimat NU Sulawesi Selatan dan Universitas Islam Makassar mengadakan seminar nasional yang bertajuk Peran Ibu dalam Menanggulangi Karakter Negatif Geberasi Muda, Selasa (10/5) bertempat di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Ketua DPW MUI Sulsel Anregurutta Dr KH M Sanusi Baco dalam sambutannya membuka seminar, "Bahwasanya untuk mendidik generasi muda, orang tua harus menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan, di mana Rasulullah ketika berada dihadapan cucunya, Nabi tampil sebagai kakek yang penuh rasa kasih sayang. sehingga apapun jabatan kita, ketika menghadapi anak cucu kita, seyogyanya meninggalkan seluruh jabatan yang kita miliki," ujarnya.

"Suatu ketika Rasulullah didatangi seseorang dan bertanya bahwasanya sebagai orang tua saya tidak pernah mencium anak saya, mendengar hal itu, nabi berkata kepada orang itu, saya khawatir, ketika kamu tidak pernah mencium anakmu, Allah Swt akan mencabut rasa kasih sayang pada dirimu," tuturnya.

Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Masrurah Mokhtar membawakan materi tentang revitalisasi rumah tangga sebagai lembaga pendidikan anak, sedangkan Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Aisyah Kara, Ph.D membawakan materi tentang bagaimana membangun sinergi peran domestik dengan peran sosial dalam pembinaan generasi Muslim. Menurutnya seorang perempuan tidak harus dibatasi ruang geraknya, namun perannya mesti lebih dikembangkan, terutama di ruang sosial, demi keberlangsungan generasi Muslim yang berperadaban.

Kemudian Rektor Universitas Islam Makassar Dr Hj A Majdah M. Zain Agus Arifin Nu'mang banyak mengungkapkan tentang program strategis Muslimat NU dalam pembinaan generasi muda Muslim. Menurutnya saat ini Indonesia darurat narkoba, tingginya kekerasan seksual. Tentunya fenomena ini tidak terjadi begitu saja, melainkan lemahnya peran keluarga, sehingga keluarga disini harus menjadi kekuatan, demi mewujudkan generasi muda yang kuat.

"Di sinilah peran Muslimat NU Sulsel hadir untuk merubah peta dakwah, yakni menyasar usia remaja dan keluarga untuk dijadikan sebagai sasaran dakwah Islam yang ramah yang dulunya menyasar Ibu-Ibu Muslimat saja," tambahnya.

Ketua PW Aisyiyah Sulsel Nurhayati Azis, M.Si membawakan materi tentang pogram strategis Aisiyah dalam pembinaan generasi muda Muslim. Menurutnya dewasa ini beberapa persoalan generasi muda di Makassar, diantaranya banyak perilaku kekerasan di kalangan mahasiswa dan perilaku begal yang dilakukan generasi muda kita.

"Saat ini PW Aisiyah Sulsel tentunya bersama-sama PW Muslimat NU memiliki program pemberdayaan generasi muda, pendidikan dan penguatan pemahaman kebangsaan," paparnya. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam) 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG