IMG-LOGO
Nasional

Ketua FKB DPR Siap Ajukan RUU Pengelolaan Pesantren

Sabtu 28 Mei 2016 21:40 WIB
Bagikan:
Ketua FKB DPR Siap Ajukan RUU Pengelolaan Pesantren
Jombang, NU Online
Ketua FKB DPR Ida Fauziyah akan mengajukan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan dan Pengembangan Pesantren lantaran selama ini madrasah kerap mendapat perlakuan tidak proporsional dari berbagai kalangan.

Kesanggupan ini disampaikan politisi alumnus Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Jombang yang lebih dikenal dengan Pesantren Tambakberas saat menjadi pembicara pada seminar nasional di pesantren setempat, Sabtu (28/5).

Pada seminar bertema "Quo vadis madrasah dalam menyiapkan sumberdaya manusia di era tuntutan global" tersebut, mantan Ketua Umum Fatayat NU ini menjelaskan tiga persoalan krusial di lembaga pendidikan madrasah. Dari mulai keterbatasan finansial, menejemen, hingga regulasi.

Masalah pembiayaan misalnya, ada ketimpangan dalam komposisi anggaran untuk penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dengan lembaga pendidikan di lingungan Kementerian Agama. "Dalam hal pembiayaan (pendidikan) oleh negara, komposisinya tidak setara. Perbandingannya antara 80 persen dan 20 persen," ujar Ketua LKKNU ini.

Padahal, lanjut dia, sebagian besar sekolah berlabel madrasah, sejak awal pendirian, pengelolaan dan pembiayaannya berasal dari masyarakat. "Dari jumlah madrasah di Indonesia, sembilan puluh persen adalah sekolah yang didirikan masyarakat. Dengan madrasah, negara banyak diuntungkan karena besarnya peran masyarakat," ungkapnya.

"Pada sisi kewajiban, pendidikan adalah tanggung jawab negara. Tetapi kenapa negara justru sangat sedikit anggaran pendidikan untuk madrasah," tandas Ida.

Permasalahan ketimpangan anggaran pendidikan pada lembaga pendidikan madrasah dan non-madrasah, diantaranya adalah masalah regulasi. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sebutnya, tak cukup memadai bagi penyelenggaraan pendidikan melalui madrasah.

"Kami mohon dukungannya, masukan dan petunjuknya. Kami sudah menyiapkan naskah akademiknya untuk menjadi draf RUU pengelolaan dan pengembangan madrasah. Target kami, tahun 2017, draf RUU tentang pengembangan madrasah sudah bisa diajukan," ungkap Ida.

Dengan terbitnya undang-undang tentang pengelolaan dan pengembangan madrasah, tambahnya, diharapkan bisa menyelesaikan problem penganggaran untuk madrasah yang seringkali terbentur aturan keuangan. "Ini menjadi ikhtiar kita untuk mengembangkan madrasah. Harapan kami, nantinya fraksi lain setuju, DPR dan presiden setuju dan akhirnya menjadi Undang-undang," katanya.

Pada seminar yang berlangsung di Aula Pesantren Tambakberas tersebut tampil Ketua PW LP Ma'arif NU Jatim dan Rektor UIN Maliki Malang. (Ibnu Nawawi/Zunus)
Bagikan:
Sabtu 28 Mei 2016 23:25 WIB
PBNU Terapkan Manajemen Satu Pintu bagi Banom dan Lembaga
PBNU Terapkan Manajemen Satu Pintu bagi Banom dan Lembaga
Jakarta, NU Online
Kebendaharaan dan Kesekretetariatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan rapat koordinasi penerapan manajemen satu pintu. Acara berlangsung di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat Jumat (27/5) sore dihadiri perwakilan pengurus pusat badan otonom (banom) dan lembaga NU.

Wakil Bendahara PBNU Umar Syah HS mengatakan kebendaharaan dan kesekretariatan adalah dua elemen penting untuk NU dan struktur yang berada di bawahnya. Kedua elemen ini menjadi motor penggerak organisasi.

Agar organisasi berfungsi secara optimal, lanjut Umar, diperlukan ketentuan atau tatanan yang jelas yang tidak  hanya dipahami oleh elemen kebendaharaan dan kesekjenan, tetapi juga oleh semua pihak.

Aturan itu juga harus dipahami semua pihak dan baru berjalan ketika dituangkan dalam Standar Operasional (SOP) dan Peraturan Organisasi (OP) yang perlu disosialisasikan. Target sosialisasi ini adalah pemahaman dan semangat serta kemauan banom untuk menjalankannya. Bila diterapkan oleh semua pihak, maka roda organisasi akan berjalan dengan baik.

Sejauh ini, SOP sudah diberlakukan dan bisa menjadi Peraturan PBNU setelah dilakukan pembahasan dan diputuskan dalam konferensi besar PBNU.

Manajemen satu pintu bagi banom NU melalui kesekretariatan dan kebendaharaan. Dalam hal administrasi dalam kaitan antara internal dan eksternal banom, seluruh surat menyurat harus melalui Kesekjenanan.

Demikian juga dalam keuangan atau penggalian dana harus melalui bendahara. Uang masuk harus melalui bendahara, uang keluar juga melalui bendahara sehingga terkontrol dengan baik.

Manajemen satu pintu hendaknya tidak disalahartikan, karena kebijakan tersebut bukan berarti seluruh banom dikuasai oleh Kesekjenan dan Kebendaharaan. Pemberlakukan manajemen satu pintu bermakna bahwa secara manajemen semua harus masuk di dalam sistem.

Senada dengan hal di atas, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ir Suwadi D. Pranoto mengungkapkan salah satu agenda penting dalam rapat koordinasi ini adalah sosialiasi kaderisasi masing-masing lembaga agar tidak ada materi yang overlap atau belum ada, supaya dari sisi pembiayaan dan waktu tidak tumpang tindih. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Sabtu 28 Mei 2016 20:2 WIB
Walima, Kue untuk Baginda Nabi Muhammad
Walima, Kue untuk Baginda Nabi Muhammad
Tanda walima di Masjid Walima Emas di Desa Bongo, Kecamatan Batuda’a Pantai
Ekspresi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dilakukan umat Islam Gorontalo dengan membuat walima. Biasanya mereka menggelar parade kue walima atau sesajian kue tradisional yang ditata berbentuk aneka hiasan.

Kepala Bidang Pariwisata Provinsi Gorontalo Resma Kabakoran, walima adalah ada kue yang disusun-susun dari kue tradisional khas gorontalo semisal kolombengi, wapili, tutulu, telor ayam rebus, ayam panggang sendiri. Kemudian diarak ke masjid, kemudian melakukan doa bersama.

Pada perkembangannya sekarang, walima yang dibentuk menyerupai rumah, atau masjid ini sering diarak keliling kota sehingga menjadi pusat perhatian warga. Setelah diarak kemudian dibagikan kepada warga.mereka kemudian berusaha dan saling berlomba memperebutkannya. Warga, terdiri dari orang tua, muda, wanita, dan anak-anak, rela berdesakan hingga ada yang terjatuh.

Bagi warga Gorontalo, walima merupakan berkah dan ungkapan rasa syukur atas hadirnya Nabi Muhammad SAW ke dunia. Menurut Resama, setiap perayaan Maulid Nabi, warga dengan sukarela membuat kue walima.

Sebagai apresiasi kepada kegiatan tersebut, kemudian Pemerintah Kota Gorontalo setiap tahun mengagendakan parade walima. Parade Walima diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), instansi swasta, dan sekolah di Gorontalo, serta warga.

Walima tersebut diekspresikan dalam sebuah masjid yang bernama Walima Emas di Desa Bongo, Kecamatan Batuda’a Pantai, Kabupaten Gorontalo. Di beberapa sudut dan di tengah bagian atap masjid tersebut terdapa walima berwarna emas.

Ekspedisi Islam Nusantara pada Rabu (25/5) mengunjungi masjid yang didirikan di ujung sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 250 kaki di atas permukaan laut. Dari masjid tersebut tim ekspedisi bisa menyaksikan pemandangan laut dengan perahu-perahu kecil, rumah-rumah penduduk dan bebukitan yang masih hijau.

Menurut warga sekitar masjid tersebut digagas Yosep Tahir Ma’ruf, pria asli dari Desa Bongo. Masjid yang berukuran kira-kira 10 kali 10 meter tersebut dibangun mulai tahun 2008.(Abdullah Alawi)

Sabtu 28 Mei 2016 18:2 WIB
EKSPEDISI ISLAM NUSANTARA (58)
Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto
Gorontalo, Sultan Amay, dan Masjid Hunto

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan provinsi yang dipimpinnya dikenal daerah yang aman. Menurut Menkopolhukam, Gorontalo menempati urutan pertama sebagai daerah paling aman di Indonesia.

Secara statistik berdasarkan agama, di provinsi tersebut ada ada 6 agama dengan pemeluk terbanyak yaitu Islam sebesar  96%. Namun demikian, toleransi umat Islam sangat besar terhadap pemeluk agama yang lain.

“Kehidupan beragama di sini cukup bagus, baik inter maupun antarumat beragama tidak ada masalah. Jika hari besar keagamaan, pemuka-pemuka agama di sini saling menjaga satu sama lain," jelasnya ketika bersilaturahim dengan Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Daris sisi kebudayaan yang berkaitan dengan Islam, lanjut dia, juga banyak ragamanya. Mulai tentang pernikahan, kematian, dan bahkan pelantikan pejabat. “Di sini tidak hanya dilantik secara kenegaraan tapi juga secara adat."

Setelah silaturahim dengan Wakil Gubernur, Ekspedisi Islam Nusantara ke Kampung Wisata Religi Bubohu. Menurut warga sekitar, kampung-kampung yang ada di wilayah ini dulunya adalah pusat kerajaan Islam Bubohu yang berdiri dari tahun 1750 sampai 1902.

Selama masa tersebut kerajaan Bubohu telah dipimpin oleh 11 raja. Di tempat tersebut ada madrasah yang berbentuk rumah adat. Tempat yang dipenuhi burung merpati ini diyakini sebagai lokasi utama kerajaan Bubohu.

Kemudian mendatangi Masjid Hunto. Masjid tersebut, menurut warga di sekitar dibangun sebagai mahar pernikahan Sultan Amay dengan Putri Raja Palasa. Masjid Hunto Sultan Amay adalah masjid tertua di Gorontalo, didirikan pada tahun 1495.

Seiring masuk Islamnya Sultan Amay, maka rakyat Gorontalo (dulu bernama Hulondalo) pun ikut memeluk agama Islam. Dikatakan pula bahwa nama masjid Hunto diambil dari kata "ilohuntungo" yang berarti pusat perkumpulan, oleh karenanya masjid ini dulu juga berfungsi sebagai pesantren atau pusat perkumpulan agama Islam.

Walaupun masjid ini beberapa kali telah direnovasi, tapi ukuran bangunannya masih sama seperti semula, bentuk mimbarnya juga masih asli. Adapun makam Sultan Amay sendiri terletak di sekitar masjid, ada juga makam yang nisannya bertuliskan Maulana Syaikh Syarif bin Abdul Azis. Konon ia adalah ulama dari Hijaz yang didatangkan oleh Sultan Amay untuk menyebarkan pendidikan agama Islam di Gorontalo. ‬(Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG