IMG-LOGO
Daerah

PWNU Lampung Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sisdiknas

Senin 30 Mei 2016 3:0 WIB
Bagikan:
PWNU Lampung Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sisdiknas
Lampung, NU Online
Kebijakan pendidikan sebaiknya ditinjau ulang. Pemerintah sepatutnya menilik kembali Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas) agar berorientasi pada agama dan ahklaq. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM Soleh Bajuri, di Bandar Lampung,  Ahad (29/5).

"Moral bangsa akhir-akhir ini sudah semakin mengkhawatirkan. Pelecehan seksual terjadi di mana-mana, korupsi, kolusi, nepotisme, prostitusi, dan maksiat," kata Kiai Soleh.

Persoalan tersebut terjadi bukan hanya ditingkat masyarakat kecil, namun pada tingkat menengah ke atas. Kiai Soleh berpendapat, hal tersebut terjadi karena kesadaran beragamanya yang semakin dangkal.

"Keyakinan dewasa ini semakin kabur. Mohon maaf, ini menurut saya. Hal ini sepertinya disebabkan sistem pendidikan kita yang sudah tidak relevan sehingga harus ditinjau ulang," ujarnya.

Menurut Kiai Soleh, pendidikan agama dan ahlaq hanya dijadikan pengalaman bukan pengamalan dan muatannya hanya sedikit sekali.

"Berbeda ketika zaman orde lama dulu saya sekolah di Pendidikan Guru Agama atau PGA, pendidikan agama sampai 70 persen. Karena itu, terkait hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual saya setuju. Hanya saja, saya minta agar kebijakan pendidikan ditinjau ulang supaya Sisdiknas berorientasi pada pendidikan agama dan ahklaq," pinta Kiai Soleh Bajuri. (Gatot Arifianto/Zunus)
Bagikan:
Senin 30 Mei 2016 23:4 WIB
Lembaga Dakwah NU Jember Advokasi Karyawan yang Dilarang Jum'atan
Lembaga Dakwah NU Jember Advokasi Karyawan yang Dilarang Jum'atan
Jember, NU Online
Kasus karyawan dilarang menunaikan ibadah shalat Jum'at terjadi di Jember. Padahal, undang-undang telah menjamin bahwa setiap warga negara diberi kebebasan untuk menjalankan kegiatan ibadahnya. Misnadi, warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember mengalami hal tersebut.

"Saya bekerja sejak tahun 1997 di perusahaan itu. Selama itu pula perusahaan tidak mengizinkan saya shalat Jum'at," katanya di hadapan sejumlah pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Jember di sebuah rumah Ranting NU, Kaliwates, Ahad (29/5).

Ia mengaku sengaja menemui pengurus LDNU untuk mengadukan masalah tersebut. Misnadi mengaku sudah berkali-kali meminta dispensasi untuk shalat Jum'at namun perusahaan tetap tidak membolehkannya.

Bahkan, ia pernah mengajukan jadwal hari libur untuk dirinya pada hari Jum'at, bukan hari Ahad seperti biasanya. Dengan begitu ia berharap bisa shalat Jum'at. "Tapi juga ditolak. Karyawan laki-laki yang lain juga sama, tak boleh shalat Jum'at. Entah mengapa saya akhirnya di-PHK tahun 2016 ini," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Advokasi dan Pendampingan Warga LDNU Jember Moch Kholili mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Lelaki yang cukup lama berkecimpung dalam advokasi dunia ketenagakerjaan itu mengaku tidak akan tinggal diam dengan kejadian itu. Menurutnya, perusahaan tersebut sudah melanggar Undang-Undang Dasar, Undang-Undang 39/1999 tentang HAM dan  Undang-Undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Jadi perusahan tersebut telah melanggar beberapa Undang-Undang sekaligus," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa apa yang menimpa Misnadi itu ibaratnya hanyalah puncak gunung es. Artinya masih banyak kasus serupa yang menimpa karyawan, namun tidak terungkap ke publik. Kholili berencana melaporkan perusahaan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember.

"Aksi sewenang-wenang seperti itu harus segera dihentikan. Selain melaporkan adanya pelarangan shalat Jum'at, saya juga akan menuntut hak-hak karyawan yang di-PHK, misalnya pesangon yang diabaikan," tuturnya.

Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu sebuah toko di kawasan Talangsari didatangi Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi. Ayub menerima laporan dari karyawan toko tersebut bahwa majikan melarang karyawannya shalat Jum'at.

Ayub yang juga Ketua GP Ansor Jember itu langsung menegur pemilik toko tersebut hingga akhirnya karyawan dibolehkan shalat Jum'at. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Senin 30 Mei 2016 22:2 WIB
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Jombang, NU Online
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang meluncurkan sistem voucher infaq dan sedekah untuk program Ramadhan. Setelah diluncurkan tiga hari, LAZISNU Jombang berhasil mengumpulkan dana sebesar sepuluh juta rupiah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LAZISNU Jombang M Makmun di tengah-tengah sosialisasi program LAZISNU Jombang dalam Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan NU Jombang di Aula NU setempat, Ahad (29/5).

Sistem pengumpulan dana infaq dan sedekah dengan menggunakan voucher merupakan cara baru bagi LAZISNU Jombang setelah berjalan sekitar 8 tahun, terhitung sejak 2009.

Menurut Makmun, voucher yang dikeluarkan oleh LAZISNU Jombang untuk sementara ini hanya untuk program bulan Ramadhan. "Nilai yang tercantum dalam setiap voucher sebesar Rp. 20.000. selama tiga hari setelah peluncuran, alhamdulillah kita sudah berhasil menjual 500 voucher dengan nilai 10 juta rupiah," katanya.

Sistem voucher ini akan terus dikembangkan tidak saja hanya untuk program Ramadhan. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, LAZISNU Jombang dalam bulan Ramadhan 1437 H ini mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain berbagi takjil dengan empat pesantren lansia, wakaf Al-Quran, parsel lebaran untuk pengurus musholla, jariyah karpet (jaket) untuk musholla dan masjid, tebar mukena di musholla-musholla umum dan santunan anak yatim.

Beberapa hari ini, sebelum masuk bulan Ramadhan Lazisnu Jombang sudah menyalurkan dana untuk perbaikan dua musholla di wilayah Kudu dan Peterongan Kabupaten Jombang.

"Ini juga bagian dari program Ramadhan", katanya. (Ma/Alhafiz K)

Senin 30 Mei 2016 21:1 WIB
Lakpesdam NU Garut Siapkan 30 Penggerak Ranting NU
Lakpesdam NU Garut Siapkan 30 Penggerak Ranting NU
Garut, NU Online
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Garut menyelenggarakan Pendidikan Penggerak Ranting di Pesantren Al-Fauzaniyyah Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut, Sabtu (28/5). Pendidikan ini diikuti oleh 30 utusan dari kabupaten/kota terdekat seperti Sumedang, Cimahi, dan Bandung.

Menurut Ketua Lakpesdam NU Garut Hilwan Faqih, "Pendidikan ini diselenggarakan atas dasar realitas akar permasalahan umat itu adanya di ranting. Ketika rantingnya kuat, otomatis NU secara kesuluruhan pun akan kuat. Apalah artinya cabang banyak kegiatan, tetapi rantingnya minim kegiatan.”

Fasilitator pendidikan ini antara lain Sekertaris Umum Lakpesdam NU KH DR Marzuki Wahid, Kepala Divisi Pemberdayaan Manusia Abdullah Ubed, bagian pengembangan kader Tsabit Al-Fauzi, dan Staf Lakpesdam NU Rofi'i.

Marzuki Wahid mengatakan bahwa Lakpesdam NU siap untuk memfasilitasi siapa saja yang menghendaki pelatihan ini.

"Lakpesdam NU sangat siap untuk memfasilitasi kegiatan pendidikan semacam ini. Ke mana pun, bahkan walau yang mengundang setingkat MWCNU sekalipun kita siap untuk datang. Asalkan waktunya saja yang sesuai," katanya.

Pendidikan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (28-29/5). Seluruh peserta tampak antusias atas diselenggarakan pelatihan ini. Sepulang dari pendidikan ini peserta diharapkan mampu menjadi trainer-trainer yang hebat, yang bisa memfasilitasi kepada ranting-ranting di daerahnya tentang pemahaman Aswaja dan NU.

"Terima kasih atas terselenggaranya pendidikan penggerak ranting ini. Banyak ilmu serta pengalaman yang baru, di samping kita juga bisa sharing dengan fasilitator dan peserta yang lain. Sungguh pelatihan ini sangat bermanfaat," tutur Ramli salah satu peserta pada pendidikan ini. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG