IMG-LOGO
Internasional

PCINU Sudan Gelar Bedah Buku Karya Ulama Muda NU

Selasa 31 Mei 2016 23:7 WIB
Bagikan:
PCINU Sudan Gelar Bedah Buku Karya Ulama Muda NU
Khartoum, NU Online
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sudan mengadakan acara bedah buku dalam rangka mengisi program kajian mingguan yang diadakan di sekretariat PCINU Sudan pada Senin (30/5).  

Acara yang bertemakan Bedah 7 Buku Karya Dr H Abdul Aziz Sukarnawadi, MA ini dinarasumberi langsung oleh sang penulis dan dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi yang sebagian besar berdomisili di wilayah Khartoum. 

Narasumber sendiri adalah seorang sosok ulama muda jebolan Universitas al-Azhar yang berasal dari Lombok yang telah banyak mengeluarkan karya tulis dan bukunya sudah banyak beredar di Indonesia. Ia berhasil menyelesaikan program Studi S1 dan S2 di Mesir, dan berhasil merampungkan program doktoralnya di Islamic Omdurman University Sudan. 

Dari tujuh buku yang dibedah tersebut antara lain berjudul Di Bawah Lindungan Rasulullah SAW, Tata Bahasa Sufi, Detak Nurani al-Qur’an, Biografi 4 Wali Kutub, Kertas-kertas Berdawat Emas, Ayat-ayat Makam Keramat, dan Perisai Keaswajaan Nahdlatul Wathan

Dalam paparan, narasumber menjelaskan tentang pentingya dakwah bil qolam di era modern ini. “Pemantapan aqidah Aswaja di era sekarang bisa ditunjang dengan beberapa metode, dan yang paling ampuh salah satunya melalui media-media baik cetak maupun elektronik,” ungkapnya.

Acara ini sendiri digelar dengan tujuan untuk memberikan semangat dalam berkarya dan mengembangkan soft skill dalam dunia tulis menulis. “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, dan tentunya acara-acara seperti ini mampu menggugah semangat tulis para kader Nahdliyin yang berada di luar Indonesia khususnya di Sudan, maka insyaallah kami akan terus berusaha untuk membedah karya-karya fenomenal lain di hari mendatang,” ujar Abdul Muiz, selaku ketua Lakpesdam NU Sudan. Red: Mukafi Niam  

Tags:
Bagikan:
Senin 30 Mei 2016 19:30 WIB
Gus Ali Gondrong Gemakan Indonesia Raya di Korsel
Gus Ali Gondrong Gemakan Indonesia Raya di Korsel
Incheon, NU Online
Pemimpin Mafia Sholawat KH Ali Shodiqin atau yang akrab disapa Gus Ali Gondrong hadir pada peringatan hari lahir ke-3 Masjid Al-Mujahidin Incheon Korea Selatan. Di sana, selain menggelar shalawatan, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotun Ni'mah Semarang ini juga berceramah di hadapan jamaah.

Dalam taushiyahnya, Ahad (29/5) itu, Gus Ali mengajak hadirin yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) untuk selalu cinta NKRI dan menolak pihak-pihak yang hendak merongrongnya.

Pada acara shalawatan tersebut, Gus Ali mengajak jamaah untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta lagu-lagu kebangsaan lainnya untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan menghargai jasa para pahlawan dalam mendirikan Republik Indonesia.

Acara ini juga menjadi ajang penggalangan dana sosial untuk pembangungan Masjid Al-Mujahidin Incheon secara permanen. Selama ini gedung masjid yang digunakan para WNI di Kota Incheon Gyeonggi-do Korea Selatan itu masih berstatus kontrak. Siang itu, dana sosial meraup total 6.158.400 won atau sekitar 70 juta rupiah.

Peringatan hari lahir Masjid Al-Mujahidin ini didukung oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) setempat, Gerakan Pemuda Ansor, dan komunitas muslim lainnya di bawah naungan Komunitas Muslim Indonesia (KMI).

Gus Ali dalam kesempatan itu juga berharap Mafia Sholawat alias Manunggaling Ati lan Fikiran ing Ndalem Sholawat segera berdiri di Korea. (Red: Mahbib)

Ahad 29 Mei 2016 16:30 WIB
Dinilai Saling Menguntungkan, KBRI Islamabad Gaet Pengusaha Pakistan
Dinilai Saling Menguntungkan, KBRI Islamabad Gaet Pengusaha Pakistan
Pakistan, NU Online
Penerapan efektif Preferential Trade Agreement (PTA) antara pemerintah Indonesia dengan Pakistan pada 2013 semakin memperkuat peningkatan hubungan perdagangan kedua negara. PTA membuka akses pasar yang besar bagi produk CPO RI sehingga memiliki pangsa pasar terbesar di segmennya. Bagi Pakistan, pemberlakuan PTA sukses membuka jalan untuk memasukan jeruk Kinnow di Indonesia. 
 
Meskipun dari sisi neraca perdagangan Indonesia lebih diuntungkan, tidak menyurutkan semangat Pakistan berdagang dengan Indonesia. Bagi Pakistan, impor CPO berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan berbagai industri pengolahan dan membuka lapangan kerja. 
 
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara KBRI Islamabad dengan pengusaha Pakistan yang tergabung dalam Lahore Chamber of Commerce and Industry (LCCI).

"Hubungan Indonesia dan Pakistan di segala bidang semakin membaik dan menunjukkan tren positif," ungkap Dubes RI, Iwan Suyudhie Amri, Jumat (27/5). 

Total nilai perdagangan bilateral tahun 2015 menyentuh angka US$. 2,1 miliar dengan surplus Indonesia sebesar US$. 1,8 miliar. Oleh karena itu KBRI Islamabad dan KJRI Karachi terus aktif mendorong para pengusaha kedua negara untuk mencari dan memanfaatkan peluang.
 
Dubes mengajak para pengusaha Pakistan untuk lebih menggali potensi ekspor dan impornya dengan Indonesia. Para pengusaha diminta untuk memanfaatkan peluang PTA yang telah beroperasi sejak tahun 2013. 

Kadin Lahore menyampaikan beberapa produk unggulan Pakistan selain ekspor jeruk Kinnow, seperti karpet, peralatan/instrumen medis untuk operasi, buah-buahan dan sayuran segar. Dubes RI menyampaikan bahwa Indonesia menawarkan peluang besar bagi Pakistan untuk membeli produk industri strategis seperti Pesawat CN-235, ekspor daging, dan kerja sama pariwisata.

Kesempatan bertemu dengan kalangan pengusaha kali ini juga dimanfaatkan oleh Dubes RI untuk mensosialisasikan pelaksanaan kegiatan tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) tanggal 12-16 Oktober 2016 di Jakarta sekaligus mengajak para pengusaha Pakistan hadir dalam TEI. 

TEI kali ini memiliki sentuhan agenda yang berbeda dari sebelumnya, karena KBRI juga akan membawa media TV dan koran setempat untuk melakukan peliputan potensi Indonesia untuk dipromosikan di Pakistan. Rencananya hasil dari liputan tersebut akan ditayangkan di televisi-televisi lokal Pakistan secara periodik, sehingga akan lebih banyak warga Pakistan yang mengenal Indonesia. (Muladi/Zunus)
Ahad 29 Mei 2016 2:1 WIB
Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal
Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal
Pakistan, NU Online
Indonesia dan Pakistan adalah dua negara dengan total populasi penduduk muslim mencapai 350 juta jiwa. Kedua negara memiliki peluang menjadi pemain utama dalam industri halal dunia. 

Peningkatan perdagangan industri halal Indonesia-Pakistan akan menciptakan keseimbangan perdagangan bilateral kedua negara yang saat ini secara signifikan masih didominasi oleh ekspor Indonesia ke Pakistan. 

"Keseimbangan perdagangan sangat penting untuk suatu kerjasama perdagangan yang sustainable," kata Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri saat berkunjung ke Punjab Halal Development Authority (PHDA) di Lahore, Jum'at (27/5).

PHDA adalah lembaga khusus yang bergerak di bidang formalisasi sektor halal di Pakistan seperti; sertifikasi halal, proyeksi bisnis halal, capacity building, dan pengatur standar kehalalan suatu produk. PHDA dipimpin oleh pakar bisnis dan hukum syari'ah, Khalil-u-Rehman Khan.   

Dubes Iwan dan Khalil u-Rehman membicarakan upaya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara khususnya di sektor industri halal. Indonesia memiliki permintaan daging halal yang selalu meningkat jumlahnya tiap tahun. 

Menanggapi hal itu, PHDA menyampaikan potensi Pakistan sebagai eksportir daging halal bagi Indonesia. Dubes RI menyambut baik penawaran itu dan menekankan pentingnya dilakukan pertemuan PHDA dengan badan otorisasi halal (LPPOM MUI), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan lembaga terkait di Indonesia. Rencananya delegasi PHDA akan berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2016 bertepatan dengan Trade Expo Indonesia.

Disamping produk daging halal, PHDA juga menyampaikan perkembangan ekspor Jeruk Kinnow (Mandarin Pakistan) ke Indonesia. PHDA sangat berharap KBRI dapat terus memfasilitasi kelancaran perdagangan Jeruk Kinnow di Indonesia, agar terwujud suatu kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Dubes RI dan PHDA menyadari pentingnya mewujudkan potensi produk halal RI-Pakistan di pasar global seraya menyadari tantangan yang harus dihadapi bersama. Kerja sama antara lembaga terkait di Indonesia dengan PHDA Pakistan akan memberikan keuntungan bagi Indonesia dan Pakistan dalam mengembangkan kapasitas di sektor industri halal. (Muladi/Zunus)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG