Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara

Dai LDNU Mulai Bertugas di Berbagai Negara
Jakarta, NU Online
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) tahun ini membentuk Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM). Sebanyak 20 dai muda dari berbagai daerah terpilih melalui rangkaian seleksi dan pelatihan yang diadakan oleh Divisi Diklat dan Pengkaderan LDNU. Mereka akan bergerak ke seluruh penjuru dunia membawa Islam yang rahmatan lil alamin.

Menurut Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj, Islam yang berkembang di Nusantara terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Islam Nusantara ini didakwahkan merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya."

Ia mengingatkan agar dai harus bersungguh-sungguh dalam berdakwah. "Sebagai pemegang amanah, kita tidak boleh ragu untuk mendakwahkan Islam Nusantara dalam kondisi apapun," kata Kang Said saat memberikan pembekalan di Gedung PBNU (19/05) untuk dai yang akan bertugas ke luar negeri.

Penanggung jawab program TIDIM, KH. Wahfiudin Sakam menyampaikan jika Ramadhan tahun ini, LDNU mengirimkan delapan anggota TIDIM untuk dakwah ke Amsterdam, Hongkong, Macau, dan Malaysia.

"Kami masih terus mematangkan program dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di luar negeri. Insya Allah selepas Ramadhan program ini akan terus berjalan," ujarnya.

Ketua Pelaksana TIDIM Nugraha Romadhan menjelaskan, para dai telah sampai dan bertugas di negara penempatan.

"Ustadz Khumaini Rosadi telah tiba di Amsterdan pada 3 Juni. Ustadz Budy Budiman tiba di Macau pada 2 Juni. Ustadz Taufik Munir, Ismail Hasan, Qodarsyah, Saepuloh, dan Choirul Hady telah tiba di Malaysia 9 Juni. Insya Allah malam ini, Jumat (10/6) Ustadz Sihabudin akan bertolak ke Hongkong," ungkapnya kepada redaksi via telpon.

Ia menambahkan, dai yang bertugas di Malaysia ditempatkan di Kuala Lumpur, Kedah, Negeri Sembilan, Kinabalu, dan Serawak. "Insya Allah akan banyak hal yang dapat kita kembangkan dari program ini," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Posisi Bawah | Youtube NU Online