IMG-LOGO
Internasional

Al-Azhar Mesir Sebut Gus Dur sebagai Bapak Demokrasi Indonesia

Jumat 17 Juni 2016 18:32 WIB
Bagikan:
Al-Azhar Mesir Sebut Gus Dur sebagai Bapak Demokrasi Indonesia

Jakarta, NU Online
Laman facebook resmi Universitas Al-Azhar Mesir menampilkan infografi terkait profil KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jumat (17/6). Pada laman ini, Gus Dur disebut sebagai Abud Dimuqrâtiyyah al-Indûnîsiyyah atau Bapak Demokrasi Indonesia.

Sebutan ini tidak berlebihan mengingat kiprah Gus Dur dalam mendorong proses demokrasi di Indonesia. Gus Dur tidak segan merangkul pelbagai kalangan di luar komunitasnya dalam melakukan gerakan demokratisasi di Indonesia.

(Baca juga: Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir)

Akun resmi yang beralamat Universitas Al-Azhar ini secara jelas menyebutkan kelahiran, latar belakang keluarga, kiprah sosial, dan karir politik hingga masalah kesehatan Gus Dur secara singkat.

Gus Dur disebutkan lahir di pulau Jawa, salah satu pulau di Indonesia pada 1940. Presiden Ke-4 RI ini besar di lingkungan keluarga yang agamis. Pria yang biasa disapa Gus Dur ini kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Mesir.

Laman ini menjelaskan kontribusi Gus Dur terletak pada kiprahnya memimpin Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi yang membawahi komunitas Islam terbesar di Indonesia. Gus Dur terpilih dalam pemilu yang demokratis di Indonesia pada 1999. Ia karena kemudian digulingkan oleh parlemen pada 2001.

Akun yang memuat profil singkat Gus Dur ini dikomentari banyak orang. Mereka mengapresiasi alumnus Al-Azhar Kairo asal Indonesia yang wafat pada 2009 ini. (Alhafiz K)

Tags:
Bagikan:
Jumat 17 Juni 2016 16:15 WIB
WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba
WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba
Jeddah, NU Online
Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) menyelenggarakan sejumlah perlombaan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1437 H, di antaranya MHQ (Musabaqah Hifdhil Qur’an), adzan, kaligrafi, shalawat, serta pidato 3 bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris).

Kegiatan rutin ini digelar selama tiga hari berturut-turut, 16-18 Juni 2016. Acara yang ditujukan untuk siswa Indonesia yang berdomisili di Jeddah, Makkah, dan Madinah ini diawali dengan istighotsah dan buka puasa bersama, Jumat (16/6), pukul 18.10 WAS.

“Acara ini baik untuk pengaderan anak-anak Indonesia di Arab Saudi. Semoga terus terjadi pengembangan dan peningkatan supaya semakin banyak partisipan yang mendaftar,” terang salah satu guru Sekolah Indonesia Makkah (SIM), Abdullah Qothub.

Antusiasme siswa Sekolah Indonesia Makkah (SIM) dalam acara ini ditunjukkan dengan banyaknya jumlah partisipan yang hadir di hari pertama, yakni 65 peserta. Shalat Isya’ dan tarawih berjamaah menjadi agenda acara sebelum dimulainya pelaksanaan perlombaan.

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Gerakan Pemuda Ansor Arab Saudi Musthofa Al Gholayin, menilai kegiatan ini sangat memotivasi anak didik dalam mempelajari Al-Qur’an dan ilmu keagamaan lainnya.

“Untuk itu, kegiatan ini sangat perlu dijaga keberlangsungannya. Alhamdulillah, acara ini sudah berjalan rutin selama 13 tahun,” ujarnya.

“Acara ini mampu menjadi tolok ukur kemampuan pengetahuan mereka (peserta lomba) tentang agama. Di tahun yang akan datang, saya harap kategori dalam perlombaan ini bertambah demi memancing adrenalin anak-anak didik Indonesia di Arab Saudi,” tutur alumni Sekolah Indonesia Jeddah, Ayman Sofyan. (Hariri Thohir/Mahbib)

Jumat 17 Juni 2016 5:59 WIB
Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir
Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir
Mesir, NU Online
Profil Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid tampil di laman Facebook resmi Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mantan Ketua Umum PBNU itu disebut sebagai Abu Al-Dimuqratiyyah Al-Indunisiyyah atau bapak demokrasi Indonesia. 

Dalam keterangannya dijelaskan, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah ikon toleransi beragama dan menjadi pemimpin di masa transisi demokrasi. Mengutip pendapat juru bicara gedung putih, Robert Gibbs yang menyatakan Abdurrahman Wahid adalah orang yang bekerja untuk perdamaian dan kemakmuran di Indonesia, selain itu dia adalah tokoh yang menjadi penghubung antar kelompok agama yang berbeda. 

Akun resmi yang beralamat Official Azhar University ini mengunggah infografis Gus Dur pada hari Jumat (17/6) waktu setempat dengan tagline "Azhariyyuun Haulal Al-‘Aalam" (Alumni Al Azhar di Seluruh Dunia). 

Berdasarkan pantauan NU Online, status tersebut banyak disukai netizen dan sudah dibagikan lebih dari 100 orang. Mayoritas juga memberikan komentar positif dan mendoakan mendiang Gus Dur. (Zunus)
Selasa 14 Juni 2016 10:30 WIB
Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat
Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat
Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

Washington DC, NU Online
Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, menyebut pembantaian di klub malam gay di Orlando, Florida, AS yang menewaskan 50 orang adalah ‘tragedi sangat serius’.

Dalai Lama juga mengatakan, adalah salah besar jika menilai semua Muslim sebagai teroris potensial. Semua agama ada beberapa pengikutnya yang jahat dan pengacau.

Pemimpin spiritual Tiber itu seperti hendak menyindir kandidat Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang terkesan anti imigran dan Islam.

Dalam laporannya pada Selasa (14/6), Reuters menyebutkan, Dalai Lama dimintai pandangannya tentang kasus Orlando dan larangan Trump untuk imigran Muslim masuk AS.

Menurut Dalai Lama, Trump mempunyai hak mengeluarkan pendapat. Namun, ia mengatakan, pandangan kandidat Presiden AS itu harus dipersoalkan.

Dalai Lama mengatakan, jika dia mempunyai kesempatan, dia akan meminta penjelasan Trump “Apa alasannya? Lebih terinci.”

Pasca serangan di Orlando, Florida, Trump kembali mengemukakan gagasan kontroversialnya yakni membangun tembok pembatas, melarang imigran dan Muslim masuk ke AS.

Dalam setiap komunitas agama, kata Dalai Lama, termasuk agama Buddha, “ada beberapa orang jahat.”

“Namun, Anda tidak bisa menggeneralisasi,” katanya.

"Beberapa individu Muslim melakukan aksi teror, tetapi kita tidak bisa mengatakan 'semua Muslim itu teroris.' Saya pastikan itu adalah pandangan yang salah.”

Lima puluh orang, termasuk pria penyerang, tewas dalam insiden penembakan di klub malam Orlando, pada Minggu (12/6/2016) dini hari.

Penembakan massal itu terburuk dalam sejarah AS. (Kompas/Masdar)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG