IMG-LOGO
Nasional

Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016

Selasa 21 Juni 2016 6:2 WIB
Bagikan:
Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016
Mojokerto, NU Online
Memasuki periode kepengurusan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang kedua. Pergunu telah mempersiapkan Kongres II ini di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur pada 26-29 Oktober 2016 mendatang. Kegiatan kongres ini akan dihadiri oleh 34 wilayah dan 327 cabang.

Berbagai pertimbangan telah diambil dalam penetapan tempat dan waktunya. Ketua panitia Kongres Pergunu II, Gatot Sujono mengatakan bahwa Amanatul Ummah layak untuk dijadikan tempat kongres dengan mempertimbangkan kesiapan pengasuhnya. 

"Belum ada yang siap dengan melihat keterbatasan waktu yang sesingkat ini selain Amanatul Ummah," tambah Gatot.

Sekretaris Panitia Kongres Fadli Usman mengatakan, keputusan tempat dan waktu telah mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saefuddin Chalim. "Pak Kiai menyatakan telah siap untuk menjadi tuan rumah kongres dan sebagai tuan rumah beliau akan mempersiapkan pelayanan yang terbaik bagi para tamunya,” imbuh Gatot.

Dalam rapat pleno tersebut, juga telah ditetapkan peluncuran Logo kongres. Terpilih karya Ihsan Mustofa, Sekretaris PW Pergunu Provinsi Lampung. "Dari 47 desain yang masuk, terpilih dari PW Lampung yang dijadikan logo resmi," jelasnya. (Red: Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Selasa 21 Juni 2016 22:30 WIB
Tingkatkan Kapasitas Pengurus, PBNU Gulirkan Madrasah Pengkaderan
Tingkatkan Kapasitas Pengurus, PBNU Gulirkan Madrasah Pengkaderan
Jakarta, NU Online
Menindaklanjuti amanat Muktamar ke-33 NU di Jombang, PBNU siap menggulirkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). MKNU merupakan jenjang pematangan dan penguatan kapasitas pengurus yang bersifat wajib di semua tingkatan. 

“Muktamar NU di Jombang mengamanatkan kepada PBNU untuk menyiapkan sebuah sistem kaderisasi di level struktural NU. Nah, MKNU inilah realisasinya,” kata anggota Pokja Kaderisasi PBNU, Masduki Baidlowi di Jakarta, Selasa (21/6).  

Masduki yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PBNU menjelaskan, ke depan, MKNU secara administratif juga menjadi prasyarat bagi calon pengurus harian NU.

Ditargetkan selambat-lambatnya pada tahun 2018 nanti semua pengurus harian NU mulai dari tingkat cabang, wilayah, hingga pengurus besar sudah mengikuti MKNU. 

Dijelaskan, MKNU merupakan sistem pengkaderan pengurus yang matan serta modulnya sudah digodok oleh Pokja Kaderisasi PBNU. Ada beberapa target capaian MKNU. Antara lain terkait upaya menyelaraskan pemahaman Aswaja Annahdliyyah, upaya mengefektifkan garis kebijakan organisasi, dan upaya pemerataan kapasitas SDM pengurus.   

“PBNU sudah menyiapkan beberapa orang Tim Fasilitator MKNU. Penyelenggaraannya akan sesegera mungkin didistribusi ke PW dan PCNU. Dan MKNU perdana Insyaallah akan kami laksanakan 25 atau 26 Syawal nanti selama tiga hari, dengan peserta seluruh pengurus Tanfidziyah PBNU,” urai alumni Ponpes Sidogiri ini. (Didik Suyuti/Zunus)

Selasa 21 Juni 2016 21:4 WIB
Lakpesdam Luncurkan Buku Jihad NU Melawan Korupsi
Lakpesdam Luncurkan Buku Jihad NU Melawan Korupsi
Jakarta, NU Online
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) mengajak masyarakat untuk menghadiri peluncuran perdana buku Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi di Gedung PBNU lantai delapan, Kamis (23/6) sore. Peluncuran ini dikemas dalam silaturahmi Ramadhan dan buka puasa bersama.

Buku ini merupakan kajian lebih lanjut dan pengayaan atas hasil bahtsul masail dan putusan yang pernah dikeluarkan Nahdlatul Ulama melalui forum Muktamar NU maupun Munas Alim-Ulama NU.

Peluncuran ini terselenggara atas kerja sama Lakpesdam PBNU, Koisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaringan Gusdurian, dan Kemitraan. Peluncuran buku ini merupakan bukti gagasan dan komitmen NU dalam pemberantasan korupsi di Indonesia

Gagasan ini dituangkan dalam bentuk buku dan sosialiasi di ruang publik untuk merangkul masyarakat lebih luas khususnya warga NU dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Peluncuran buku ini dimaksudkan untuk memantik diskusi di ruang-ruang publik perihal pemberantasan korupsi. (Alhafiz K)

Selasa 21 Juni 2016 20:0 WIB
Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara
Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara
Semarang, NU Online 
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, Mukhsin mengungkapkan, Mbah Sholeh mampu menjadi jangkar kebudayaan yang bisa kita nikmati sekarang ini. Ia menulis karya-karyanya, termasuk kitab tafsir Faidlur Rahman menggunakan arab-pegon menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan gagasan dan keilmuan Islam.

"Mbah Sholeh bisa menajamkan kebudayaan kita," kata Mukhsin saat mengisi diskusi Intelektualisme Islam Nusantara, di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Ahad (19/6). 

Mbah Sholeh Darat yang hidup pada akhir abad 19 mampu menjadi simpul gerakan ulama Nusantara. Ia berguru kepada ulama lokal hingga Makkah.

Pada zaman itu, Mbah Sholeh Darat tak hanya hidup sendiri. Banyak ulama seperti Syekh Yusuf al-Makassari, Syekh Mahfudz Termas dan Syekh Nawawi Banten. Mereka melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh pendahulu mereka.

Selain itu, ada hubungan kuat antara guru dan murid yang terus terjaga sehingga perjuangannya dapat dilanjutkan, misalnya Hadhratus Syeikh Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah) yang keduanya merupakan murid Mbah Sholeh Darat.

Mukhsin menyebut, Mbah Sholeh sebagai salah satu peletak dasar pesantren di Nusantara. Disamping mengajar, Mbah Sholeh juga menuliskan gagasan-gagasan aslinya. Ia mampu meletakkan tradisi studi Islam dengan menyimpulkan jejaring pesantren yang nantinya berkembang di Nusantara dan menjadikan tafaqquh fi al-din sebagai jalan menguatkan intelektualisme. (M Zulfa/Zunus)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG