IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

PMII Merdeka Pasuruan 18 Tahun Buka Puasa Lintas Agama

Jumat 1 Juli 2016 18:32 WIB
Bagikan:
PMII Merdeka Pasuruan 18 Tahun Buka Puasa Lintas Agama
Pasuruan, NU Online
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Merdeka Pasuruan mengadakan buka bersama melibatkan elemen lintas agama di kota tersebut. Kegiatan yang disertai santunan anak yatim tersebut dihadiri perwakilan dari tokoh-tokoh agama, kader-kader serta Alumni PMII.

Di antara yang hadir Ketua FKUB Kota Pasuruan KH Ali Iqbal, Pendeta Harmono dari Vihara Kota Pasuruan dan Bi Maya Wuysang dari Gereja Bethany Pasuruan. Turut hadir pula beberapa Alumni PMII Komisariat Merdeka Pasuruan yaitu Sahabat Waladi Imaduddin yang kini menjabat sebagai Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan dan Saad Muafi yang kini menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Bangil.

Ketua Komisariat PMII Merdeka Pasuruan M Solichin Ichromullah mengatakan, buka puasa lintas agama ini istiqomah dilakukan PMII sejak tahun 2002.

"Ini adalah agenda rutin kami dalam mengisi bulan Ramadhan yang telah berlangsung selama 18 tahun. Hal itu untuk menjaga semangat kebhinekaan kita sebagai anak bangsa," terangnya.

Kegiatan yang disemarakkan dengan pentas seni dari anak-anak vihara kota Pasuruan tersebut, elemen yang hadir sepakat untuk membentuk Kader Penggerak Lintas Agama di Kota Pasuruan. (Zulkarnain Mahmud/ Hanan/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 1 Juli 2016 21:1 WIB
Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid
Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid
Cirebon, NU Online
Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon menggelar kajian fiqih seputar haid di Pesantren Raudlatut Tholibin Desa Kalibuntu, Pabebdilan, Kamis (30/6). Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Ikatan Alumni Pesantren Lirboyo Kecamatan Pangenan yang diikuti puluhan anggota IPNU dan IPPNU setempat.

Menurut Ketua IPPNU Pabedilan Sri Mahmudah, kegiatan seminar ini membahas perempuan khususnya haid, nifas, dan seluruh permasalahannya. Kajian ini menghadirkan narasumber Ustadz Harun Purhadi, alumni Pesantren Lirboyo.

"Intinya menuju perempuan salehah. Minimalnya tahu dan mengerti seluk-beluk haid. Tentang haid ini menurutku sangat penting juga dikaji baik oleh perempuan maupun laki-laki. Karena perempuan dan laki-laki sudah seharusnya mengerti persoalan haid dan permasalahannya,” jelas Mudah.

Sedangkan Ketua IPNU Pabedilan Ahmad Fahrurrijal mengatakan, kegiatan ini penting karena banyak para kader yang membutuhkan pengetahuan seputar haid dan thaharah agar lebih mantap dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Untuk laki-laki, agar kelak setelah berumah tangga paham tentang haid dan dapat menuntun istrinya.

Alhamdulillah acara kami disambut dengan baik oleh kader. Setelah seminar acara kami lanjut dengan tadarus Al-Qur’an sambil ngabuburit dan buka bersama. Malamnya setelah Tarawih, kami isi dengan rapat koordinasi dengan seluruh ranting dan komisariat yang ada di Kecamatan Pabedilan,” jelas Rijal kepada NU Online.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Ketua IPNU Cirebon Ayub Al-Ansori dan Ketua IPPNU Cirebon Nur Aida Fajriyanti berharap ke depan seluruh anak cabang Pelajar NU selain gencar kaderisasi formal juga penting untuk memerhatikan keilmuan para pelajar baik dalam bentuk seminar, diskusi, maupun pelatihan. (Nurjannah Al-Kendali/Alhafiz K)

Jumat 1 Juli 2016 20:3 WIB
Untuk Hj Fatma, Semua Masjid NU di Blitar Gelar Shalat Ghoib
Untuk Hj Fatma, Semua Masjid NU di Blitar Gelar Shalat Ghoib
Blitar, NU Online
Semua masjid yang tergabung dalam Lembaga Ta’mir  Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) di Blitar Raya menggelar shalat ghoib untuk Hajjah Siti Fatma istri KH Musthofa Bisri ( Gus Mus ). Acara shalat dan thalil diselenggarakan usai shalat Jum’at.

“Memang semua masjid yang tergabung dalam LTMNU kami intruksikan untuk melakukan shalat ghoib untuk ibu Siti Fatma istri Gus Mus.Alhamdulillah semua melaksanakan,” ungkap Ketua LTMNU Kabupaten Blitar KH Mohammad Djais kepadaNU Online siang tadi.

Menurutnya, tidak hanya masjid milik NU yang menshalati almarhumah. Hampir semua yang tahu dengan mantan PJ Rais Am PBNU itu pasti melaksanakan shalat ghoib.

“Banyak orang tahu sosok Gus Mus. Sehingga semua mensholati istrinya,” tandas Mbah Djais panggilan akrabnya.

Sebagaimana diketahui Ny Hj Siti Fatma istri KH Musthofa Bisri pulang ke rahmatullah pada Kamis (30/6) pukul 14.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Rembang.

Atas wafatnya almarhumah, PBNU dan PP GP Ansor mengintruksikan seluruh PW,PC GP Ansor untuk melakukan shalat ghoib. Alhamdulillah dalam waktu singkat intruksi tersebut dilaksanakan oleh pengurus di bawahnya, khususnya di masjid-masjid milik NU. “Insya Allah semua anggota LTMNU dan lainnya melaksanakan shalat ghoib untuk ibu nyai,” ungkap Mbah Djais.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar Drs Masduki. Menurutnya, PCNU memang  menginstruksikan kepada MWC dan ranting-ranting NU untuk melaksanakan shalat ghoib untuk istri KH Musthofa Bisri.

“Begitu cabang menerima instruksi dari PBNU, intruksi tersebut kita lanjutkan ke MWCNU dan ranting-ranting NU. Alhamdulillah semua melaksanakan. Rata-rata dilaksanakan usai shalat Jum’at. Meski ada yang melaksanakan usai shalat tarawih tadi malam,” tambah Masduki. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Jumat 1 Juli 2016 19:1 WIB
Di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Gus Ipul Ingatkan Makna Mudik
Di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Gus Ipul Ingatkan Makna Mudik
Surabaya, NU Online
Tradisi kembali ke kampung halaman atau mudik yang diwariskan nenek moyang di Tanah Air ternyata memiliki arti yang sangat dalam. Tidak semata perpindahan fisik dari tanah rantau menuju kelahiran, juga makna lain yang layak diperhatikan.

"Mudik mengajarkan kepada kita untuk kembali," kata H Saifullah Yusuf di Masjid Nasional al-Akbar Surabaya, Jumat (1/7). Ketua PBNU ini menyampaikan bahwa kembali yang sesungguhnya adalah kepada Allah SWT. Sehingga dengan mudik tersebut, kaum muslimin senantiasa diingatkan akan ujung perjalanannya kelak.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, dengan menjaga tradisi mudik, maka umat Islam akan terus berupaya beramal yang terbaik khususnya di Ramadhan yang tersisa. "Meskipun kita belum mampu memberikan yang terbaik, paling tidak telah berusaha," ungkapnya.

Makna selanjutnya dari mudik menurut Wakil Gubernur Jawa Timur ini adalah dating dengan behagia. "Walaupun kita bersusah payah mudik, namun karena datang dengan membawa kebahagiaan, segala derita itu tidak dirasakan," katanya. Karena itu, banyak yang rela membawa barang dengan jumlah banyak dan terkesan merepotkan pemudik. "Tapi karena dating dengan membawa kebahagiaan, hal tersebut tidak dirasakan," katanya.

Bagi Gus Ipul, pesan kedua ini juga hendaknya ditanamkan dalam hati kaum muslimin. "Kita usahakan, saat kembali kepada Allah, dating dengan membawa kebahagiaan pula," terangnya. Dan hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak amal kebaikan selama hidup di dunia.

Sedangkan pesan berikutnya adalah menjaga keseimbangan. "Dunia harus kita urus, demikian juga akhirat," ungkapnya. Karena kalau hanya memikirkan dunia, maka cenderung akan lupa diri. "Sedangkan kalau akhirat saja, maka dunia akan diurus orang lain," tandasnya.

Paparan ini disampaikan Gus Ipul usai jamaah shalat Jumat di masjid nasional tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan armada gratis untuk para pemudik di berbagai kota di Jawa Timur. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG