IMG-LOGO
Nasional

Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu

Sabtu 2 Juli 2016 4:1 WIB
Bagikan:
Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu
Gresik, NU Online
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berbagi cerita dengan anak yatim piatu, fakir miskin serta para janda di Gresik, Jawa Timur. Kegiatan yang dikemas dengan pemberian santunan, buka bersama dan shalat magrib berjama'ah tersebut diselenggarakan di Wisma Jenderal Ahmad Yani, Jumat (1/6).

"Acara santunan kali ini sangatlah istimewa karena dihadiri langsung oleh Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, ibu negara RI ke-4. Dan beliau nantinya akan mengisi taushiyah dan berbagi cerita kepada anak-anak yatim piatu yang hadir," kata Yunus, Ketua paniti saat menyampaikan laporan kegiatan yang dilaksanakan PT Varia Usaha.

Dalam santunan tersebut, Yunus mengatakan, ada 118 anak yatim piatu dari enam desa atau keluharan di sekitar PT Varia Usaha. Di antaranya adalah, Desa Sidorukun, Kelurahan Sidomoro, Desa Singosari, Kelurahan Gulomantung, Kelurahan Indro dan Kelurahan Kramat Inggil Kebomas Gresik.

Yunus  juga mengatakan, pada kegiatan tersebut panitia mengundang 232 anak yatim piatu dari anak pengemudi dan karyawan PT Varia Usaha.

Sementara Shinta Nuriyah menceritakan, safari ramadhan ini sudah dijalaninya sejak 16 tahun silam, dimulai saat KH Abdurrahman Wahid menjadi orang nomer satu di Indonesia. Dirinya senang bisa bersama dengan anak-anak yatim piatu, para masakin di tempat itu.

"Sebenarnya bukan buka bersama tapi sahur bersama. Sahur  bersama tukang becak, tukang sayur, tukang ojek. Kalau sahur dengan mereka saya yang datang ke mereka. Termasuk ke bawah jembatan, bagi mereka yang tinggal di jembatan," cerita Shinta di hadapan anak-anak. (Rof Maulana /Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 2 Juli 2016 15:1 WIB
PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis
PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis
Jakarta, NU Online
Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) mengajak ribuan peserta mudik bareng NU berdoa sebelum keberangkatan 37 bus yang mengantarkan mereka ke pelbagai kota di Jawa. Mereka berdoa bersama agar perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala.

Sementara sambutan disampaikan oleh Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani, Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi, dan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

Menurut Kia Mannan, program mudik gratis bareng NU merupakan bentuk kontribusi konkret LTM dalam melayani umat.

“Ini bagian dari ikhtiar kita. NU mesti mengambil bagian di sini. Jangan hanya mengklaim bahwa jumlah warga NU puluhan juta. Tetapi pengurus NU mesti tunjukkan dan berbuat konkret untuk mereka,” kata Kiai Mannan yang sebelumnya diamanahi sebagai Ketua LTM PBNU di hadapan ribuan pemudik bareng NU di halaman parkir PBNU, Sabtu (2/7) pagi.

Sementara H Mansur Syairozi dalam sambutannya mengatakan bahwa LTM PBNU terus bergerak dinamis.

“Tahun ini mudik bareng NU istimewa. Kita memberangkatkan sebanyak 580 pemudik melalui moda transportasi kereta. Sebagian dari mereka bahkan kita sediakan keberangkatan balik ke Jakarta,” kata H Mansur.

Menurut salah seorang koordinator mudik bareng NU Mujahidin, LTM PBNU menyediakan enam gerbong untuk keberangkatan kereta. Ia berharap ke depan layanan mudik LTM PBNU semakin baik.

Layanan mudik bareng ini terselenggara atas kerja sama LTM PBNU dan Bank Mandiri. “Pada tahun ini kita juga berkoordinasi dengan LDNU dan NU Online,” kata Mujahidin. (Alhafiz K)

Sabtu 2 Juli 2016 12:0 WIB
10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik
10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik

Surabaya, NU Online
Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna Jawa Timur secara resmi membuka Posko Mudik Terpadu Banser Jatim 2016. Program ini dimaksudkan untuk membantu peran kepolisian dalam memantau dan mengawasi arus mudik dan balik sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Selain membantu mengurangi tindak kriminal di jalan raya, posko ini juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para pemudik. Posko Mudik Terpadu Banser Jawa Timur dibuat 2 sampai 3 titik di seluruh cabang. Secara keseluruhan berjumlah 125 titik di seluruh cabang di Jawa timur dengan kekuatan personil kurang lebih 10 ribu anggota Banser.

Sebelumnya, Kasatkorwil Banser Jawa Timur dr. H. Umar Usman menjelaskan bahwa keberadaan posko mudik ini membantu kepolisian dalam membantu mengurai kemacetan juga meningkatkan keselamatan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

Ia juga menegaskan, selain membagikan takjil gratis, posko juga menyediakan fasilitas peristirahatan dan tempat shalat yang dilengkapi dengan tempat  wudhu, toilet, dan perlengkapan shalat.

“Posko terpadu ini buka selama 24 jam dengan bergantian personel setiap 12 jam sekali untuk mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan agar dapat meminimalkan angka kecelakaan yang pada tahun lalu mencapai  kurang lebih 700 jiwa meninggal dalam kasus kecelakaan saat arus mudik dan balik,” ujar Umar. (Abdul Basyit/Mahbib)


Sabtu 2 Juli 2016 10:0 WIB
Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak
Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak

Gresik, NU Online
Kehadiran Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid sudah ditunggu-tunggu anak-anak yatim piatu dan ibu-ibu janda serta para dhuafa, fakir, miskin yang hadir di gedung Wisma Jenderal Ahmad Yani Gresik, Jumat (1/6).

Dalam kesempatan ini, Sinta Nuriyah mengajak anak-anak secara aktif memahami empat pilar kebangsaan. Dengan sabar dan jiwa keibuan, Sinta mengajak anak-anak untuk memahami apa itu Indonesia. "Saya sadar, kita tinggal di negara apa? Dasar negaranya apa? Lalu apa semboyannya?" kata Sinta melempar pertanyaan kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Tak sedikit anak-anak menjawab dengan pelan tapi pasti. Secara perlahan anak-anak menjawab kita tinggal di negera Indonesia. "Lalu apa dasar negaranya?" tanya Sinta berlanjut. Mereka menjawab Pancasila.

"Pancasila ada berapa?”

“Ada lima.”

“Siapa yang bisa menjawab akan dikasih hadiah sama Pak Direktur Semen Indonesia," pancing Sinta.

"Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata para hadirin dengan suara kompak.

Lalu yang terkahir, “Semboyannya negara Indonesia apa?” “Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu jua.”

“Yang beda apanya?" lanjut ibu negara ke-4 RI ini melontarkan pertanyaan. "Berbeda agamanya, sukunya, bahasanya, budayanya, adat istiadatnya, dan makanannya," kata anak-anak sambil dituntun oleh Sinta Nuriyah.

Terbawa kata makanan, istri almarhum Gus Dur ini rupanya mengetes anak-anak makanan di daerahnya. "Makanan khas Gresik apa saja?" “Nasi krawu, pudak, dan otak-otak bandeng.”

"Nanti Bu Sinta apa dibawakan pudak nggak?” Tanya Sinta dengan rasa senang karena anak-anak sudah tahu makanan khas daerahnya. Spontan anak-anak menjawab “Iya”.

Di penghujung acara Sinta membagikan satu persatu hadiah yang telah disediakan oleh PT Varia Usaha kepada anak-anak yang aktif dan merespon setiap pertanyaan. Di antara hadiah tersebut adalah tiga sepeda gunung, televisi, kulkas, kompor gas, dan lain-lain. (Rof Maulana/Mahbib)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG