IMG-LOGO
Nasional

10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik

Sabtu 2 Juli 2016 12:0 WIB
Bagikan:
10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik

Surabaya, NU Online
Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna Jawa Timur secara resmi membuka Posko Mudik Terpadu Banser Jatim 2016. Program ini dimaksudkan untuk membantu peran kepolisian dalam memantau dan mengawasi arus mudik dan balik sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Selain membantu mengurangi tindak kriminal di jalan raya, posko ini juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para pemudik. Posko Mudik Terpadu Banser Jawa Timur dibuat 2 sampai 3 titik di seluruh cabang. Secara keseluruhan berjumlah 125 titik di seluruh cabang di Jawa timur dengan kekuatan personil kurang lebih 10 ribu anggota Banser.

Sebelumnya, Kasatkorwil Banser Jawa Timur dr. H. Umar Usman menjelaskan bahwa keberadaan posko mudik ini membantu kepolisian dalam membantu mengurai kemacetan juga meningkatkan keselamatan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

Ia juga menegaskan, selain membagikan takjil gratis, posko juga menyediakan fasilitas peristirahatan dan tempat shalat yang dilengkapi dengan tempat  wudhu, toilet, dan perlengkapan shalat.

“Posko terpadu ini buka selama 24 jam dengan bergantian personel setiap 12 jam sekali untuk mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan agar dapat meminimalkan angka kecelakaan yang pada tahun lalu mencapai  kurang lebih 700 jiwa meninggal dalam kasus kecelakaan saat arus mudik dan balik,” ujar Umar. (Abdul Basyit/Mahbib)


Tags:
Bagikan:
Sabtu 2 Juli 2016 15:1 WIB
PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis
PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis
Jakarta, NU Online
Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) mengajak ribuan peserta mudik bareng NU berdoa sebelum keberangkatan 37 bus yang mengantarkan mereka ke pelbagai kota di Jawa. Mereka berdoa bersama agar perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala.

Sementara sambutan disampaikan oleh Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani, Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi, dan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

Menurut Kia Mannan, program mudik gratis bareng NU merupakan bentuk kontribusi konkret LTM dalam melayani umat.

“Ini bagian dari ikhtiar kita. NU mesti mengambil bagian di sini. Jangan hanya mengklaim bahwa jumlah warga NU puluhan juta. Tetapi pengurus NU mesti tunjukkan dan berbuat konkret untuk mereka,” kata Kiai Mannan yang sebelumnya diamanahi sebagai Ketua LTM PBNU di hadapan ribuan pemudik bareng NU di halaman parkir PBNU, Sabtu (2/7) pagi.

Sementara H Mansur Syairozi dalam sambutannya mengatakan bahwa LTM PBNU terus bergerak dinamis.

“Tahun ini mudik bareng NU istimewa. Kita memberangkatkan sebanyak 580 pemudik melalui moda transportasi kereta. Sebagian dari mereka bahkan kita sediakan keberangkatan balik ke Jakarta,” kata H Mansur.

Menurut salah seorang koordinator mudik bareng NU Mujahidin, LTM PBNU menyediakan enam gerbong untuk keberangkatan kereta. Ia berharap ke depan layanan mudik LTM PBNU semakin baik.

Layanan mudik bareng ini terselenggara atas kerja sama LTM PBNU dan Bank Mandiri. “Pada tahun ini kita juga berkoordinasi dengan LDNU dan NU Online,” kata Mujahidin. (Alhafiz K)

Sabtu 2 Juli 2016 10:0 WIB
Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak
Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak

Gresik, NU Online
Kehadiran Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid sudah ditunggu-tunggu anak-anak yatim piatu dan ibu-ibu janda serta para dhuafa, fakir, miskin yang hadir di gedung Wisma Jenderal Ahmad Yani Gresik, Jumat (1/6).

Dalam kesempatan ini, Sinta Nuriyah mengajak anak-anak secara aktif memahami empat pilar kebangsaan. Dengan sabar dan jiwa keibuan, Sinta mengajak anak-anak untuk memahami apa itu Indonesia. "Saya sadar, kita tinggal di negara apa? Dasar negaranya apa? Lalu apa semboyannya?" kata Sinta melempar pertanyaan kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Tak sedikit anak-anak menjawab dengan pelan tapi pasti. Secara perlahan anak-anak menjawab kita tinggal di negera Indonesia. "Lalu apa dasar negaranya?" tanya Sinta berlanjut. Mereka menjawab Pancasila.

"Pancasila ada berapa?”

“Ada lima.”

“Siapa yang bisa menjawab akan dikasih hadiah sama Pak Direktur Semen Indonesia," pancing Sinta.

"Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata para hadirin dengan suara kompak.

Lalu yang terkahir, “Semboyannya negara Indonesia apa?” “Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu jua.”

“Yang beda apanya?" lanjut ibu negara ke-4 RI ini melontarkan pertanyaan. "Berbeda agamanya, sukunya, bahasanya, budayanya, adat istiadatnya, dan makanannya," kata anak-anak sambil dituntun oleh Sinta Nuriyah.

Terbawa kata makanan, istri almarhum Gus Dur ini rupanya mengetes anak-anak makanan di daerahnya. "Makanan khas Gresik apa saja?" “Nasi krawu, pudak, dan otak-otak bandeng.”

"Nanti Bu Sinta apa dibawakan pudak nggak?” Tanya Sinta dengan rasa senang karena anak-anak sudah tahu makanan khas daerahnya. Spontan anak-anak menjawab “Iya”.

Di penghujung acara Sinta membagikan satu persatu hadiah yang telah disediakan oleh PT Varia Usaha kepada anak-anak yang aktif dan merespon setiap pertanyaan. Di antara hadiah tersebut adalah tiga sepeda gunung, televisi, kulkas, kompor gas, dan lain-lain. (Rof Maulana/Mahbib)


Sabtu 2 Juli 2016 9:13 WIB
Fatayat Lampung Ajak Masyarakat Terlibat Cegah KDRT
Fatayat Lampung Ajak Masyarakat Terlibat Cegah KDRT
Khalida Ketua PW Fatayat NU Lampung
Bandar Lampung, NU Online
Visi Fatayat NU adalah penghapusan kekerasan, ketidakadilan dan kemiskinan dalam masyarakat dengan mengembangkan wacana kehidupan sosial yang konstruktif serta berkeadilan gender. Pasca Kongres Fatayat NU di Jawa Timur, langkah kongkrit dilakukan dalam mengimplementasikan salah satu visi dimaksud adalah dengan langsung mengadakan penyuluhan hukum tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan.

"Kewajiban kita dalam konteks ini, siapa pun itu, tidak hanya perempuan adalah mencegah berlangsungnya KDRT," ujar Ketua PW Fatayat NU Lampung, Khalida, di Bandar Lampung, Sabtu (2/7).

Langkah telah dilakukan ialah memberikan sosialisasi dan cara pencegahan serta penanganannya dengan melibatkan semua simpul-simpul masyarakat serta berinisiatif memberikan perlindungan kepada korban.

"Hal lain berkaitan dengan kejadian KDRT ialah memberikan pertolongan darurat semampu kita sebelum tenaga medis atau dokter datang, serta mendampingi pelaporan," papar anggota Komisi Informasi Lampung itu lagi.

Namun demikian, imbuh Khalida, satu hal jangan sampai luput karena terkosentrasi pada pencegahan tindakan semata. Tapi juga pada akibat, bimbingan konseling kepada korban KDRT baik dari psikolog maupun pembimbing rohani sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri dari korban.

PW Fatayat NU Provinsi Lampung beberapa waktu lalu mengambil inisiasi terkait penanganan KDRT dengan melibatkan peserta dari seluruh pimpinan cabang, pimpinan anak cabang dan ranting Fatayat NU di Kabupaten Lampung Timur yang dibagi dalam tiga zona.

"Intinya, jika perempuan selalu dan kerap sebagai obyek korban KDRT, langkah preventif dan antisipatisinya justru bukan pada keluarga atau orang terdekat. Tapi pada perempuan itu sendiri. Perlu memberikan 'bekal' atau pengetahuan mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya KDRT, upaya pencegahan dan cara mengatasinya serta yang paling penting adalah membangun kemandirian perempuan itu sendiri," demikian Khalida. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)





IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG