IMG-LOGO
Daerah

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

Senin 4 Juli 2016 17:0 WIB
Bagikan:
Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan
Jombang, NU Online
Alhamdulillah, di kampungku setiap malam likuran, yakni tanggal ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan selalu ada kegiatan membaca shalawat bersama. Kegiatan rutin ni dilakukan bergiliran antarmushala dan masjid. Budaya ini sepengetahuanku sudah berjalan puluhan tahun.

Kebetulan di kampungku ada sebanyak 9 mushala dan satu masjid. Dulu waktu aku masih kecil, awalnya ada 4 mushala dan satu masjid. Hampir seluruh anak anak remaja, dewasa dan juga orang dewasa ikut kegiatan pembacaan shalaawat di malam ganjil. Mulai malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 dan puncaknya malam 29 di Masjid Al Hasan Balongombo Tembelang.

Karena perkembangan, kini mushala bertambah hingga 9 bangunan. Meski bertambah kegiatan baca shalawat tetap berjalan. Di akhir pembacaan shalawat, ambengan makan nasi tumpeng yang dibuat oleh warga jamaah sekitar mushala selalu menyertai kegaiatan.

Dan tidak ketinggalan petasan juga selalu mewarnai saat pembacaan shalawat pada tahab srakal, ketika jamaah membaca shalawat dengan berdiri. "Mahalul Qiyam. Bunyi petasan bersahutan. Setiap rombongan remaja dari mushala-mushala selalu bersaing membawa petasan untuk ditampilkan. Hal itu berjalan sebelum ada larangan dari pihak berwajib.

Petasan asli produk Jombang sudah menjadi tradisi mewarnai bulan puasa, biasa dibunyikan saat berbuka, atau saat waktu sahur. Dan paling sering dan paling banyak dibunyikan saat malam ganjil pas menggelar shalawatan. Serta usai menggelar shalat Id yang digelar di masjid setempat.

Mereka membuat sendiri petasan tersebut. Bahkan tidak jarang remaja mushala yang ditempati membuat petasan dengan jumlah hingga ratusan. Puas, bangga jika melihat halaman mushala dan masjid penuh dengan percihan kertas.

Dengan pembacaan shawat, dan tradisi membunyikan petasan suasana bulan puasa dan hari Idul Fitri semakin terlihat. Dan masayrakat yang kebetulan pulang kampung bisa menikmati dan bernostalgia masa kecil saat di kampung halaman. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Bagikan:
Senin 4 Juli 2016 23:30 WIB
Naqsyabandiyah Gersempal Imbau Jamaahnya Ikuti Keputusan Idul Fitri Pemerintah
Naqsyabandiyah Gersempal Imbau Jamaahnya Ikuti Keputusan Idul Fitri Pemerintah
Gersempal, NU Online
Thoriqoh Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal dalam penentuan hari Raya Idul Fitri 1437 H menunggu keputusan Nahdlatul Ulama serta hasil sidang istbat Pemerintah RI. 

Hal tersebut disampaikan oleh Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Gersempal KH Ahmad Ja'far Abd. Wahid QS dalam acara Shalat Tarawih, Dzikir Bersama, dan Tawajjuh Akbar di PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang pada 30 Juni 2016 atau26 Ramadhan 1437 H.

Sementara itu, melalui organisasinya pengurus SITQON (Silaturahim Ikhwan-Akhwat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah), bagian Humas KH M Sahibuddin menyampaikan hasil dari Tim Falaqiyah Sıtqon, bahwa ijtima' akhir Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin 04 Juli 2016 pukul 18.03 WIB dengan ketinggian hilal haqiqi pada hari ijtima' posisi hilal pada hari tersebut minus 1 derajat (di bawah ufuk). Maka kemungkinan besar bulan pada waktu tersebut tidak dapat dirukyah sehingga manakala bulan tidak terlihat maka menggenapkan puasa Ramadhan 1437 H menjadi 30 hari (Idul Fitri jatuh pada Rabu, 06 Juli 2016).

Namun demikian karena rukyatul hilal itu menjadi dasar penetapan hukum, dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan, maka diimbau kepada jama'ah atau simpatisan untuk tetap menunggu hasil sidang Istbat pemerintah RI dalam hal ini Kemenag dan Ikhbar PBNU tentang keputusan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Red: Mukafi Niam
Senin 4 Juli 2016 22:30 WIB
Pelajar NU Ketanggungan Brebes Khatamkan Al-Qur’an 500 Kali
Pelajar NU Ketanggungan Brebes Khatamkan Al-Qur’an 500 Kali
Brebes, NU Online
Pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Ketanggungan Kab. Brebes telah menyelenggarakan acara puncak Khotmil Qur'an dengan sebanyak 500 khataman di Desa Kubangjati Kec Ketanggungan (2/7). 

Acara yang dihadiri sebagai lebih dari 800 kader IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ketanggungan ini berlangsung dengan meriah. Pasalnya para kader baik itu dari tingkat Ranting dan PAC selama bulan Ramadhan berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 500 kali. Pembacaan dilaksanakan setiap hari oleh semua Ranting dan PAC dari siang sampai sore hari. Kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan kembali semangat membaca Al-Qur'an kepada para remaja di desa-desa.  

"Kita ingin para generasi muda semangat dalam membaca Al-Qur'an," ucap Abdul Azid selaku ketua PAC IPNU Kecamatan Ketanggungan. 

Acara puncak tersebut berjalan dengan penuh kekhidmatan dengan berharap akan mendapatkan keberkahan dari Al-Qur'an. Dalam sambutannya ketua PC  IPNU Kabupaten Brebes Ferial Farkhan mengatakan bahwa ini adalah kali pertama dilaksanakan oleh IPNU-IPPNU di Kabupaten Brebes.  

"Ini adalah pertama yang dilakukan oleh IPNU IPPNU. Dan PAC Ketanggungan lah yang membuat sejarah baik. Semoga kita semua akan mendapatkan keberkahan dari membaca Al-Qur'an," ungkap Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes itu. 

Di sela-sela acara puncak tersebut, secara simbolis PAC Ketanggungan menyerahkan Al-Qur'an kepada MWC NU Kecamatan Ketanggungan.  Sebanyak 22 Ranting IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ketanggungan mendapatkan satu buah Al-Qur'an. Kegiatan ditutup dengan berbuka puasa bersama dan dilanjutkan dengan shalat Tarawih berjamaah.

Direncanakan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tiap bulan Ramadhan pada tahun tahun selanjutnya. (Ferial Farkhan/Mukafi Niam)
Senin 4 Juli 2016 21:1 WIB
Jelang Lebaran, Pemkab-PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah
Jelang Lebaran, Pemkab-PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah
Probolinggo, NU Online
Menjelang tibanya hari kemenangan Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Forkopimda, PCNU Kabupaten Probolinggo, MWCNU hingga Ranting NU bersama segenap komponen masyarakat melaksanakan istighotsah sekaligus pengajian umum, Sabtu (2/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Kapolres Probolinggo AKBP Hando Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Suratno, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi, dan segenap lembaga dan badan otonom.

Kegiatan ini diawali dengan istighotsah yang dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Hj Ucik Nurul Hidayati dari Pasuruan. Dalam pesannya, Ning Ucik menyampaikan hendaknya umat Islam benar-benar mampu memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini untuk bermunajat kepada Allah SWT terlebih lagi di hari-hari akhir untuk meraih malam 1000 bulan yang lebih dikenal dengan malam Lailatul Qadar.

Dalam kesempatan tersebut Ning Ucik juga melantunkan sebuah syi’ir Madura yang artinya “Jangan hanya bisa mengaku Islam akan tetapi amaliyah tidak Islami. Sebab yang seperti itu dikenal dengan Islam KTP. Ketika diajak untuk sholat, puasa dan ibadah lainnya, mereka bilangnya malas dan lebih senang untuk mencari dan menumpuk harta.”

“Padahal seharusnya bulan Ramadhan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bekal akhirat kelak. Saya berharap dalam doa apa yang menjadi cita-cita kita semua yang hadir diijabah oleh Allah,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin menyampaikan syukur kepada Allah SWT dimana di penghujung bulan Ramadhan ini masih ditakdir untuk berkumpul bersama. “Mudah-mudahan kita mampu mengisi bulan suci Ramadhan ini dengan kegiatan ibadah kepada Allah SWT sekaligus meraih kemenangan di hari yang fitri,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG