IMG-LOGO
Nasional

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran

Selasa 12 Juli 2016 20:45 WIB
Bagikan:
Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran
Jakarta, NU Online
Suasana Lebaran Idul Fitri dimanfaatkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar untuk mempersolid kinerja jajaran pejabat dan seluruh pegawai kementerian.

"Bulan Syawal dan nuansa Idul Fitri adalah kesempatan pembersihan diri kita semua. Artinya kita semakin siap untuk beraktivitas dengan semangat dan etos kerja yang lebih baik," ujar Mendes Marwan saat halal bihalal bersama seluruh pejabat dan pegawai di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta, Selasa (12/7)

Marwan menambahkan, saat ini masih banyak program-program kerakyatan yang harus segera dijalankan hingga tuntas. Karena itu, soliditas dan semangat kerja semua elemen Kementerian Desa harus lebih baik dibanding sebelumnya.

"Kita membangun suasana baru setelah Idul Fitri dengan langkah-langkah progresif ke depan. Semua jajaran saya minta menjaga soliditas dan juga membangun koordinasi intensif di semua tingkatan dalam kerangka lebih besar, yakni menyukseskan semua program yang akan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara" jelasnya.

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini juga mengingatkan, dalam waktu tidak lama lagi, Kementerian Desa PDTT akan menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) 2017. Kementerian Desa tentunya harus membuat program-program unggulan yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

"Kalau bisa, saya minta ada aspirasi dan masukan dari ibu dan bapak di semua jajaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Program unggulan yang kita jalankan harus menyentuh masyarakat bawah dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan bangsa kita," tandasnya.

Pada bagian akhir, Mendes Marwan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya secara pribadi maupun sebagai Menteri Desa atas segala kesalahan.

"Bulan Syawal adalah masa saling bermaaf-maafan. Selama kita semua berintraksi, sengaja atau tidak pasti ada kesalahan. Oleh karenanya saya minta maaf setulus-tulusnya," tuntas Mendes Marwan. (Red: Mahbib)


Bagikan:
Selasa 12 Juli 2016 18:34 WIB
Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik
Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik
ilustrasi: getty image
Jakarta, NU Online
Pemerintah mengakui telah melakukan kesalahan dalam memperkirakan atau memprediksi kemacetan arus mudik di jalan tol baru Pejagan - Brebes, Jawa Tengah sehingga terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa, mengatakan pada saat rapat kabinet persiapan Lebaran 2016, Pemerintah sudah mengatur solusi dan kebijakan untuk meminimalkan kemacetan selama arus mudik dan arus balik.

"Kami terlalu yakin dan optimistis dengan jalan tol baru itu dapat membantu. Ternyata masyarakat berpikiran sama, semua orang yakin, akhirnya bertumpuklah itu sehingga terjadilah musibah," kata Wapres Kalla.

Dia menjelaskan sesungguhnya Pemerintah telah membahas berbagai usulan pada saat rapat kabinet tersebut. Salah satu usulan Wapres adalah dengan menjual karcis tol di satu pintu, sehingga pintu tol bebas dilewati oleh pengendara.

"Kalau dihitung, itu memerlukan waktu 15 detik bagi orang untuk membayar tol, apalagi kalau menukar uang. Nah, kalau sejuta dikali 15 detik, sudah 15 juta detik hilang (pemberhentian di gerbang tol). Kalau dia hanya punya 15 gerbang, sudah berapa waktu bisa dihemat karena itu, tinggal lempar saja itu karcis. Tetapi itu tidak dilakukan juga," jelasnya.

Selain itu, ada pula usulan untuk memberlakukan nomor kendaraan ganjil dan genap dalam melakukan perjalanan mudik.

Misalnya, kendaraan dengan plat nomor genap diatur untuk melakukan perjalanan pada Sabtu dan Senin; kemudian kendaraan dengan plat nomor ganjil pada Minggu dan Selasa.

Namun hal itu perlu dikaji lebih dalam lagi efektivitasnya, mengingat semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dipakai masyarakat untuk mudik Lebaran.

Terkait adanya belasan pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di perjalanan karena macet, Wapres mengatakan Pemerintah meminta maaf atas kejadian itu dan akan melakukan evaluasi.

"Pemerintah sudah berusaha melayani sebaik-baiknya dan masyarakat yakin akan itu (tol baru), tetapi semua orang terlalu yakin. Jadi lain kali harus diatur lebih baik lagi," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)
Selasa 12 Juli 2016 6:36 WIB
Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan
Begini Halal bi Halal dan Open House NU di Pakistan

Islamabad, NU Online
Dalam rangka mempererat hubungan silaturahim antarpelajar dan mahasiswa Indonesia di Pakistan, pada hari ke-4 Idul Fitri 1437 H, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Pakistan menggelar Halal bi Halal dan Open House.

Acara yang diadakan pada Sabtu, (9/7) pukul 17.00 tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat seperti PPMI, IKPM, LTQ Ibnu Abbas, IKAAI, PIPKS, PCI Muhammadiyah, UPZ Baznas  dan santri Jamaah Tabligh.   

Halal bi Halal dan Open House pada tahun sebelumnya dilangsungkan di rumah Mustasyar PCINU, tapi kali ini diadakan di taman terbuka “Fatimah Jinnah Park” - Islamabad sehingga suasana lebih guyub dengan diiringi semilir angin sore di musim panas yang mencapai 40 c.

Guna menambah kesemarakan acara, pengurus PCINU mengisinya dengan beberapa acara yang dimulai dengan sambutan, lalu permainan (game) sebagai berikut: memasukkan gelang ke pasak kayu, makan biscuit tanpa dipegang tangan yang diletakkan di kening, melempar genteng ke garis, kemudian ramah tamah dan ditutup dengan doa. Menu ramah tamah yang disediakan juga makanan khas Indonesia semakin menambah nuansa lebaran seperti di tanah air.

Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCINU Pakistan Hendro Risbiyantoro menyampaikan tentang pentingnya penyelenggaraan acara Halal bi Halal, selain untuk menambah ikatan kekeluargaan antarmahasiswa, juga penting untuk meningkatkan citra Indonesia di Pakistan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan Mustasyar PCINU dan tuan rumah Open House H. Muladi Mughni. Dalam sambutan singkatnya disampaikan bahwa acara yang dilaksanakan di tempat terbuka semata-mata untuk mencari suasana yang berbeda.

“Warga nahdhiyyin dan mahasiswa di Pakistan sudah banyak yang berkeluarga dan punya anak kecil. Jadi kalau di taman mereka bisa lebih leluasa dan santai bermain,” tutur Muladi. Selain itu suasana akrab dan guyub juga semakin terasa karena hadirin dapat saling mengobrol santai dan melakukan permainan yang disiapkan oleh pengurus PCINU.

“Tidak usah berlama-lama, agar suasana lebih meriah langsung saja kita mulai permainan kita pada sore hari ini, tutupnya, yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Permainan pun dimulai dengan game melempar gelang ke pasak kayu. Seluruh hadirin antusias mengikutinya dan mencoba memasukkan gelang besi dengan semangat. Selanjutnya game memakan biscuit tanpa dipegang tangan yang diletakkan di kening yang membuat suasana pecah oleh tawa hadirin melihat pola tingkah dan gerak tubuh peserta lomba. Permainan ditutup dengan game melempar genteng ke garis yang mengingatkan para hadirin akan masa kecil. Acara ditutup dengan doa dilanjutkan dengan fhoto bersama dan ramah tamah.

Ditemui setelah acara, Ketua Tanfidziyah PCINU, Zulfikri Hasibuan mengatakan bahwa persiapan acara ini hanya dalam waktu satu hari, namun demikian secara keseluruhan dapat berjalan cukup baik dan sesuai dengan rencana.

“Semoga dengan diadakannya acara ini kita dapat menjalin hubungan baik dengan sesama, agar hubungan kita sempurna, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, tidak ada yang tersisa di hati kita dari kebencian, amarah, dan dendam, yang ada hanya cinta dan saling memaafkan,” harapnya. (Hedro/Abdullah Alawi)


Senin 11 Juli 2016 22:30 WIB
Gus Tutut: Tidak Boleh Ada Kader Ansor yang Nganggur
Gus Tutut: Tidak Boleh Ada Kader Ansor yang Nganggur

Rembang, NU Online
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pada periode kepengurusan tahun ini pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka penganguran bagi kader Ansor. Ia mengaku jika selama ini dalam rapat PP Ansor sudah mufakat tidak boleh ada kader Ansor yang nganggur.

Gus Tutut, demikian biasa disapa juga menyebut pengangguran sebagai pemicu terjadinya seseorang bergabung dalam kelompok radikal. Selain itu, pengangguran juga memicu meningkatkan angka tindak kejahatan. Menurutnya bekerja merupakan kesibukan yang bisa menutup kebutuhan dapur dan menjauhkan dari dari tindakan radikal.

"Tekat kita sama, tekat kita satu tidak boleh ada kader Ansor yang nganggur. Karena nganggur potensinya macam-macam. Potensi radikal ya iya, potensi meningkatnya angka tindak kejahatan juga," jelasnya Ahad, (10/7).

Dalam upaya menekan angka pengangguran di kalangan kader Ansor, sejumlah sarana dan prasarana telah dipersiapkan. Salah satunya diluncurkannya aplikasi Ansor yang dapat dimanfaatkan untuk jual beli, dan memasarkankan hasil-hasil produksi kader di berbagai daerah. yang diharapkan dapat mencapai pasar nasional.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihaknya akan menggarap industri komunitas dengan melakukan uji coba di beberapa pimpinan cabang pilihan, salah satu GP Ansor Cabang Rembang. (Ahmad Asmu'i/Zunus)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG