IMG-LOGO
Daerah

LP Ma’arif dan Pergunu Lampung Sinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ahad 24 Juli 2016 10:44 WIB
Bagikan:
LP Ma’arif dan Pergunu Lampung Sinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan
Bandar Lampung, NU Online
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Lampung bertekad untuk sama-sama memajukan kualitas pendidikan di provinsi setempat. Komitmen ini terlihat lembaga dan badan otonom NU ini menggelar halal bihalal bersama di Jalan Mawar Indah Gang Dahlia, Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Lampung.

Ketua Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Provinsi Lampung H Fauzi mengajak semua pengurus LP Ma’arif NU dan Pergunu bersatu padu dan menyinergikan program kerja. Menurut dia, ajang pertemuan ini dapat dijadikan wahana meningkatkan kebersamaan dalam berkiprah memajukan pendidikan, khususnya di lingkungan NU.

“Mari kita bersinergi dan bersama-sama memajukan madrasah dan sekolah-sekolah, termasuk para pendidik dan tenaga kependidikannya,” ajaknya, Jumat (22/7) itu. Acara itu dihadiri warga NU dan segenap pengurus LP Ma’arif NU dan Pergunu di tingkat cabang se-Lampung.

Doktor bidang ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengatakan, silaturahim dan halal bilhalal merupakan momentum saling memaafkan dan sekaligus memohon kepada Allah SWT agar kita dapat memelihara nilai-nilai ibadah Ramadhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengungkapkan pihaknya terus berjuang bersama-sama seluruh elemen terkait dalam meningkatkan kualitas para guru dan tenaga kependidikan.

Prioritas program kerja Pergunu Lampung di antaranya adalah mengupayakan peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Untuk itu telah dilaksanakan jalinan kerja sama dengan berbagai pihak dan mengadakan berbagai pelatihan.

“Seperti yang baru saja kita laksanakan kemarin, pelatihan pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan kegiatan serupa. Kita perlu terus melakukan penguatan kelembagaan, profesionalisme pengelolaan sekolah maupun madrasah. Insyaallah kesejahteraan akan meningkat,” tuturnya. (Red: Mahbib)  


Bagikan:
Ahad 24 Juli 2016 23:0 WIB
Berikan Contoh, MWCNU Lumbang Santuni Ratusan Anak Yatim
Berikan Contoh, MWCNU Lumbang Santuni Ratusan Anak Yatim
Probolinggo, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jam'iyah Yasinan Baitul Jannah RT 02 RW 01 dan Koperasi Usaha Tama Desa Lumbang Kecamatan Lumbang menggelar halal bihalal sekaligus memberikan santunan kepada ratusan anak yatim, Sabtu (23/7) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Suheryanto, pengurus MWCNU Lumbang ini dihadiri oleh oleh ratusan jamaah dari unsur MWCNU Kecamatan Lumbang dan Sukapura, Ranting NU se-Kecamatan Lumbang dan seluruh jamaah yasinan dan masyarakat Kecamatan Lumbang.

Ketua MWCNU Kecamatan Lumbang Syaiful Arif  mengatakan selain untuk mempererat tali silaturahim di antara para pengurus NU dan masyarakat, kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada anak yatim yang sangat membutuhkan uluran bantuan masyarakat. Setidaknya dengan kegiatan ini kita bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka.

“Semoga dengan kegiatan ini nantinya kita senantiasa selalu bisa terus berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu, baik dalam hal shodaqoh maupun zakat. Terutama dalam hal ini para anak yatim,” harapnya.

Sementara A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin mengatakan melestarikan pemberian santunan kepada orang yang membutuhkan terutama anak yatim adalah wajib hukumnya. “Dengan menyantuni anak yatim, berarti kita memberikan kebahagiaan kepada mereka,” katanya.

Menurut Hasan, pemberian santunan kepada para anak yatim ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan uswatun hasanah kepada para anak muda agar memiliki kepedulian terhadap sesama. “Saat ini masyarakat tidak perlu lagi banyak wacana, tetapi sebuah contoh yang dapat ditiru dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Sedangkan Habib Kholid Al-Madihij dari Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa orang yang rugi adalah orang yang meninggal dengan membawa bertumpuk amal baik tapi habis dan dipikulkan atasnya dosa-dosa orang yang pernah disakitinya di dunia tanpa sempat meminta maaf kepada orang yang pernah didzoliminya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Ahad 24 Juli 2016 22:30 WIB
Kerja Kreatif Ansor Berbasis Persoalan Sekitar
Kerja Kreatif Ansor Berbasis Persoalan Sekitar
Kader Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan menanam pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Way Kanan, NU Online
Harakah (gerakan) sedekah oksigen bagi sejumlah pesantren oleh alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional 2016 PC Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan dan Gusdurian Lampung merupakan kerja organisasi yang kreatif berbasis penyelesaian persoalan di sekitar. Demikian penilaian Agung Rahadi Hidayat, Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan yang juga Ketua PAC GP Ansor Way Tuba.

"Menanam pohon output-nya adalah tumbuhnya pohon dengan baik. Dan outcome menanam pohon justru malah banyak, seperti pepatah siapa yang menanam maka ia pula yang memanenya, dan apa yang dipanen adalah sesuai apa yang ditanamnya," kata Agung di Blambangan Umpu, Ahad (24/7).

Output adalah hasil yang dicapai dalam jangka pendek, sedangkan outcome adalah hasil yang terjadi setelah pelaksanaan kegiatan jangka pendek. Harakah penghijauan sedekah okisgen didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung sejalan dengan kearifan lokal masyarakat.

Peribahasa Lampung mengajarkan, Kepak ya mulan hapa, titanomko juga ya, kepak mak ngambuah, bulungni sejakh jadi pangkhenggom. Artinya, walau bibit tidak bernas, tanamkan juga, meskipun tak berbuah, daunnya berguna untuk perindang. Jangan malas mengerjakan atau bertanam apa saja. Jangan membiarkan tanah gundul, karena daun kayu tetap saja memberikan manfaat pada manusia.

Ada empat hal yang didapat dari menanam pohon. Pertama, imbuh Agung, pohon yang ditanam akan memberi keteduhan karena lebatnya dedauanan yang berkanopi. Kedua, hijau dedaunan dan buah yang elok memberi efek refreshement (menyegarkan, menyedapkan dan mencari ketenangan) berwisata dengan sangat murah untuk bahagia.

"Ketiga, lebar dedauanan menyerap dan menjerat polutan yang menyegarkan udara ambien dan mengurangi efek gas rumah kaca penyebab beban mahkluk bumi yang makin menderita karena pemanasan global saat ini. Satu batang pohon rindang akan menghasilkan oksigen yang dapat dihirup 10 orang per tahun," kata dia lagi.

Dan keempat, lanjutnya buah memberi nilai ekonomi, bukan hanya karena sehat dikonsumsi tapi bicara soal ketahanan pangan. Jika tidak lagi produktif, kayunya bisa juga dijual untuk material bangunan.

"Khusus yang kelima adalah bonus. Jika harakah ini dilakukan dengan ikhlas untuk kemaslahatan tentu menjadikan amal. Manfaat dari harakah sedekah bisa diukur sehingga layak dilanjutkan," pungkasnya. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Ahad 24 Juli 2016 20:30 WIB
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Visitasi Administrasi ke 9 Anak Cabang
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Visitasi Administrasi ke 9 Anak Cabang
Kudus, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengadakan visitasi administrasi kepada sembilan pimpinan anak cabang (PAC) di daerah setempat. Tim Visitasi melakukan pembinaan dan penilaian administrasi ke kantor sekretariat PAC IPNU-IPPNU se-Kudus secara bergantian.

Sekretaris PC IPNU Kudus Nila Chusnia menjelaskan kegiatan visitasi ini sebagai bentuk lomba administrasi yang menjadi satu rangkaian kegiatan Porseni dan olympiade pelajar IPNU-IPPNU yang berlangsung Sabtu-Ahad (23-24/7). Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui langsung kondisi organisasi secara administratif di masing-masing PAC.

"Selain mengefektifkan waktu dan biaya bagi PAC, Tim Visitasi bisa berdialog langsung dengan sekretaris dan pengurus lain terkait surat menyurat, kondisi dan potensi Pimpinan ranting/komisariat sehingga PC bisa memberikan pembinaan masukan yang benar,"katanya kepada NU Online, Sabtu (23/7).

Dalam kunjungan selama sepekan (16-22/7) kemarin ini, tim dari PC IPNU-IPPNU Kudus menggunakan kriteria penilaian kesesuaian administrasi dengaan Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi (POPA) IPNU-IPPNU, kelengkapan organisasi dan penampilan kerapiaan penataan kantor, pengarsipan surat, dan teknis surat-menyurat.

"Organisasi yang baik dapat dilihat dari administrasinya. Administrasi yang baik adalah yang sesuai peraturan organisasi dan administrasi," imbuh Nila.

Nila mengutarakan kondisi administrasi sembilan PAC se-Kudus sudah baik sesuai aturan organisasi. Namun, beberapa di antaranya perlu ditingkatkan kembali pada masalah pengarsipan surat-surat.

"Surat-surat adalah saksi sejarah perjalanan PAC dalam mengemban amanah selama satu periode. Jadi pengarsipannya harus tertata baik dan rapi," katanya.

Ia mengharapkan IPNU-IPPNU pada semua tingkatan mulai pimpinan ranting, komisariat, anak cabang, dan cabang selalu berusaha meningkatkan tertib administrasi. Menurutnya, makna administrasi lebih dari sebatas surat-menyurat melainkan juga perihal melayani.

"Jika pelayan organisasi baik, maka baik pula organisasi tersebut," tegasnya.

Di samping visitasi admnistrasi, PC IPNU-IPPNU Kudus juga menggelar kegiatan olimpiade khusus bagi pelajar MA/SMK yang berlanagsung di kompleks kampus STAIN Kudus (23/7). Kegiatan ini menyajikan Lomba Cerdas Cermat, Baca dan Cipta Puisi, Pidato Bahasa Arab/Jawa, English Debate, Kaligrafi, Majalah Dinding, dan Pembuatan Film Pendek.

Sedangkan Pekan Olaraga dan Seni (Porseni) yang diikuti utusan 9 PAC se-Kudus antara lain lomba Protokoler dan Simulasi Pelantikan, Futsal, Peraturan Baris-Berbaris, MTQ, Rebana, Badminton, Teater, Paduan Suara dan Lomba Administrasi. (Qomarul Adib/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG