IMG-LOGO
Nasional
SOWAN KIAI (5)

Bola Mata Mustasyar PBNU Berusia 82 Tahun Ini Berkaca-kaca

Senin 25 Juli 2016 5:51 WIB
Bagikan:
Bola Mata Mustasyar PBNU Berusia 82 Tahun Ini Berkaca-kaca
KH Abdurahim Mustafa (kedua dari kiri) dipapah Ketua LAZISNU PBNU Syamsul Huda
Pengeras suara dari panitia memberitahukan peserta agar bersiap melakukan agenda utama, Rapat Pleno PBNU di Pesantren Kempek, Cirebon Ahad (24/7). Tentu saja ruangan utama dan ruang sidang masih kosong. Masih kosong. Peserta masih beristirahat selepas pembukaan dari pukul 09.30 sampai waktu dhuhur. Lagi pula rapat masih setengah jam lagi. Belum ada tanda-tanda peserta yang datang.

Tapi dari salah satu ruangan kelas yang disulap jadi penginapan, seorang pria bertongkat berjalan tertatih-tatih. Langkah kakinya dieja sebagaimana seorang anak yang belajar berjalan. Sekurangnya butuh dua detik untuk satu langkah. Langkah pendek tentu saja.

Ia menceritakan, bahwa tubuhnya menjadi ringkih karena peristiwa dua tahun lalu. Suatu malam, sekitar pukul dua, ia terbangun dan duduk di kursi tengah rumahnya. Entah sebab apa, tubuhnya tiba-tiba terlempar sampai mengenai langit-langit. Kemudian jatuh tersungkur ke lantai. Peristiwa itu tak ayal lagi mengirimnya ke rumah sakit tulang.

Dia Abdurahim Musthafa, salah seorang Mustasyar PBNU asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia berbatik panjang, bercelana panjang dan berpeci hitam. Usianya 82 tahun.

Ah, kenapa beliau jauh-jauh datang ke Cirebon? Bukankah perjalanan dari Kupang begitu melelahkan? Ia harus naik mobil, ke bandara, naik pesawat, naik taksi ke PBNU, lalu naik bus ke Cirebon. Dan di rapat Pleno ini, antara tempat dengan toilet tidak dekat. Bukankah lebih baik ia di rumah saja, duduk di kursi, nonton tivi, atau bercanda dengan cucu-cucunya?

Rentetan pertanyaan itu saya ajukan kepadanya. Semula saya menduga akan mendengar jawaban yang heroik. Misalnya, “saya ingin memberi teladan kepada anak muda bahwa semangat organisasi tidak padam meski usia telah tua.” Atau jawaban, “saya ingin berkhidmah di NU sampai akhir hayat.”

Saya kecele. Tak dapat jawaban seperti itu.

“Justru itu pertanyaan saya kepada saya sendiri,” jawabnya. Dia juga heran kepada dirinya mau datang ke Cirebon. Toh kalaupun dia tidak datang, PBNU pasti akan memakluminya.

Lalu saya beralih dengan pertanyaan lain. “Sebetulnya, apa yang didapat dari NU sehingga Pak Kiai bisa seperti ini?”

Ternyata pertanyaan ini membuat bola matanya berkaca-kaca. “Banyak yang NU berikan kepada saya.” katanya.

“Apa itu, Kiai?” tanya saya. Mungkin jawabannya jabatan, uang, fasilitas, dan kehormatan. Ternyata juga bukan.

Menurut dia, NU telah memberinya ketenangan bahwa ada organisasi yang membela kebiasaannya berzikir, wiridan selepas shalat. Di Kupang, di keluarga besarnya, selepas Idul Fitri, dia didatangi sanak famili, bersilaturahim, kemudian menabuh rebana. Kebiasaan ini yang ia dapat dan dipertahankan di NU.

Makanya sejak tahun 60-an menjadi Sekretaris PCNU Kupang, ia tak pindah ke lain organisasi. Anak-anaknya pun turut berkhidmah di NU. Semoga sehat dan panjang umur, Kiai. (Abdullah Alawi)


Tags:
Bagikan:
Senin 25 Juli 2016 23:2 WIB
LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU
LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU
Cirebon, NU Online
Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon Jawa barat dari 23-25 Juli mengusulkan beberapa hal kepada PBNU. Di Komisi A yaitu Organisasi paling terakhir selesai karena banyaknya pembahasan dan banyaknya usulan.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi misalnya, mengemukakan tentang penyeragaman nama sekolah di lingkungan NU. Ia mengusulkan dari nama Ma’arif menjadi NU dengan memperhatikan aspek kesejarahan pendiriannya.

Pendapat Arifin ini mendapat bantahan dari salah seorang angggota komisi, misalnya KH Ghozali Masroeri terkait akan susahnya perubahan nama tersebut. Lembaga sekolah yang didirikan warga NU menurut pengalamannya, keberatan diganti.

Tapi menurut Arifin, penyeragaman itu tidak menghilangkan atau mengganti nama sekolah tersebut, melainkan menambahkan Nahdlatul Ulama. Namun penambahan tersebut harus disepakati terlebih dahulu berada di depan atau di belakang nama tersebut.

Selain penyeragaman sekolah, dibahas juga tentang usia untuk kepengurusan di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Peserta menyepakati maksimal umur Ketua PC 23 tahun, PW 25 tahun dan PP 27 tahun. Tak ketinggalan dibahas status Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di NU.

Rapat Pleno yang diketuai Robikin Emhas dan sekretaris Sulthonul Huda tersebut mengusulkan penyelenggaraan Munas dan Konbes digelar PBNU pada Juli 2017. Pada kesempatan tersebut disebutkan alternatif tempat yaitu di Bali, Kalimantan Timur, Lampung dan Banten.

Hal lain yang ditetapkan sebagai usulan di antaranya tentang Peraturan Organisasi (PO), kaderisasi, pedoman pembentukan badan otonom, sinergitas lembaga dan badan otonom, syarat menjadi pengurus NU, pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)



Senin 25 Juli 2016 20:0 WIB
RAPAT PLENO PBNU
PBNU: Investasi Emas Berjangka di Cirebon Menyalahi Prinsip Syariah
PBNU: Investasi Emas Berjangka di Cirebon Menyalahi Prinsip Syariah
Jakarta, NU Online
Forum bahtsul masail pada Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan bahwa model investasi emas berjangka tidak sesuai dengan ketentuan mudharabah. Karenanya, peserta musyawarah bahtsul masail itu menetapkan keharaman dan ketidaksahan akad investasi emas berjangka.

Putusan bahtsul masail ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) pada penutupan rapat pleno di Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Kabupaten Cirebon, Senin (25/7) siang.

“Setelah dipelajari dan dikaji, akad yang dibahas di forum bahtsul masail kemarin tidak termasuk kategori mudharabah atau musyarakah. Kalau itu, keuntungan ditentukan di awal akad? Itu bukan akad syariah,” jelas Kang Said.

Forum bahtsul masail Rapat Pleno PBNU mengambil sampel form akad investasi emas yang dipraktikkan PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) di Cirebon dan sekitarnya.

Forum yang dipimpin M Najib Buchori, Ahad (24/7) sore, memutuskan bahwa hukum investasi seperti itu tidak sah dan haram karena pembagian hasilnya sudah dipastikan terlebih dahulu nominalnya dan hal ini menyalahi prinsip mudharabah.

Menurut Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, forum bahtsu masail pada rapat pleno tidak menyoroti perusahaan CSI dan investasi emasnya, tetapi lebih pada model akad investasinya.

"Jadi model akad atau kontrak kerja sama seperti ini bisa saja berlaku di mana pun di Indonesia. Hanya saja investasi emas berjangka yang dijalankan PT CSI ini diusulkan oleh PCNU Kabupaten Cirebon,” kata Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Senin (25/7) siang. (Alhafiz K)

Senin 25 Juli 2016 19:0 WIB
Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh
Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh
Bondowoso, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah mengingatkan kepada seluruh pengurus NU di tingkat cabang, wakil cabang, hingga ranting untuk kembali menghayati dan mengamalkan surat Ali Imran ayat 103 yang juga dikutip pendiri NU KH Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dalam kitabnya.

"Bersatu padulah, kompaklah di dalam berbegang tegung terhadap tali Allah, agama Allah, dan jangan bercerai-berai," pintanya dalam acara halal bihalal dan pelantikan pengurus baru PCNU Bondowoso periode 2015-2021, Ahad (24/7) siang.

Ayat tersebut dinukil Hadratussyekh sebagai bagian dari materi Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama atau undang-undang dasar NU. Menurut pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini, Qanun Asasi merupakan dokumen penting di balik berdirinya NU puluhan tahun lalu.

Mutawakkil mengimbau para pengurus untuk menata niat dalam mengabdi di NU. Ia berusaha meyakinkan kepada para pengurus bahwa akan ada banyak berkah yang datang ketika mengabdi di NU.

"Saya yaqin haqqul yaqin karena Nahdlatul ulama adalah organisasi para aulia’, saya ulang-ulang ini, Nahdlatul ulama pemiliknya adalah para wali bahkan ruh perjuangan NU adalah nilai-nilai dakwah dan Islam Wali Songo," ungkapnya.

Mutawakkil mengatakan bahwa menjadi pengurus NU tidak mendapat bayaran apa-apa, melainkan doa para wali,  para pendiri NU. “Siapa yang berjuang menegakkan agama Allah melalui jam'iyah Nahdlatul Ulam, mudah-mudahan barokah amal ibadahnya, barokah umurnya, barokah rezekinya, barokah keturunannya, mendapat dzurriyatan tauyibah dan mendapatkan husnul khatimah,” ujarnya.

Halal bihalal dan pelantikan berlangsung di di Pondok Pesantren Darus Falah Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dengan mengambil tema "Meneguhkan Khidmah NU dan Islam Nusantara Demi Keutuhan NKRI”.

Turuh hadir dalam acara tersebut Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Ketua DPRD H Ahmad Dafir, dan perwakilan dari Polres Bondowoso, Kodim 0822, Polsek Cermee, Danramil Cermee, Camat se-Kabupaten Bondowoso, utusan ormas, partai politik, serta ranting NU dan WMCNU se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG