IMG-LOGO
Daerah

UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis

Selasa 26 Juli 2016 14:15 WIB
Bagikan:
UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis
Sidoarjo, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Jawa Timur, berada di posisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di kelompok Madya. Hal ini atas penilaian dari Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII yang diselenggarakan oleh Kopertis VII dalam ajang Anugrah Kampus Unggul 2016 pada Selasa, 26 April lalu.

Berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah VII Nomor: 063/K7/SK/KL/2016 tanggal 16 Mei 2016 tentang penetapan PTS penerima Anugerah Kampus Unggulan dan Unggul Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Kopertis VII, UNU Sidoarjo menempati posisi ke-37 di kelompok Madya. Sedangkan tahun 2015 lalu, kampus tersebut menempati peringkat 42 di kelompok yang sama.

Rektor UNU Sidoarjo, Fatkul Anam, mengaku senang dengan hasil yang diperoleh tahun ini. Targetnya, semakin tahun peringkat UNU Sidoarjo akan semakin naik.

"Meski kita kampus baru, kita tidak kalah dengan kampus-kampus lain. Semoga dengan semakin meningkatnya peringkat ini akan dapat memacu civitas akademika untuk giat memberikan yang terbaik demi kemajuan kampus dan peningkatan peringkat," ungkap Rektor yang akrab disapa Pak Anam itu, Senin (25/7).

Senada dengan Anam, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNU Sidoarjo, Hadi Ismanto mengatakan, UNU yang baru berusia dua angkatan sangat bersyukur bisa menempati posisi sebagai Madya.

"Bagi kami, bisa masuk di kelompok kampus Madya merupakan kebanggaan, karena usia UNU Sidoarjo masih belum tiga tahun tapi bisa menempati posisi tersebut, dari 329 perguruan tinggi di regional VII," ucap Hadi.

Anugerah Kampus Unggul yang digelar oleh Kopertis VII ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu kampus-kampus swasta yang ada di wilayah naungannya. Selain itu juga memacu perguruan tinggi untuk taat asas.

Dalam penganugerahan tersebut, Kopertis VII membagi penghargaan dalam tiga kelompok, yakni: Pratama, Madya, dan Utama. Tiga kelompok tersebut diisi oleh universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik. (Moh Kholidun/Mahbib)

Tags:
Bagikan:
Selasa 26 Juli 2016 22:6 WIB
Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair
Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair
Sidoarjo, NU Online
Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo mengikuti proses pembelajaran bahasa Inggris yang disampaikan oleh penutur langsung (native speaker) dari Al-Jazair, Mr I Yazeed Chergui di aula SMK Plus NU Sidoarjo. Mereka terlihat ceria dan antusias mengikuti penjelasan dari Yazeed.

Koordinator Bahasa Inggris SMK Plus NU Sidoarjo Lely Retno Septyo Rini mengatakan, penutur langsung ini sengaja didatangkan dari luar negeri melalui tempat kursus Bahasa Inggris "Kampung Sinau" yang berada di Desa Siwalan Panji Buduran Sidoarjo.

Menurutnya, penutur langsung ini rencananya akan didatangkan ke sekolah sedikitnya dua bulan sekali, dari berbagai negara.

"Tahun ajaran baru ini, baru pertama kali diadakan. Ke depan akan kami adakan dua bulan sekali. Kami berharap agar anak-anak bisa termotivasi untuk belajar bahasa Inggris di dalam sekolah pada khususnya, dan pada umumnya di sekitar sekolah atau di lingkungan perumahan Bluru ini. Sehingga di sini bisa menjadi kampung Inggris seperti di pare Kediri," kata Lely, Selasa (26/7).

Lely menerangkan, pihak sekolah sengaja memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada para siswanya agar mereka bisa menggunakan bahasa Inggris dengan benar. Pasalnya, para siswa nantinya akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ke luar negeri seperti di Brunei, Thailand, Filipina dan Malaysia.

"Untuk jurusan yang akan mengikuti prakerin ke luar negeri yakni jurusan Keperawatan, lalu menyusul Farmasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kami berharap para siswa yang lulus nanti bisa bekerja dan diterima di luar negeri. Karena saat ini banyak perawat yang dibutuhkan di luar negeri, terlebih di Cina," jelasnya.

Lebih lanjut Lely mengemukakan, untuk memotivasi para guru dan siswa biar mereka lebih terpacu menggunakan bahasa Inggris di tahun ini, SMK Plus NU Sidoarjo mencanangkan untuk berbicara bahasa Inggris setiap hari Selasa.

"Selama lima hari (Senin-Jumat) mulai pukul 07.00-08.00 WIB di lingkungan sekolah harus menggunakan atau berbahasa Inggris. Jika ada yang tidak menggunakan bahasa Inggris akan dikenakan hukuman," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Selasa 26 Juli 2016 21:3 WIB
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain
Kudus, NU Online
Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) mengingatkan setiap muslim supaya tidak  melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kepanikan orang lain. Karena, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa membuat kepanikan orang lain termasuk kezhaliman yang sangat besar.

"Kita jangan sampai berbuat yang bikin orang lain panik karena hadits sudah tegas itu zhalim besar. Bahkan perbuatan tersebut bisa seperti setingkat kurang sedikit dari kemusyrikan," katanya saat menyampaikan mauizhah hasanah dalam halal bihalal dan peresmian Madrasah Diniyyah Darussalam Desa Padurenan Gebog Kabupaten Kudus, Senin (25/7).

Gus Nadhif menuturkan kisah sahabat nabi yang sedang guyon menggoda temannya yang lagi tidur. Pedang dan tombak yang dibawanya, disembunyikan oleh temannya sehingga ketika ia bangun terlihat kebingungan.

"Sebetulnya nabi suka guyon yang tidak berlebihan sehingga mendengar sahabat menyembunyikan sandal temannya itu, beliau melarang. Tidak halal orang Islam membuat panik atau bingung temannya meskipun maksudnya untuk guyonan," tegasnya.

Di hadapan ratusan wali santri Madin Darussalam, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga menjelaskan ciri-ciri orang bangkrut. Mengutip penjelasan ulama, Gus Nadhif menerangkan bahwa orang-orang yang dikatakan bangkrut adalah mereka yang selalu rajin shalat, zakat, dan menunaikan haji tetapi masih suka berbuat hasud ataupun menzhalimi orang lain.

"Meskipun shalatnya rajin dan bacaannya fasih, namun misohi (ngumpat)-nya juga fasih. Orang ini akan menanggung beban dosa orang yang ia zhalimi. Inilah yang dinamakan sejatinya orang bangkrut menurut kanjeng nabi," jelasnya.

Terkait halal bihalal, Gus Nadhif menerangkan puasa ramadhan satu bulan penuh hanyalah untuk menebus dosa kepada Allah. Sementara umat manusia juga memiliki dosa di antara sesama.

"Kita tidak hanya sadar dosa kepada Allah melainkan sadar dosa kepada manusia," katanya.

Halal bihalal, jelas Gus Nadhif, merupakan ajaran baik dari ulama jawa dan Walisongo. Karenanya,  setiap muslim supaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meminta dan memberi maaf antarumat manusia pada setiap bulan Syawwal. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Selasa 26 Juli 2016 20:37 WIB
Islam dan Teroris Harus Dipisahkan
Islam dan Teroris Harus Dipisahkan
Yogyakarta, NU Online
Persoalan terorisme terus menggurita di negara ini, untuk itu setiap elemen, baik lembaga pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, para pemuda, dai, dan seluruh sendi-sendi masyarakat bangsa ini harus secara bersama-sama terlibat dalam penanggulangan paham radikal-terorisme.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  DIY Kiai Abdul Muhaimin dalam dialog pelibatan dai dalam penanggulangan terorisme yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Aula Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 26/07/2016.  

"Meskipun sulit di tepis tapi harus kita bersama-sama meng-counter perkembangan paham ini. Saya kira kehadiran para dai dalam dialog ini sangat strategis untuk menghalau dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ajaran ekstrim ini," kata Kiai Muhaimin. 

Kebersamaan ini akan membawa konstribusi yang sangat signifikan dalam penanggulangan paham kekerasan yang sedang berkembang. Isu terorisme global seakan terpolarisasi dan menjadi semakin gawat karena menggunakan agama sebagai tamengnya.

"Kita harus menepis paham radikal-terorisme yang berusaha mengaitkan dengan agama, sebab hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," paparnya. Red: Mukafi Niam
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG