IMG-LOGO
Nasional

Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional

Rabu 27 Juli 2016 11:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional
Habib Luthfi bin Yahya/Foto: Abdul Muiz
Pekalongan, NU Online
Konferensi Internasional Ulama Thariqah bertajuk Bela Negara resmi dibuka oleh Rais Aam Jam’iyah Alhith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Rabu (27/7) di Aula Gedung Djunaid Pekalongan, Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Habib Luthfi mengatakan bahwa bela negara jangan diartikan mengangkat senjata, tetapi menjalin ukhuwah dengan para ulama dan TNI-Polri juga termasuk upaya bela negara. Aparat negara akan mempu menunjukkan kekuatan laur biasa jika duduk bersama dengan para ulama. 

“Bangsa akan kuat karena terjalinnya ukhuwah antara ulama, tentara dan masyarakatnya. Bukan berarti menafikan orang lain, dalam melaksanakan kegiatan ini, kami ulama thariqah berusaha menciptakan kedamaian untuk dunia secara luas,” ujar Habib Luthfi.

Masyarakat Indonesia dan dunia dapat memperkuat negara dengan mengupayakan kebaikan dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan bidang-bidang lain sehingga generasi muda sadar akan kecintaannya kepada negaranya yang penuh dengan kebaikan tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Riyamizard Riyacudu yang diwakili oleh Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemenhan Marsekal Muda Muhammad Syauqi mengatakan bahwa kesadaran bela negara harus tertanam dalam diri setiap bangsa. Pemerintah bekerja sama dengan ulama mancanegara untuk mengokohkan pijakan akhlak mulia. Karena kesadaran bela negara dapat diterapkan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

”Bela negara bukan wajib militer tetapi membangun kesadaran dalam diri setiap individu apapun pekerjaan dan profesinya untuk melakukan hal sebaiknya-baiknya. Kesadaran bela negara harus ditanamkan juga ke dunia internasional,” tegas Syauqi menyampaikan pesan Menhan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Konferensi Internasional ini, Kolonel Hasbiallah Ahmad menjelaskan, konferensi ini tadinya melibatkan ulama dan intelektual sebanyak 50 orang dari 40 negara, namun saat ini yang hadir 69 orang yang hadir.

Peran besar masyarakat Pekalongan juga antuasias dalam menyambut kegiatan ini. Mereka berharap terus dilibatkan dalam setiap kegiatan. Mereka juga menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut para tamu Allah dan orang-orang mulia. 

Kegiatan pembukaan ini diikuti oleh sekitar 5000 orang yang terdiri berbagai unsur organisasi Nahdlatul Ulama, TNI, Polri, para ulama thariqat nasional dan internasional, serta masyarakat sekitar yang memadati pelataran Komplek Gedung Djunaid.

69 ulama thariqah dari 40 negara tersebut juga secara khidmat mengikuti acara pembukaan kegiatan bertema Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam ini. Ulama-ulama ini duduk berjajar di bagian depan dengan memenuhi kursi dari ujung ke ujung. (Fathoni)



Bagikan:
Rabu 27 Juli 2016 21:0 WIB
Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet
Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet

Kudus, NU Online
Menghadapi derasnya arus teknologi informasi, para orang tua diimbau mengawasi anak-anaknya terutama yang masih pelajar sekolah dasar dalam menggunakan internet melalui telepon pintar atau smartphone. Pasalnya, usia anak sekolah dasar belum mampu memfilter konten-konten yang bertebaran di dunia maya.

"Sebisa mungkin orang tua harus selalu mendampingi dan menggarahkan anaknya menggunakan penggunaan smartphone android. Ajarkan pemanfaatan smartphone yang berguna lebih baik," kata Ali Maghfuri, guru Madrasah Ibtidaiyah NU Al Azhariyah Jurang Gebog Kudus kepada NU Online Rabu (27/7).

Maghfuri mengatakan, pengawasan dalam memanfaatkan internet oleh orang tua sangat diperlukan supaya anak-anak seusia siswa madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar di rumah tidak mengakses informasi yang membawa mudarat.

"Mereka ini belum mengerti namun rasa ingin tahunya tinggi. Karenanya berikanlah HP android pada anak yang sudah cukup umur," tandas sekretaris Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gebog, Kudus ini.

Diakuinya, internet membawa manfaat untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Tetapi mudaratnya lebih besar untuk anak-anak karena terdapat konten-konten ynag tidak pantas dikonsumsi oleh mereka, semisal pornografi.

"Bila hal ini dikonsumsi mereka, dampaknya akan mempengaruhi perilaku menyimpang yang tidak sesuai norma-norma agama," jelas Maghfuri.

Manakala ada tugas sekolah menggunakan internet, sebaiknya jangan biarkan siswa melakukannya sendiri melainkan harus dibantu oleh guru atau orang tua. "Karenanya, orang tua harus paham penggunaan baik manfaat maupun madharat internet. Jangan sampai orang tua kalah dalam penguasaan teknologi dengan anak-anaknya," pinta Maghfuri. (Qomarul Adib/Mahbib)


Rabu 27 Juli 2016 20:38 WIB
Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam
Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam
Syekh Usamah Abdurrazzaq Ar-Rifa’i/ jatmanevent
Pekalongan, NU Online
Ulama asal Lebanon Syekh Usamah Abdurrazzaq Ar-Rifa’i menjadi pemateri dalam sesi pertama Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela, Rabu (27/7) Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam sesi ini, Syekh Usamah membawakan materi tentang Persatuan dan Resolusi Konflik Antar-Umat Islam. 

Adapun Ruang lingkup pembahasannya, yaitu konsep dan hukum syar’i persatuan antar-umat Islam, bahaya perpecahan dan menyikapi khilafiyah antar umat Islam, antisipasi terhadap faktor-faktor penyebab perpecahan, dan permusuhan antar umat Islam.

“Ada lima faktor persatuan bagi umat Islam saat ini. Pertama, dengan mengedepankan aspek-aspek ushul, tidak sibuk dalam perkara-perkara khilafiyah. Kedua, menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Ketiga, tambahnya, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam berbangsa. Keempat, semangat kebersamaan bersama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai kelompok terbesar umat Islam. 

“Kelima, meninggalkan kebiasaan menghakimi mereka yang berbeda paham dan aliran. Selain itu, saya mengusulkan agar kita selektif dalam penyiapan para dai (penyeru agama Islam). Harus ada kriteria yang jelas, berkompeten, terkualifikasi dengan sanad keilmuan yang sahih. Jangan sampai semua orang bebas bicara menyampaikan isi Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah tanpa ilmu,” papar Syekh Usamah.

Ratusan peserta konferensi yang memadati ruangan diskusi begitu antusias mengikuti pemaparan Syekh Usamah terkait problem dunia Islam saat ini. Hotel Santika Pekalongan merupakan tempat khusus diadakannya pemaparan materi dari para ulama internasional. Sedangkan penyampaian materi oleh ulama nasional digelar di Aula Gedung Djunaid Pekalongan. (Fathoni)

Rabu 27 Juli 2016 19:16 WIB
Ribuan Muslimat Thariqah Serbu Arena Pembukaan Konferensi
Ribuan Muslimat Thariqah Serbu Arena Pembukaan Konferensi
Pekalongan, NU Online
Ribuan jama'ah thariqah yang tergabung dalam Muslimat Thariqiyah, Rabu pagi (27/7) menyerbu arena pembukaan Konferensi Internasional Ulama Thariqah 'bela negara' yang dihelat Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) di Gedung Djunaid Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Kehadiran ibu-ibu Muslimat dengan busana khas serba putih memadati seluruh halaman gedung yang cukup luas sejak pagi disamping untuk menyambut kedatangan, para tamu undangan dan delegasi 40 negara, juga melakukan pembacaan istighotsah.

Tak pelak, meski seluruh kursi yang tersedia sudah penuh terisi, mereka para kaum ibu-ibu yang sudah berumur rela duduk lesehan sambil melantunkan bacaan istighotsah dan dzikir yang dilakukan sejak jam 7 pagi hingga acara pembukaan dimulai.

Koordinator pengerahan masa Hasyim Fahmi kepada NU Online mengatakan, kehadiran ibu-ibu muslimat dari berbagai daerah, kota dan kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang merupakan bagian dari dukungan dan support atas diselenggarakannya konferensi internasional di Kota Batik Pekalongan.

"Mereka hadir dengan cara urunan dan biaya sendiri dengan ikhlas menyewa mobil bahkan membawa makanan sendiri dari rumah karena tawadlu' sama Habib Luthfi," ujarnya.

Dikatakan, selaku panitia pihaknya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menghadirkan ibu-ibu yang jumlahnya ribuan, bahkan halaman Gedung Djunaid yang cukup luas tidak mampu menampung kehadiran ibu-ibu muslimat.

Dikatakan Hasyim, hal yang sama juga pernah dilakukan pada acara pembukaan konferensi internasional ulama thariqah pada bulan Januari 2016 kemarin.

Sementara itu, agenda kegiatan konferensi internasional usai pembukaan ialah ceramah dari beberapa narasumber yang berlangsung di dua tempat, yakni untuk peserta konferensi nasional bertempat di gedung Djunaid sedangkan untuk peserta konferensi internasional bertempat di Hotel Santika Pekalongan.

Acara yang bertajuk 'bela negara, konsep dan urgensinya dalam Islam' bertujuan untuk membahas dan mengkaji optimalisasi peran elemen bangsa dan potensi sumber sumber ekonomi untuk mewujudkan kemajuan, kesejahteraan dan kemandirian bangsa serta membahas hubungan dan kerjasama antar negara dan jaringan internasional ulama ahlus sunnah wal jama'ah. (Abdul Muiz/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG