IMG-LOGO
Puisi

Catatan Menjelang 71 Tahun Indonesia Merdeka


Ahad 31 Juli 2016 19:44 WIB
Bagikan:
Catatan Menjelang 71 Tahun Indonesia Merdeka

Sajak-Sajak Gatot Arifianto

orang-orang membantai waktu
beternak labalaba dan menebalkan debu rumah ibadah
bunyi kitab suci, korupsi dan jerit gadisgadis dilinggis lakilaki bersyahwat bengis
disimpan dalam koper masa bodoh
udara terpaksa menjadi buruh panggul
mengangkut dengus dan cekikik fantasi entah
tapi hari tak juga melahirkan archimedes

di republik budget yang membiakkan generasi fiksi lewat sinema murahan dan games up to date menanggalkan akal
akankah pekik eureka dari mereka yang merayakan alpa dari al-ashr, lir-ilir apalagi gerilya
bersahut menggema seperti kerinduan merdeka?

Netrahyahimsa Institute, 19/7/2016

Amar
 : ga

di deras inferno, menanam padi pada mata sehingga batas menuai nafas ialah amar do.

Netrahyahimsa Institute, 02032009

Lagu Pagi

tak perlu berpaling mempersoalkan jejak. sebab luka dan juga duka sepertihalnya daun jatuh pada tanah.

Netrahyahimsa Institute, 03122009

Gatot Arifianto. Nahdliyin. Sejumlah tulisannya dibukukan dalam buku, Merajut Jurnalisme Damai di Lampung, Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, 2012. Menelisik Korupsi Anggaran Publik 2013, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. NU Mengawal Perubahan Zaman, Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, 2015.


Tags:
Bagikan:
IMG
IMG