IMG-LOGO
Daerah

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU

Senin 1 Agustus 2016 5:33 WIB
Bagikan:
Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU
Demak, NU Online
Bahaya narkoba menjadi masalah serius bangsa Indonesia serta membuat keprihatinan banyak kalangan, tak terkecuali Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak sehingga persoalan tersebut dibawa ke forum bahtsul masail tingkat cabang.

Sebelum memulai bahtsul masail para pengurus mendengarkan penjelasan ahli dari Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, H Abdul Azis. Direktur RSI NU Demak ini memaparkan masalah narkoba mulai dari asal muasal, jenis, dan efek dari segi kesehatan serta sosial akibat penyalahgunaannya.

Azis menyampaikan, dalam dunia kedokteran atau kesehatan pemakaian obat psikotropika diperbolehkan guna menyelamatkan pasien dengan batas tertentu semisal pada anestesi yang dipersiapkan untuk operasi pada pasien agar tidak merasakan sakit.

“Dalam kondisi tertentu, termasuk operasi, kami akan menggunakan obat tertentu yang sudah diatur oleh undang undang, itu pun masih menyesuaikan daya tahan tubuh pasien,” ujarnya, Ahad (31/7).

Bahtsul masail NU tingkat cabang Demak putaran ke-11 tersebut berlangsung di Masjid Jami Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Turut hadir Rais Syuriyah PCNU Demak KH Alawy Masudi.

Forum diskusi keagamaan NU ini juga melibatkan selain pengurus PCNU juga pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Demak serta pengurus ranting setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Bagikan:
Senin 1 Agustus 2016 22:4 WIB
Pemuda NU Wajib Cinta Sastra
Pemuda NU Wajib Cinta Sastra
Sumenep, NU Online
Salah satu kelebihan Nahdlatul Ulama (NU) ketimbang organisasi lainnya ialah kepeduliannya yang begitu tinggi terhadap sastra. Setidaknya itu terlihat dari karya-karya sastra nahdliyin yang terus bergulir dari masa ke masa. Karenanya, pemuda NU wajib cinta sastra.

Penjabaran tersebut cukup mencuat dalam acara Serasehan Sastra yang diprakarsai Gerakan Pemuda (GP) Ansor Giligenting, Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Giligenting, Ahad (31/7).

Sarasehan yang menghadirkan Sastrawan Madura Syaf Anton WR tersebut dihadiri Wakil Ketua MWCNU Giligenting Kiai Mahfud, para guru muda se-Giligenting, mahasiswa dari berbagai kampus yang masih ada di Giligenting, pengurus OSIS SMA sederajat, dan pengurus Fatayat NU Giligenting.

"Islam sangat peduli terhadap sastra. Sebagai generasi muda, kita harus mengenal budaya, seni, dan sastra. Karena semua itu bikin hidup kita indah," terang Syaf Anton WR.

Syaf Anton WR juga mengetengahkan keharusan pemuda senang menulis. Karena dengan menulis, tambahnya, kita akan awet muda, terkenal, dan akan panjang umur.

"Jika kita ingin menjadi penulis, maka harus senang membaca. Membaca di sini bukan hanya membaca teks buku, tapi juga bisa situasi dan kondisi yang terdapat di sekeliling kita. Karenanya, jangan berhenti berkeasi jika kita tak ingin hidup sia-sia," tukasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Giligenting Rudy Hartono menegaskan, acara tersebut dimaksudkan guna memperdalam dan mengenal budaya, kesenian, dan juga kesastraan. Di samping itu, supaya para pemuda NU lebih tertarik membaca dan berkarya.

Acara tersebut berlangsung lancar dan semua peserta aktif. Selain bertanya, peserta juga aktif menyampaikan ide beserta gagasannya terkait sastra. (Hairul Anam/Alhafiz K)
Senin 1 Agustus 2016 21:1 WIB
Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar
Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar
Sidoarjo, NU Online
Sekitar 280 siswa kelas X dan XI beserta dewan guru SMK Plus NU Sidoarjo menunaikan shalat ghoib untuk pengasuh pesantren Raudlatul Ulum, Besuk Kabupaten Pasuruan KH Mas Subadar. Mereka melangsungkan shalat itu di aula sekolah setempat. Sebelum shalat ghoib, mereka membacakan surat Yasin.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kepada para siswa agar mengikuti instruksi dari PBNU. Di samping itu, kami juga ingin mengenalkan ulama NU kepada para siswa SMK Plus NU terutama kepada siswa baru (kelas X)," kata Guru BK SMK Plus NU Sidoarjo M Zakariya, Senin (1/8).

Menurutnya, Kiai Mas Subadar merupakan sosok ulama yang konsisten di NU dan telaten membimbing umat di garis bawah. Pihaknya juga turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu kiai NU ini.

"Semoga keluarga almarhum diberikan Allah kesabaran, ketabahan, dan mampu meneruskan perjuangan almarhum baik di pesantren maupun di masyarakat NU," ia berdoa.

Lebih lanjut Zakariya mengatakan, para siswa, dewan guru beserta karyawan SMK Plus NU Sidoarjo juga rutin setiap hari menunaikan shalat dhuha, zhuhur dan ashar berjamaah. Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Senin 1 Agustus 2016 18:3 WIB
Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal
Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal
Jakarta, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) danIkatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya mengadakan halal bihalal di kantro PCNU Kota Surabaya, Ahad (31/7). Sedikitnya 100 peserta yang terdiri atas perwakilan PAC/PKPT IPNU-IPPNU di Surabaya dan beberapa alumni tampak hadir.

Salah satu alumni yang hadir antara lain H Syaihan, Ketua IPNU Surabaya periode 1989-1991.

Ketua IPPNU Surabaya Arumi Maulida berharap jalinan silaturahmi antara PAC/PK dan PR tetap terjaga secara istiqomah bukan hanya pada momen halal bihalal, Ia Juga berharap kepada alumni agar bisa bertindak sebagai motivator bagi pengurus untuk meneruskan perjuangan dalam mengembangkan ajaran ahlus sunah wal jamaah an-nahdliyah di kalangan pelajar.

Sementara Ketua IPNU Surabaya Agus Setiawan menuturkan, pada momen halal bihalal ini selain untuk memupuk silaturahmi, terlebih antaralumni dan kader harus ada hubungan yang proporsional di masing-masing tingkatan agar bisa melakukan sebuah gerakan nyata.

“Tentunya yang harus dibagun terlebih dahulu adalah pondasi yang kokoh dengan semangat kebersamaan.”

Sementara Ketua PCNU Surabaya Dr H Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa pelajar NU Surabaya harus lebih kreatif dan inovatif lagi untuk menarik minat kader di Kota Surabaya yang notabene kota metropolitan yang sangat heterogen.

“Selain fokus untuk mengasah dan mengembangkan kadar intelektualitas kader IPNU-IPPNU harus bisa lebih memaksimalkan sosial media misalnya FB, twetter, instragram sebagai penunjang eksistensi gerakan di kalangan pelajar-pelajar Surabaya,” tambahnya.

Sementara H Syaihan menuturkan bahwa IPNU-IPPNU harus lebih fokus dan intens lagi dalam mengembangkan potensi dan membekali kader yang ada di tingkatan bawah agar bisa membentengi dirinya dan juga pelajar-pelajar yang ada di Surabaya dari pengaruh paham-paham Islam radikal dan narkoba yang sudah masuk ke sekolah-sekolah dan meracuni generasi muda.

“Dinamika dan tantangan saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam, maka dari itu pengurus IPNU-IPPNU saat ini harus berjuang lebih keras lagi dalam memperkenalkan Islam ala Ahlus sunah wal jamaah An-Nahdliyah yang moderat kepada generasi muda yang ada di kota Surabaya,” jelasnya. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG