IMG-LOGO
Nasional

Rektor UNU Sumbar Dikukuhkan, Siap Terima Mahasiswa Baru

Jumat 5 Agustus 2016 21:0 WIB
Bagikan:
Rektor UNU Sumbar Dikukuhkan, Siap Terima Mahasiswa Baru
Padang, NU Online
Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat semakin menampakan khitmahnya kepada pembangunan masyarakat. Hal ini terlihat dengan telah berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (UNU Sumbar) yang ditandai dengan pelantikan rektor.

“Alhamdulillah Rektor UNU Sumbar DR. Ir. H Rudi Kusuma, MP dapat dilantik. Ini merupakan rahmat yang luar biasa bagi NU dan bangsa Indonesia,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sesaat setelah pelantikan, Jumat (5/8).

Kang Said, panggilan akrab Ketum PBNU, menegaskan bahwa ke depan tantangan kehidupan global semakin luar biasa dan harus dihadapi dengan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya dari aspek keilmuannya tetapi juga keimanan dan keislamannya. Menurutnya, NU terus mengalami perkembangan. Kang Said mengaku telah melantik 28 rektor perguruan tinggi NU se-Indonesia.

Kepada Rektor UNU Sumbar Rudi Kusuma, Kang Said berpesan agar ikhlas dan serius dalam bekerja karena di NU tempat mengabdi. Usai dilantik Rudi Kusuma menyatakan siap mengemban amanah dan bekerja keras dan ikhlas untuk membesarkan universitas NU satu-satunya di Sumatera Barat itu.

“Karena memang dari awal UNU digerakkan dengan kebersamaan dan swadaya sahabat-sahabat di NU Sumbar,” kata mantan Dekan Fakultas  Pertanian Universitas Taman Siswa (Tamsis) ini.

Rudi bertekad bekerja sesuai arahan PBNU. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyiapkan perangkat di jajaran kampus guna menunjang berjalannya UNU Sumbar lebih baik. Doktor alumnus Universitas Malaya Malaysia ini menambahkan, untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini UNU Sumbar memberi peluang kepada seluruh masyarakat termasuk alumni pesantren, warga NU dan masyarakat yang kurang mampu.

“Kita memberi kemudahan dalam membayar biaya kuliah, biaya kuliah cukup bersaing Rp. 1.500.000 sudah bisa kuliah di universitas. Apalagi (juga) memberi kemudahan bisa mencicil bagi yang kurang dana, termasuk membebaskan uang pendaftaran,” paparnya.

Menurut Rudi, pemuda-pemudi NU memang banyak yang ada berada di nagari dan pedesaan. Karenanya, “Kehadiran UNU Sumbar harus pro kepada masyarakat di pedesaan,” kata pria asal Solok ini. UNU Sumbar membuka pendaftaran sampai akhir September 2016, dan bisa dilakukan secara online melalui website www.unusumbar.ac.id. (Afriendi Sikumbang/Mahbib)

Bagikan:
Jumat 5 Agustus 2016 23:0 WIB
Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar
Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar

Majalengka, NU Online
Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar). Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka itu digelar tiga hari, mulai Jumat (5/8) hingga Ahad (7/8) lusa.

Di sela-sela pembukaan acara, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LD PBNU) Maman Imanulhaq mengatakan, saat ini perjuangan Banser sangat diperlukan untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menghadapi berbagai gangguan baik itu pihak luar maupun dari dalam. Meski demikian, Banser harus tetap berpegang teguh pada "PBNU".

“Ingat PBNU ada ‘kepanjangannya’, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. Dan perlu diwaspadai saat ini gangguan terhadap NKRI yaitu dari pihak yang ingin mendirikan khilafah. Untuk itu, Banser hadir untuk meringankan beban pihak keamanana yaitu kepolisian dan TNI,” jelasnya.

Maman mengharapkan, jangan sampai Banser dimanfaatkan oleh pihak lain. Organisasi semiotonom  GP Ansor ini harus mengutamakan jiwa sukareala dan patuh pada para kiai.

“Jiwa Banser lillahi ta’ala dan manut (patuh) sama para kiai, yang perlu digaris bawahi yaitu tolong menolong tapi jangan sampai kebaikan kita dimanfaatkan oleh pihak luar,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al- Mizan itu.

Ketua panitia kegiatan, Samsu, mengatakan,  Diklatsar kali ini diikuti sebanyak 70 peserta dan kemungkinan akan bertambah. Awalnya, panitia menargetkan 90 peserta dari seluruh Kabupaten Majalengka

“Karena ada sesuatu hal, baru 70 orang yang hadir. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat tingkat kecamatan, Koramil, Polsek dan anggota dewan tingkat Kabupaten Majalengka.” terang pria yang juga Ketua Ansor Leuwimunding itu. (Tata Irawan/Mahbib)

Jumat 5 Agustus 2016 19:4 WIB
HUT RI, IPNU-IPPNU Jatim Buka Lomba Video Puisi Pelajar via Instagram
HUT RI, IPNU-IPPNU Jatim Buka Lomba Video Puisi Pelajar via Instagram
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Wilayah Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPNU dan IPPNU) Jawa Timur mengadakan lomba video puisi Pelajar via instagram. Lomba ini merupakan agenda khusus IPNU dan IPPNU dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-71 RI.

Ketua IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, kreatifitas dan bakat pelajar sangat beragam, salah satunya berekspresi melalui puisi. Hal tersebut, menurut Haikal, merupakan potensi yang harus dikembangkan sejak dini.

“HUT RI menjadi momentum yang tepat menunjukkan kreatifitas berpuisi. Sekaligus sebagai wujud kecintaan pada bumi pertiwi,” tuturnya, Jumat (5/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan tema yang diusung pada lomba kali ini adalah “Cinta Kami Pada Negeri”. Tema tersebut sengaja diambil agar generasi muda bangga dan mencintai Indonesia, menggelorakan semangat nasionalisme serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi.

“Kami konsisten menolak segala bentuk radikalisme, pelajar dan mahasiswa harus bersatu melawannya,” tegas Haikal.

Panitia lomba video puisi pelajar sengaja memilih instagram sebagai media karena ingin hadir dan lebih dekat dengan generasi muda. Aplikasi berbasis foto dan chatting ini memang sedang menjadi primadona untuk memperbarui aktivitas sehari-hari.

Syarat mengikuti lomba di antaranya pelajar, santri, mahasiswa dan kalangan umum laki-laki atau perempuan maksimal berumur 29 tahun. Untuk menghindari plagiat, karya yang dikirimkan harus murni milik sendiri.

Pengiriman video dibuka mulai 9-14 Agustus 2016 pukul 23.59. Video dibuat dengan cara merekam dan membacakan bait puisi paling menarik yang berdurasi 1 menit. Lampirkan teks puisi lengkap pada caption video. Selanjutnya unggah melalui akun instagram dan ditag ke @tv9nusantara, @pwipnujawatimur dan @pwippnujawatimur dengan hastag #videopuisipelajar. Pengumuman juara diumumkan secara live di TV9 Nusantara pada 16 Agustus pukul 21.30.

Pemenang ditentukan oleh dewan juri. Sementara juara favorit ditentukan peserta yang mendapat like terbanyak di instagram. Sebagai apresiasi untuk pemenang, juara 1 mendapat tabungan senilai RP.750.000, Juara 2 senilai RP.500.000, Juara 3 senilai RP.250.000, dan Juara Favorit senilai RP.500.000. Selain itu, semua juara juga mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh penyai KH D Zawawi Imron selaku juri kehormatan. Lomba ini juga didukung oleh NU Online, Nutizen, dan  TV9 sebagai media partner. (Lukman Hakim El-Baqeer/Alhafiz K)

Jumat 5 Agustus 2016 16:27 WIB
Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa
Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa
Jakarta, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang baru dilantik Presiden Joko Widodo, Eko Putro Sandjojo bersilaturahim ke gedung PBNU, Jakarta, pada Jumat (5/8). Ia diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Katib ‘Aam PBNU KH Yahya C. Staquf di lantai 3.  

Ia yang ditemani rombongan menyampaikan permintaan agar NU turut mendukung dan berpartisipasi dalam percepatan pembangunan daerah yang tertinggal. Hal itu karena Indonesia memiliki sekitar 70. 700 desa lebih sehingga harus bekerja sama dengan semua pihak.

Menurut dia, dari jumlah desa dengan jumlah seperti itu, hanya sekitar 2.000 yang bisa dikatakan desa maju. Sisanya desa berkembang dan desa tertinggal.

Salah satu, untuk merangsang desa menjadi maju adalah menciptakan desa “tematik”. Artinya desa di Indonesia tidak seragam dalam menghasilkan produk. Ada desa yang nantinya di desain menghasilkan pertanian, perikanan, dan pariwisata. Misalnya di Karawang unggulannya padi di Lampung sebagian unggulannya jagung.  

“Masing-masing desa ada ciri khasnya,” kata menteri yang baru saja diangkat Presiden menggantikan Marwan Ja’far belum lama ini.

Menurut dia, dana 1 miliar rupiah itu, penggunaannya berbeda antara desa yang maju dan tertinggal. Uang tersebut untuk sebagian desa ada yang diarahkan memperbaiki infrastruktur, sementara yang lain untuk keterampilan penduduknya. Desa yang sudah infrastrukturnya akan didorong punya unit usaha seperti BPR yang bisa bekerja sama dengan BRI, BNI.

Pada kesempatan itu Kiai Said mengamini apa yang akan dijalankan kementerian tersebut. Tapi ia juga mengingatkan untuk memperhatikan desa-desa terluar atau desa perbatasan dengan negara lain. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG