IMG-LOGO
Daerah

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Sabtu 13 Agustus 2016 19:3 WIB
Bagikan:
Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS
Tasikmalaya, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam menyelenggarakan pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran IPS. Kegiatan yang melibatkan guru-guru IPS ini berlangsung di Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah, Condong, Tasikmalaya, Sabtu (13/8).

Sebanyak 100 guru SMP perwakilan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan ini. Tampak hadir Ketua Prodi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Prof Dr Nana Supriatna, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dan Pimpinan Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah KH Diding Darul Falah.

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, arus globalisasi pada saat ini telah melunturkan identitas kebangsaan.

“Siswa lebih bangga dengan hasil budaya asing daripada budaya sendiri. Siswa lebih bangga memainkan permaian produk luar negeri seperti game daripada permainan tradisional. Karena itu, guru perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa dengan mengembangkan pembelajaran dengan berbasis kearifan lokal,” kata H Saepuloh.

Ia berharap setelah kegiatan pelatihan ini guru-guru IPS dapat melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga dapat menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa.

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Nana Supriatna, Dr Agus Mulyana, dan Drs H Wahyu Wibisana. (Red Alhafiz K)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 13 Agustus 2016 20:3 WIB
Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa
Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa

Bandung, NU Online

Saat ini banyak kalangan membicarakan desa. Urusan desa tampak seksi, apalagi setelah undang-undang nomor 6 tahun 2014 disahkan oleh pemerintah. Dengan demikian desa mempunyai otonomi dalam menjalankan pemerintahan daerah. Pembangunan desa merupakan inti dari pembangunan Indonesia.

Demikian disampaikan Yudi Cahyudin Direktur Eksekutif  Komunitas Pegiat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Desa Jalan Seram nomor 5, Citarum, Kota Bandung, Jum’at (12/8) sore.

Ia menerangkan, hadirnya Komunitas Pegiat Desa bertujuan salah satunya untuk mewadahi orang-orang yang giat mendampingi desa supaya bisa bergabung bersama-sama dalam memberdayakan potensi dan aset yang dimiliki desa.

“Jangan gengsi jadi kepala desa atau penggerak desa, karena untuk menciptakan good government tidak sebatas menjadi kepala daerah seperti gubernur atau bupati,” terang Yudi di hadapan sekitar 50 aktivis mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ia memberikan ruang dan kesempatan kepada para mahasiswa untuk ikut serta mengawal dan berkontribusi langsung dalam proses pembangunan Indonesia yang berangkat dari kawasan desa.

Dari 74.000 desa di seluruh Indonesia, lanjut Yudi, banyak hal yang bisa dilakukan, misalkan bisa menjadi mitra pemerintah dalam perumusan dan pelaksanaan regulasi tentang desa. “Rawat dan ajak diskusi tentang desa,” kata mantan Ketua PMII Bandung itu dalam pelatihan yang bertajuk Mahasiswa Membangun Indonesia dari Desa.

Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi di antaranya tentang Sistem Pembangunan Desa, Implementasi Hukum Desa, Visi Ideologis Pemberdayaan Undang Undang Desa, sekaligus merumuskan rekomendasi dari hasil Focus Discussion Group (FGD). (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Sabtu 13 Agustus 2016 17:1 WIB
Kekuatan Doa Mampu Berangkatkan Seseorang Tunaikan Ibadah Haji
Kekuatan Doa Mampu Berangkatkan Seseorang Tunaikan Ibadah Haji
Tanggamus, NU Online
Haji merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu. Kategori mampu ini meliputi kemampuan fisik maupun materi. Namun dalam Ibadah haji, banyak orang yang secara dzohir tidak memiliki materi namun bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini. Semua ini bisa terjadi karena kuasa Allah yang salah satunya melalui doa.

"Doa adalah otak ibadah dan kunci dari segalanya. Dengan doa permaslahan berat menjadi ringan, kegelapan menjadi terang, hal sulit menjadi gampang dan yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin," kata Rais PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib pada Doa Bersama dan Selamatan Haji beberapa jamaah Haji Desa Margodadi Tanggamus, Lampung.

Oleh karenanya Abah Ridwan, mengingatkan kepada siapa saja untuk selalu memiliki semangat bercita cita dapat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Apalagi menurutnya bagi yang sudah memiliki kemampuan finansial harus segera melaksanakannya karena jika tidak dosalah yang akan didapatkannya.

"Ada dosa orang Islam kaya tidak bisa diampuni kecuali ia harus melakukan wukuf di padang arafah. Yaitu dosa tidak melaksanakan Ibadah Haji," tegasnya, Sabtu (13/8).

Ketika melaksanakan ibadah haji, Abah Ridwan juga mengingatkan para jamaah untuk memaksimalkan kesempatan tersebut untuk beribadah. "Banyak tempat yang memiliki keutamaan lebih dari tempat manapun di dunia. Banyak tempat mustajabah untuk berdoa memohon berbagai hal urusan dunia dan akhirat," terangnya.

Lebih lanjut untuk mendapatkan kesempurnaan ibadah haji, ia mengimbau kepada jamaah yang akan berangkat untuk membekali diri dengan Ilmu pengetahuan mengenai haji. Selain itu, Abah Ridwan mengimbau agar para calon Jamaah Haji menyucikan diri dengan berpamitan dan saling memaafkan kepada sesama. 

"Jangan lupa hutang dilunasi, harta dizakati karena akan menjadikan doa dan keselamatan selama berhaji," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Sabtu 13 Agustus 2016 15:5 WIB
Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini
Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini
Majalengka, NU Online
Menjadi pemimpin harus menguasai tiga bagian keramahan di antaranya ramah media, ramah bahasa, dan ramah kamera. Kalau tiga hal ini dikuasai, maka peserta pelatihan kepemimpinan lanjutan (PKL) sudah siap menjadi seorang pemimpin.

“Peserta PKL harus mengusai tiga hal keramahan, ramah dalam media, keramahan bahasa, dan keramahan dalam kamera. Jangan sampai peserta PKL keseringan berkamera selfi,” kata Ketua GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar pada PKL I GP Ansor se-Jawa Barat di Pesanrten Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jumat-Ahad (12-14/8).

Deni menambahkan bahwa jadi pemimpin harus menguasai bahasa asing agar menambah pergaulan. Pemimpin juga menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin.

“Bisa ramah bahasa bermulai dengan menguasai bahasa asing,” kata Ketua Ansor Jabar ini.

Salah satu peserta PKL dari Majalengka, Wanding Nurdin Ahmad mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, pelatihan kepemimpinan dasar dari tiap daerahnya masih-masing. “Saya cukup antusias mengikuti PKL ini,” katanya. (Tata Irawan/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG