IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Ulama Yaman: Sunni-Syiah Hidup Rukun, Politiklah Penyebab Konflik Timteng

Rabu 24 Agustus 2016 14:0 WIB
Bagikan:
Ulama Yaman: Sunni-Syiah Hidup Rukun, Politiklah Penyebab Konflik Timteng
Demak, NU Online
Konflik telah menyebar di berbagai belahan negara Timur Tengah. Semua bergulir satu-persatu secara bergantian, mulai Irak, Mesir, Libya, Yaman, Suriah dan lain sebagainya. Hal ini mendorong KH Hanif Ismail, Pengasuh Pesantren Roudlotul Quran An Nasimiyyah, Semarang menanyakannya langsung kepada ulama asal Yaman, Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy pada acara Majlis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin (Pertemuan Para Ulama) yang digelar di Pesantren Futuhiyah Mranggen, Demak, Selasa (23/8).

"Faktor apakah yang sebenarnya terjadi sehingga saudara-saudara kita di sana tega melakukan perang antar saudara sendiri seperti di Suriah?" tanya Kiai Hanif. 

Habib Muhammad Al Junaid menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di negara-negara Muslim Timur Tengah bukan karena faktor agama, tapi dipicu masalah politik. "Dari dahulu ulama Ahlus Sunnah dengan Syi'ah atau dengan aliran manapun dan di manapun hidup rukun berdampingan," jelas Habib Al Junaid 

Namun, lanjut Habib, karena kepentingan politik, agama dibuat tameng dan dibikin pemicu penghalalan hasrat nafsu politik kelompok-kelompok tertentu. “Jika sudah begini, ya sudah, kalau agama sudah dicampur-adukkan dengan kepentingan, hancur,” kata Habib Al Junaid. 

Perhelatan yang diinisiasi oleh Habib Umar bin Hafidz ini diikuti oleh para mursyid thariqah dan para kiai Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy, Yaman, Habib Muhsin Al Hamid dan lain sebagainya. (Mundzir/Zunus)
Bagikan:
Rabu 24 Agustus 2016 23:30 WIB
LSN 2016
LSN Regional Kalimantan III, Nahdlatul Athfal Bungkam Mathlaul Anwar 6-0
LSN Regional Kalimantan III, Nahdlatul Athfal Bungkam Mathlaul Anwar 6-0
Pontianak, NU Online
Hari ketiga berlangsungnya Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Regional Kalimantan III mempertemukan antara Pondok Pesantren Mathlaul Anwar berhadapan dengan Pesantren di Lapangan Sepak Bola Keboen Sajoek, Pontianak, Rabu (24/8/2016).

Pada pertandingan partai pertama di hari ketiga ini, Matlaul Anwar menggunakan kostum biru kuning, sedangkan Nahdlatul Atfal menggunakan kostum Merah-merah.

Sejak kick off dimulai, Nahdlatul Atfal lansung mengancam. Tapi kiper dari Matlaul Anwar bisa menghalaunya. Akibat serangan bertubi-tubi dilakukan oleh Nahdlatul Atfal, di menit ke-6 gawang Matlaul Anwar bisa dibobol melalui aksi individu sang penyerang Abdul Hadi yang bernomor punggung 10.

Setelah kebobolan di menit ke-6, Matlaul Anwar seakan kehilangan semangat bermain. Pada menit ke-8, pemain lawan kembali berhasil mencetak gol melalui playmaker, Amin Muhaimin.

Gol berikutnya tercipta menit ke-19 melalui penyerang Abdul Hadi yang mencetak gol keduanya. Berselang lima menit kemudian gelandang bertahan, Ahmad Zubad menutup kemenangan di babak pertama dengan akor 4-0.

Babak kedua tempo permainan kedua tim lebih meburun dan setelah 12 menit berjalan pertandingan babak kedua, Nahdlatul Atfal berhasil mengubah papan akor menjadi 5-0 berkat golpemain pengganti, Satiji.

Berikutnya Abdul mencetakan hat-trick di menit 52 dan menggenapkan kemenangan timnya menjadi 6-0. (Red: Fathoni)

Rabu 24 Agustus 2016 22:0 WIB
NU Online Terima Kunjungan Perkumpulan Muslim Inggris
NU Online Terima Kunjungan Perkumpulan Muslim Inggris
British Muslims bersama crew Redaksi NU Online
Jakarta, NU Online
Redakasi NU Online menerima kunjungan Perkumpulan Muslim Inggris, The Association of Muslims British dan Upstanding Neighborhood, di lantai lima Gedung PBNU Jakarta, Rabu (24/8) sore

Kashan Amar Koordinator Upstanding Neighborhood menjelaskan, menolak segala jenis kekerasan yang mengatasnamakan Islam. Ia prihatin dengan semakin maraknya kampanye-kampanye radikal yang berseliweran di media sosial.

“Maka dari itu, kita buat ini (Upstanding Neighborhood),” kata Kashan.

Namun, jelas Kashan, Upstanding Neihgborhood bukanlah sebuah organisasi yang memiliki badan struktur. Ini adalah sebuah jaringan virtual yang mengampanyekan Islam damai lewat media sosial dan melawan setiap kampanye radikal. 

Seiring dengan berjalannya waktu, ia mengembangkan diri dengan membentuk beberapa channel sosial media, mulai dari video, artikel, dan meme tentang Islam damai. Ia juga mengampanyekan situs-situs dan media sosial yang menebarkan propaganda ekstremisme.

“Kegiatan kita adalah pelatihan-pelatihan, kampanye, dan mentoring untuk menebarkan Islam yang penuh dengan kedamaian di beberapa media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan youtube,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator The Association of Muslims British (AoMB) Mohammed Abbasi menuturkan, Islam masuk ke daratan Inggris sudah sejak abad ke-8 masehi. Pada saat Offa menjadi raja Mercia, ia membuat mata uang koin yang bertuliskan lafal syahadah sebagai salinan dari uang koin yang sudah dikeluarkan oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansyur.

Perkumpulan British Muslims, lanjut Abbasi, adalah organisasi Islam tertua di daratan Inggris dan didirikan oleh Syaikhul Islam Abdullah Quilliam Bey pada 1989.

Salah satu tujuan AoBM didirikan adalah untuk meyakinkan orang-orang Inggris dalam memahami ajaran Islam yang benar dan membantu sesama Muslim di Inggris serta Eropa baik secara fisik maupun finansial.

Ada beberapa faktor yang menjadi permasalahan muslim di Inggris, seperti membesar-besarkan kekerasan, tidak bangga menjadi warga Inggris, komunitas yang rapuh, kemiskinan, sekolah Islam yang terpencil, rasisme dan Islamphobia, isu kebijakan luar negeri, dan merasa dibenci oleh masyarakat. 

Di Inggris, Islam menjadi agama mayoritas kedua dengan jumlah 2,4 juta pemeluk atau 4 persen dari total penduduk Inggris Raya. (Ahmad Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Rabu 24 Agustus 2016 19:28 WIB
Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa
Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa
Jakarta, NU Online
Empat kontingen bersaing untuk mendapatkan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencask Silat yang digelar Pagar Nusa di Padepokan Pencask Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kontingen tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Sumatera Barat.

“Jawa Timur menjadi kandidat terkut juara umum. Satu emas lagi, dipastikan mereka menggondol juara umum,” kata Sayid Rdho, salah seorang panitia Kejurnas II yang digelar Pencak Silat NU pagara Nusa yang berlangsung dari Ahad (21/8) dan akan ditutup Kamis (25/8).

Jawa Timur, menurut dia, merupakan satu-satunya kontingen yang mengirimkan atlet dengan lengkap di antara 177 kontingen lain. Hanya Jawa Timur pula yang mengikuti pertandingan dan festival silat di seluruh partai, kelas, dan golongan.

Siang ini di gelanggang Padepokan Pencak Silat Indonesia mempertandingkan final TGR (tunggal, ganda, regu) dewasa dan remaja. Pada tunggal putra telah keluar sebagai juara yaitu kesatu Gorontalo, kedua Jawa Timur, dan ketiga Bali. Sementara pada tunggal putri juara I diraih jatim, juara II Sumatera barat, dan juara III Gorontalo.

Malam ini akan berlangsung sesi festival pencak silat. Sesi tersebut tak hanya diikuti kontingen-kontingen Pagar Nusa, tapi turut berpartisipasi beberapa perguruan silat seperti Jokotole, Persinas Asad dan Persaudaraan Setia Hati (PSH).

Pada kejurnas II dan Festival tersebut diikuti sekitar 257 pesilat putra dan putri yang berlaga pada golongan remaja dan dewasa. Sementara jumlah official sekitar 82 sehingga yang hadir sekitar 339. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG