IMG-LOGO
Nasional

Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan

Jumat 26 Agustus 2016 6:5 WIB
Bagikan:
Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan
Ketum Muhammadiyah (dua dari kanan) didampingi Direktur NU Care–LAZISNU Syamsul Huda (kanan)
Jakarta, NU Online
Dalam rangka menyemarakkan perayaan kurban di Hari Raya Idul Adha 1437 H, PT Bintang Toedjoe menggandeng NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama) dan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyyah).

“Ya, jika sebelumnya (penyaluran kurbannya, Red.) hanya dilakukan di NU atau Muhammadiyyah, maka untuk tahun ini kami gandeng sekaligus dua ormas Islam terbesar ini,” terang Simon Jonatan, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe di acara Konferensi Pers I, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Rabu (24/08) siang.

Simon menuturkan, kurban tahun ini pihaknya mengambil tema “Ayo Kurban Bersama”. Sebab, menurutnya, untuk pertama kalinya ini penyaluran kurban PT Bintang Toedjoe dilakukan secara bersamaan di NU dan di Muhammadiyyah.

Sementara itu, Direktur Utama LAZISMU, Andar Nubowo menyampaikan, sinergi kegiatan LAZISMU dan NU Care–LAZISNU tidak akan terhenti di kurban bersama saja. “Sinergi-kolaborasi antara LAZISMU dan LAZISNU harus terus diintensifkan, karena masih banyak PR mengenai ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah), termasuk menggali potensi zakat Indonesia yang belum digarap secara optimal,” tutur Andar.

Senada, Direktur NU Care–LAZISNU Syamsul Huda menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyyah harus sering bersinergi. “Ini (kurban bersama, Red.) merupakan peristiwa besar dan langka. Saya harap NU dan Muhammadiyyah harus terus bersinergi. Bahkan Ketum PBNU dan Ketum Muhammadiyyah harus ngopi bareng,” kata Syamsul.

Islam Nusantara Berkemajuan


Ketua Umum Muhammadiyyah Prof Haedar Nashir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kurban bersama antara NU dan Muhammadiyyah ini adalah suatu peningkatan. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya dua organisasi ini sama-sama berkurban, maka di tahun 2016 ini Muhammadiyyah dan NU berkurban bersama. Suatu peningkatan,” paparnya.

Ia berharap upaya PT Bintang Toedjoe untuk berkurban dapat memotivasi perusahaan-perusahaan lain untuk juga berkurban. Tidak hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya, melainkan juga perlu memperhatikan keberkahannya.

“Semoga dengan adanya kurban bersama ini, semangat kebersamaan tetap terjaga. Jika NU punya konsep Islam Nusantara, dan Muhammadiyyah dengan Islam Berkemajuan-nya, maka jika bergerak bersama-sama menjadi Islam Nusantara Berkemajuan,” paparnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Seusai dilaksanakannya Konferensi Pers I di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyyah, sore harinya kembali dilangsungkan Konferensi Pers II di Gedung PBNU, Lantai 8. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini hadir dalam Konferensi Pers II tersebut. Kiai Said berharap agar kerja sama NU dan Muhammadiyyah bisa ditingkatkan lagi.

“Tantangan kita semakin berat. Datang dari kanan-kiri. Berbagai paham masuk ke Indonesia. Kalau bukan NU dan Muhammadiyyah, siapa lagi yang mau ngawal Indonesia ini. Maka itu, kita harus menyatu lagi. Bukan hanya soal sapi,” jelas Kiai Said. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)

Tags:
Bagikan:
Jumat 26 Agustus 2016 23:45 WIB
LSN 2016
Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II
Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II
Tim DaTa saat pertandingan sebelumnya melawan Tim Al-Mahrusiyah Lirboyo
Kediri, NU Online
Kesebelasan Pondok Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung optimis bisa lolos sampai ke babak final Liga Santri Nasional (LSN) Region II Jatim di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Modal melibas kesebelasan Pesantren Al-Mahrusiyah 5-0 itulah yang dijadikan semangat Dwiki Fauzi Anjasmara dkk dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

“Tekat kami bisa lolos sampai ke Final dan bisa jadi juara di region II ini,’’ ungkap Dwiki, kapten DaTa, Jumat (26/8).

Menghadapi Pondok Pesantren  Pomusda Nganjuk,  Sabtu (27/8) sore, Dwiki Fauzi Anjasamara dkk, sudah mempersiapkan beberapa strategi. Salah satunya sudah pernah dipakai  saat menghadapi tim Al- Mahrusiyah. Dengan pola 4-4-2, ia sejak menit awal akan terus  tampil menyerang.

“Insyaalloh dengan pola itu kami pada babak awal akan bisa mencuri poin dulu,’’ ujar Dwiki Fauzi.

Strategi itu, lanjut Dwiki masih bisa dipergunakan ketika kontra dengan Tim Pomosda Nganjuk.”Teman-teman sudah sedikit mengerti dengan pola dan strategi permainan calon lawan.Karena kami pernah melihat saat mereka lawan Ponpes Semanding lalu,’’ katanya.

Strategi sudah disiapkan untuk menghadapi tim dari Kota  Angin Nganjuk itu. “Kami sudah punya strategi untuk menghadapi mereka. Dengan agresif dulu menyerang. Nampaknya ini sangat efektif untuk bisa cepat meraih poin,” lanjutnya. 

“Cuma kita lihat nanti pola permainan lawan. Kalau mereka main cepat akan kami imbangi, seperti permainan kita sebelumnya. Seperti saat melawan Pesantren al-Mahrusiyah kemarin,’’ tambahanya.

Pada babak perempat final besok sore, timnya akan bermain pada sesi terakhir setelah tiga kesebelasan lainnya bermain. Sehingga, masih banyak waktu untuk persiapan. “Kita main terakhir sekitar pukuln 16.00, sehingga kita bisa persiapan lebih lama,’’ tambahnya.

Pertandingan pertama yang akan tampil pada jam 7.30 pagi adalah Ponpes An-Nur 2 Turen Malang yang berhadapan dengan Pondok Pesantren Denanyar Perak Jombang.  

Disusul kemudian pertandingan antara Ponpes Darussalam Sumbersari Kencong Kediri. Mereka akan berhadapan dengan Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, pukul 09.10 Wib.

Kemudian pertandingan  akan dilanjutkan pada pukul 14.00 Wib yang mempertemukan Ponpes Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri menghadapi Ponpes Ar-Riyadh Ringinagung Keling Kediri.

Kemudian pada pertaningan terakhir pada pukul 15.40 akan berhadapan  Ponpes Darut Taibin Tulungagung. Pada kesempatan itu  DaTa akan menghadapi tim Pesantren Pomosda dari Kota Angin Nganjuk. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Jumat 26 Agustus 2016 21:0 WIB
LSN 2016
Kepada PSSI Pelatih Ini Sarankan Pemain Timnas Dipondokkan
Kepada PSSI Pelatih Ini Sarankan Pemain Timnas Dipondokkan
Semarang, NU Online
Pelatih sepak bola usia muda yang juga mantan pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan (PPLP) Sepak Bola Jateng, Edy Prayitno menilai, pondok pesantren memiliki banyak calon pemain sepak bola potensial.

Ia mencontohkan di Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, ia menemukan dua pemain yang memiliki kemampuan melebihi siswa di PPLP.

"Bedanya kalau di PPLP dibimbing dengan baik kalau di pesantren masih asal-asalan karena mengutamakan mengaji. Jadi potensinya luar biasa, cuma belum tergarap," katanya dalam diskusi bertajuk Revolusi Sepakbola Nasional dari Pesantren, yang digelar di gedung DPRD Jateng, Kamis (25/8).

Pada diskusi yang diselenggarakan untuk menghadapi gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga itu, Edy mengungkapkan, melalui LSN tahun ini diharapkan ke depan muncul pemain yang memiliki akhlak mulia.

"Tidak ada lagi pemain yang memukul wasit, tapi cium tangan wasit," katanya disambut tawa hadirin.

Ia mengaku pernah menyarankan pada PSSI agar dalam membentuk karakter para pemain Tim Nasional (Timnas) tidak perlu dilakukan di Eropa. Melainkan cukup dibentuk karakternya di dalam negeri.

Dalam tiga bulan pertama, kata Edy, para pemain dimasukan ke pesantren, supaya memiliki karakter yang jujur dan berpikiran bahwa segala hal yang dilakukan dengan jujur terutama dalam sepak bola adalah ibadah.

Kemudian para pemain dimasukan ke akademi militer untuk membentuk karakter berjuang, disiplin, semangat tinggi, dan tak kenal menyerah.

"Selama ini yang digodok hanya teknisnya saja, fisiknya, dan skil individu, tapi karakternya terlupakan," tegasnya. (Red-Zunus)
Jumat 26 Agustus 2016 20:1 WIB
KEJURNAS PAGAR NUSA
Ini Tips Kontingen Pagar Nusa Gorontalo Raih Juara Umum Ketiga
Ini Tips Kontingen Pagar Nusa Gorontalo Raih Juara Umum Ketiga
Jakarta, NU Online
Belasan pesilat NU Pagar Nusa Gorontalo muncul sebagai kontingen dengan perolehan medali terbanyak ketiga pada Kejurnas II dan Festival Nasional Pagar Nusa di Padepokan Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (25/8) sore. Mereka yang umumnya masih duduk di bangku sekolah menyambut kejurnas dengan refreshing terlebih dahulu.

Menurut salah seorang pendekar Pagar Nusa Gorontalo Fadhilah, pesilat Pagar Nusa kontingen Gorontalo tidak melakukan persiapan istimewa. Para pesilat Gorontalo berlatih seperti kontingen lainnya.

“Kita sepekan latihan hampir empat kali. Senin, Rabu, Kamis, dan Ahad. Kita hanya berlatih seperti biasa. Isinya teknik dan fisik,” kata Fadhilah, siswi SMAN 6 Gorontalo kepada NU Online di Padepokan Silat Indonesia, TMII, Kamis (25/8) sore.

Kontingen Gorontalo berjumlah 12 atlet dan dua orang official. Semua atlet mendapat medali. Mereka berhasil merebut lima medali emas dan tujuh perunggu. Kontingen ini terdiri atas lima atlet perempuan dan tujuh atlet laki-laki.

“Saya tidak menyangka. Saya pikir yang dapat juara umum kontingen Sumbar. Karena pada Kejurnas I Pagar Nusa lalu mereka yang dapat,” kata Fadhilah.

Agung, salah satu official kontingen atlet Pagar Nusa Gorontalo, mengatakan bahwa pihaknya tidak mempersiapkan latihan secara khusus.

“Dari pelbagai cabang kita rekrut. Selama sepekan terakhir sebelum kejurnas kita latihan intensif. Tetapi dua hari sebelum berangkat, kita mengadakan outbond. Isinya hanya main-main saja, refreshing. Ini kami lakukan agar tiba di Jakarta para atlet sudah segar, on, siap tanding,” kata Agung yang kini diamanahi sebagai asisten pelatih pencak silat NU Pagar Nusa Gorontalo kepada NU Online.

Kontingen Pagar Nusa Gorontalo tiba di Jakarta pada Sabtu (20/8). Mereka kembali ke kampung halaman pada Kamis (25/8) malam.

“Pesan saya, terus latihan, semangat, dan jaga disiplin,” tandas Agung.

Juara umum pertama diraih kontingen Pagar Nusa Jawa Timur dengan total 25 medali. Sementara juara umum kedua diambil oleh kontingen Pagar Nusa Jawa Tengah dengan total 12 medali. (Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG