IMG-LOGO
Nasional

Napak Tilas Mengenang Perjuangan KH As'ad Syamsul Arifin Usir Penjajah

Selasa 30 Agustus 2016 14:30 WIB
Bagikan:
Napak Tilas Mengenang Perjuangan KH As'ad Syamsul Arifin Usir Penjajah
KH As'ad Syamsul Arifin.
Jember, NU Online
Almarhum KH As'ad Syamsul Arifin bukan sekedar ulama, tapi juga pejuang. Beliau turun langsung ke medan jihad untuk memaksa serdadu Jepang angkat kaki dari bumi Jember. Adalah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono yang menjadi markas utamanya dalam menyusun strategi dan melancarkan serangan untuk melumpuhkan penjajah.

Suatu ketika, Kiai As'ad memimpin para pejuang lain untuk menyerang serdadu Jepang di Garahan, Kecamatan Silo, dengan bergerilya.

Berangkat dari Sumberwringin, Kiai As'ad menyusuri jalan puluhan kilometer, naik turun lembah,  menembus hutan belantara dan menyeberang sungai.  Gerilya Kiai As'ad rupanya tercium musuh. Belum sampai setengah perjalanan, Kiai As'ad dan pasukan dicegat serdadu Jepang, tepatnya  di sungai Kramat. 

Pertempuran tak bisa dihindari, namun Kiai As'ad bisa mengatasi. Para serdadu Jepang itu lari tunggang langgang ke tengah hutan.  Akhirnya, beliau tiba di Garahan. Namun serdadu Jepang di situ, rupanya sudah ciut nyalinya menyusul kegagalan rekannya mencegat Kiai As'ad di sungai Kramat. 

"Akhirnya di Garahan, serdadu Jepang berhasil diusir tanpa peperangan. Konon meraka hanya diultimatum; segera pergi, atau diserang," tukas Ustadz Fauzi, Ketua Panitia Bidang Perlengkapan kegiatan Napak Tilas Kiai As'ad  di Sukowono, Senin (29/8).

Fragmen perjalanan heroik Kai As'ad di atas diperingati dengan napak tilas yang akan digelar tanggal 9-10 Nopember 2016.

Menurut Ustadz Fauzi, napak tilas tersebut merupakan pengingat bahwa Kiai As'ad juga seorang pejuang yang berjasa dalam mengusir penjajah. Oleh karena itu, kata dia, sesungguhnya pesantren, kiai dan santri mempunyai saham yang tidak sedikit dalam memerdekakan Indonesia. Itu fakta yang tidak bisa dibantah. 

"Insyaallah nanti, pengasuh Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah, Situbondo, KH. Azaim Ibrahimy, yang juga cucu Kiai As'ad akan mengawal dan berada di barisan terdepan dalam napak tilas itu. Kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri oleh dua orang Menteri RI," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Bagikan:
Selasa 30 Agustus 2016 23:1 WIB
Sedekah Produktif ala Konsain
Sedekah Produktif ala Konsain
KH Ali Cholil (keempat dari kiri)

Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur KH Ali Cholil mengatakan, sedekah itu terbagi dua ada yang konsumstif dan ada yang produktif. Kedua-duanya baik dan sangat dianjurkan. Namun, yang kedua lebih baik.

Kiai Ali menerangkan bahwa sedekah produktif adalah memberikan sesuatu yang tak habis pakai, tapi manfaatnya berkelanjutan. Hal itulah yang dikembangkan oleh Konsain atau Kontak Santri Agribisnis Indonesia.  

Di Konsain, lanjut dia, ada program perkebunan sawit yang ditanam secara gotong-royong oleh anggotanya yang berupa lembaga pendidikan seperti madrasah, pesantren, dan masjid, organisasi pemuda dan banom NU.

Saat ini Konsain sudah memiliki 235 anggota yang terdiri dari pesantren, madrasah diniyah, lembaga pendidikan swasta, masjid, NU dan badan otonomnya, majelis ta’lim, majelis yasinan dan shalawatan, ikatan alumni santri. Lembaga-lembaga tersebut tidak hanya di Kalimantan, tapi di berbagai daerah,” kata cicit Syaichona Cholil Bangkalan ini ketika dihubungi NU Online dari Jakarta Selasa malam (30/8).

Para anggota tersebut menanam saham minimal satu pohon sawit seharga Rp 5.500.000 atau sama dengan 10 % dari 1 hektar kebun sawit Konsain atau 10 saham = 100 %. Harga tersebut termasuk pemeliharaan pohon yang keuntungannya akan didapat enam tahun kemudian. Keuntungan tersebut diperuntukkan lembaga tersebut agar bisa mandiri.

Kiai Ali menjelaskan, di Konsain, cara anggota mendapatkan uang untuk menanam saham tersebut adalah dengan sedekah produktif. Misalkan, saham yang diatasnamakan sebuah majelis ta’lim, anggota majelis tersebut bersama-sama mengeluarkan sedekah. (Abdullah Alawi)

Selasa 30 Agustus 2016 20:24 WIB
Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang
Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang
Jombang, NU Online
Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang setelah mengalami kelelahan. Adik Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid ini sempat disambangi menteri BUMN Rini Soemarno, Selasa (30/8).

"Tadinya hanya ingin periksa, karena kemarin tiba tiba lemas. Tapi oleh dokter diminta menginap, ya sudah, akhirnya sementara istirahat," tutur Gus Sholah saat disambangi NU Online di ruang VVIP Upaya Waluya RSUD Jombang.

Meski terlihat masih berbaring, Gus Sholah mengaku kondisinya kini sudah agak baik dari sebelumnya. Bahkan rencananya akan segera minta untuk pulang. "Doakan besuk sudah bisa pulang, sekarang sudah baikan," imbuhnya.

Sudah beberapa kali, putra ragil dari KH Wahid Hasyim ini dirawat di rumah sakit, mengingat kondisi usia dan kesehatannya yang sudah melemah.

Saat menjalani perawatan, Gus Sholah sempat disambangi Menteri BUMN Rini M Sumarno.

Rini yang mengenakan baju putih datang bersama rombongannya setelah sempat mampir di pesantren Tebuireng. Dengan didampingi dokter Mahfudz, dan istri, Gus Sholah menerima sejawatnya itu. "Alhamdulillah kondisi saya sudah membaik. Hanya kecapekan saja," ujar Gus Solah sambil berbaring.

Kepada Menteri Rini, Gus Sholah menceritakan, di ruang yang ditempatinya sekarang inilah sempat digunakan presiden Gus Dur saat dirawat sepekan sebelum meninggal. "Disini dulu Gus Dur pernah dirawat, sama yang nangani dokternya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Rini mengaku dirinya sengaja menjenguk Gus Sholah di RSUD Jombang setelah akan mampir di Pesantren Tebuireng untuk ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur usai me-launching kartu petani di PG Tjoekir. "Tadinya kepingin mampir di pesantren, namun mendengar beliau dirawat, kita langsung ke sini (RSUD). Alhamdulillah kondisi beliau sudah sehat, kita doakan segera pulih dan bisa beraktifitas kembali memimpin pesantren," ujarnya.

Rini mengaku dekat dengan Gus Sholah sejak lama, di samping sebagai senior dan tokoh NU yang sering diajak bertukar pikiran berbagai persoalan. "Beliau senior, kita sering berdiskusi jika ada persoalan, dan saya dekat sejak lama dengan beliau," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam) 

Selasa 30 Agustus 2016 20:4 WIB
LSN 2016
Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II
Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II
Kediri, NU Online
Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Kabupaten Tulunggung  menyatakan optimis  bisa menjadi juara Liga Santri Nasional (LSN) Region Jatim II dan lolos ke babak 32 besar nasional. Pihak DaTa telah mempersiapkan fisik dan teknik untuk bisa unggul di babak ini.

“Sudah kepalang  basah. Kami harus ambil kemenangan ini dan lolos ke 32 nasional,” kata manajer tim DaTa Agus Imam Syafii kepada NU Online usai mengalahkan kesebelasan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri pada babak semi final kemarin, Senin (29/8).

Di babak final Selasa (31/8) sore DaTa menghadapi kesebelasan An-Nur 2 Turen Kabupaten Malang. Di atas kertas memang kesebelasan DaTa unggul baik secara teknik maupun materi pemain.

Ini bisa dilihat dari rekam jejak pertandingan mulai babak penyisihan hingga masuk final LSN Region Jatim II. Kemenangan kesebelasan DaTa memang fantastik. Dua tim kesebelasan pesantren besar Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri dan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dibuat   tidak berkutik dengan skor 5-0 dan 3-0.

“Bola memang bundar. Jadi wajar kalau kami berkeinginan untuk menang dan lolos  ke babak 32 nasional,” tambah Gus Imam.

Sementara kesebelasan An-Nur 2 sejak babak penyisihan bermain biasa-biasa saja tanpa kejutan berarti. Misalnya saat ketemu tim Tambakberas  Jombang, pertandingan berakhir dengan skor 6-5 setelah adu penalti. Kemudian, ketika melawan tim kesebelasan Darul Ulum Ploso Peterongan Jombang, permainan kesebelasan An-Nur 2 juga tidak mengejutkan. Meski  menang dengan skor 3-2, itu diraih dengan hasil adu penalti.

“Kami mengalir saja. Yang penting kami akan bermain fair. Meski begitu kami juga ingin juara,” kata Fani Dwi S, Kapten kesebelasan An-Nur 2  Turen Malang. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG