IMG-LOGO
Daerah

Dakwah Tak Hanya di Masjid, Tapi di Lapangan Voli

Selasa 30 Agustus 2016 22:0 WIB
Bagikan:
Dakwah Tak Hanya di Masjid, Tapi di Lapangan Voli
Brebes, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah mengadakan lomba bola voli dan tenis meja. Kegiatan yang berlangsung di lapangan voli Desa Sisalam tersebut diikuti 22 peserta perwakilan dari Pimpinan Ranting.

Ketua Panitia Wachyudi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71. “Ini semata–mata guna memeriahkan dan mengingat bahwa negara kita sudah 71 tahun merdeka dan generasi muda wajib berjuang dalam mengisi kemerdekaan termasuk di bidang olahraga,“ terang Yudi pada lomba yang digelar 28 Agustus tersebut.

Sementara Ketua PAC GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan menambahkan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama untuk menaungi pemuda, GP Ansor punya peranan untuk manyalurkan bakat dan minat anggotanya dalam bidang olahraga.

Dakwah Ahlussunah wal-Jama’ah An-nahdliyah tidak hanya melalui forum keagamaan saja seperti di masjid dan majelis ta’lim, namun juga melalui forum kesenian dan olahraga.

“Mudah–mudahan pemuda yang mengikuti lomba bola voli dan tenis meja  selanjutnya bisa menjadi pengurus GP Ansor di desa atau Ranting yang sedang vakum,“ tutup Bayu pada lommba yang berlangsung seharian tersebut.

Pemenang lomba bola voli yaitu Sisalam sebagai juara 1, juara 2 tim dari Keboledan, dan juara 3 Klampok dan Sigedeg Tanjungsari. Sementara untuk tenis meja juara 1 diraih Medi Utama (Sawojajar), juara 2 Sukirman (Sidamulya) serta juara 3 diraih Tasroi (Sisalam) dan Mashuri (Glonggong Dukuh).

Turut menghadiri acara tersebut, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip, Sekretaris MWCNU Wanasari Takmuri, Kepala Desa Sisalam Darwinto. (Bayu/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 30 Agustus 2016 23:1 WIB
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus
Mataram, NU Online
Sedikitnya 50 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB angkatan 2016/2017 berkumpul di aula kampus setempat Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Senin-Selasa (29-30/8). Mereka mengikuti gelaran Ta'aruf Akademik Mahasiswa Universitas NU (Ta’awunu).

Wakil Rektor II UNU NTB Mulianah menyebutkan, Ta'awanu dilaksanakan selama dua hari. “Spiritnya pertama adalah menyosialisasikan nilai-nilai NU melalui UNU,” kata Mulianah kepada NU Online di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.

Kegiatan wajib kampus ini mendorong mahasiswa baru untuk tolong-menolong sesuai dengan spirit perjuangan NU. Kegiatan ini juga diadakan sebagai pembeda dari kampus lain.

"Karena setiap kampus istilahnya beda-beda. Ada yang ‘Ospek’, ‘Posmaba’, ‘Opak’ dan lainnya," tambah Ketua Pergunu NTB ini.

Semntara itu, Kepala Biro Akdemik UNU NTB Jamiluddin lebih menejelaskan rinci Ta'awun. Menurutnya, selama dua hari akan diadakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baik baru maupun lama UNU NTB.

Hari pertama gawainya rektorat. Hari kedua gawainya fakultas. hari ketiga kuliah umum. (Hadi/Alhafiz K)

Selasa 30 Agustus 2016 19:30 WIB
Ansor Kubu Raya Gelar Ngaji Kebangsaan dan PKD
Ansor Kubu Raya Gelar Ngaji Kebangsaan dan PKD
Kubu Raya, NU Online
Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kubu Raya mengadakan kegiatan Ngaji Kebangsaan dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan II dengan tema Memperkokoh Ideologi Aswaja dan Ideologi Pancasila yang bertempat di Madrasah Miftahul Huda Desa Sungai Malaya Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya baru-baru ini. Acara ngaji kebangsaan ini bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat. 

Sekitar 120 an orang hadir dalam acara baik undangan ngaji kebangsaan dan peserta PKD II yang terdaftar sebanyak 50 peserta. 

Dalam sambutannya Ketua GP Ansor Kubu Raya Junaidi menyatakan PC Ansor memiliki kewajiban melakukan pengkaderan yaitu PKD dan Diklatsar Banser. "Saat ini sudah dua kali kami melakukan pengkaderan untuk Ansor. Nantinya akan kami lanjutkan di tingkat kecamatan yang jumlahnya sembilan," katanya. 

Selanjutanya setelah sudah selesai program pengkaderan, akan dilanjutkan dengan Diklatsar Banser yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan. "Target kami untuk Banser adalah satu RT itu satu Banser. Ini tidak mustahil kita lakukan karena ekspektasi masyarakat khususnya kaum muda untuk mengikuti Banser ini cukup besar," tandasnya. 

Ketua GP Ansor Kalbar Muhammad Nurdin mengatakan bahwa kekuatan dalam tubuh Ansor terletak bagaimana pengurus Ansor bisa mengkader anggotanya sehingga memiliki anggota yang ribuan sebagaimana di pulau Jawa. Dalam hal ini, pengurus cabang harus memainkan mesin perekrutannya untuk mencari kader.
 
Sekda Kubu Raya Odang Prasetio dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah Kubu Raya selalu akan memberikan dukungan kepada setiap ormas dalam membangun Kubu Raya apalagi sekelas Ansor yang merupakan organisasi yang memiliki aset atau saham terhadap negara ini. 

"Siapa yang tidak tahu perjuangan Ansor lewat Bansernya berarti belum selesai membaca sejarah keindonesiaan. Oleh karena itu tanpa sumbangsih Ansor kita mungkin pada saat ini belum bisa bergerakan bebas dari rongrongan penjajah yang melibas rakyat Indonesia pada waktu itu," tuturnya.

Kakanwil Kemenhan Kalbar Rahman Hariadi SA yang menjadi narasumber ngaji kebangsaan mengatakan bahwa Ansor memiliki peran besar dalam menjaga Indonesia dari segala aliran-aliran yang menyimpang dari Pancasila.

"Kekuatan terbesar di Indonesia ini adalah bagaimana para pemuda menjaga dan merawat negara Indonesia ini dari segala bentuk gesekan ideologi anti-Pancasila. Kebhinekaan merupakan kunci kekuatan yang terbesar Indonesia dan ini menjadi aset besar bagi Indonesia," ucapnya. 

Prof Dr Haitami Salim, MAg yang juga menjadi narasumber mengatakan hadiah terbesar di Indonesia adalah gerakan pemudanya. Kemerdekaan yang terjadi di Indonesia adalah karena pemudanya.

"Oleh karena itu jadilah penggerak gerakan toleransi di Indonesia. Watak itulah yang harus dijaga agar keberadaan Indonesia ini tetap kokoh," paparnya. (Firman/Mukafi Niam)
Selasa 30 Agustus 2016 18:30 WIB
LSN 2016
Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN
Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN
Medan, NU Online
Kesebelasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arafah Raya FC menjadi duta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Seri Nusantara yang akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, September mendatang. 

Darul Arafah dipastikan menjadi duta Sumut setelah membantai Ponpes Musthafawiyah Purbabaru, Mandailing Natal (Madina) 6-0, di Stadion Mini Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Senin (29/8) sore.

Darul Arafah dan Musthafawiyah berebut tiket ke LSN Seri Nasional setelah keduanya sama-sama menjadi juara di zona masing-masing pada LSN Regional Sumatera III. Darul Arafah juara di zona I (Medan-Deli Serdang) dan Musthafawiyah juara di zona II (Mandailing Natal).

Dalam pertandingan yang disaksikan tiga ribuan penonton itu, Darul Arafah yang bermarkas di Lau Bakeri, Deli Serdang, sudah unggul di menit keenam melalui tendangan voli A Asyakir Utomo dari luar kotak pinalti. Kiper Musthafawiyah Jamiluddin yang berpostur pendek tak mampu menjangkau bola yang mengarah ke gawangnya.

Setelah gol itu, Musthafawiyah mencoba mengejar ketertinggalannya. Sayangnya, akibat kurangnya kerja sama tim, serangan yang mereka bangun dengan mudah dipatahkan Darul Arafah. Malah, di menit ke 29 Musthafawiyah kembali kebobolan lewat tendangan menyusur tanah Aswadan Mentari.

Terjadinya gol kedua itu, akibat pemain belakang Musthafawiyah yang dikomandani Diki Wahyudi Nasution tak mampu menendang bola dengan sempurna, sehingga bola jatuh ke kaki lawan yang akhirnya berbuah gol. Hingga 35 menit babak pertama berakhir, kedudukan tetap 2-0.

Pada babak kedua, Darul Arafah yang unggul dalam fisik dan teknik, kembali menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke 42, Aswadan Mentari kembali menambah keunggulan timnya menjadi 3-0.

Setelah gol itu, praktis Darul Arafah menguasai pertandingan. Pada menit ke-57, M Huzaifi membobol kembali gawang Jamiluddin. Selanjutnya, pada menit ke-60 dan 70, striker Aulia Rahman menambah dua gol lagi bagi timnya. 

Hingga wasit Huseini meniup pluit panjang babak kedua, Darul Arafah unggul telak 6-0 atas Musthafawiyah. Mereka pun berhak menjadi duta Sumut ke LSN Seri Nasional 2016.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Sekretaris Umum KONI Sumut Chairul Azmi, Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Sumut H Afifuddin Lubis, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III Ance Selian, Koordinator Kali Ahmad Harahap, dan Ketua Panitia Alihot Ucok SInaga, secara resmi menutup LSN Regional Sumatera III yang sudah berlangsung sejak 21 Agustus lalu itu.
 
Erry menyatakan, Pemprovsu mendukung penyelenggaraan LSN guna mencari bibit-bibit pemain sepakbola berbakat dari lingkungan pesantren. "Ke depan Pemprovsu akan menganggarkan Liga Santri pada APPBD Sumut," kata Erry.
 
Sementara itu, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III, Ance Selian, mengatakan, Darul Arafah sebagai juara Regional Sumatera III akan menjadi utusan Sumut ke LSN Seri Nasional. Babak penyisihan akan digelar di Surakarta September mendatang.

"Sumut akan bergabung di grup B bersama Jatim III, Jateng II dan Kaltim I. Jika lolos di babak penyisihan, Sumut akan bertanding di babak final yang akan digelar Oktober mendatang di Banten," kata Ance yang juga Ketua DPW PKB Sumut. (Red-Zunus) 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG