IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa Baru Meningkat, Unusa Bertekad Jadi Kampus Terkemuka

Ahad 4 September 2016 17:30 WIB
Bagikan:
Mahasiswa Baru Meningkat, Unusa Bertekad Jadi Kampus Terkemuka
Surabaya, NU Online
Universitas Nadlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada tahun akademik 2016-2017 ini menerima 1013 mahasiswa baru (Maba). Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yang mencapai 958 mahasiswa.

Ke-1.013 mahasiswa tersebut dalam 6 Fakultas, di antaranya Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) 493 mahasiswa, Fakultas Kesehatan (F.Kes) 165 mahasiswa, Fakultas Kedokteran (FK) 55 mahasiswa, Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP) 211 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 60 mahasiswa, dan Fakultas Teknik (FT) 29 mahasiswa.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengaku bangga dengan capaian universitas yang diresmikan tahun 2013 ini. "Merupakan salah satu khidmah NU dalam bidang human investment melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang modern dan berkualitas sesuai dengan ekspektasi masyarakat urban," ujar Ketua PCNU Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri NU, Ahad (4/9.

Ia menambahkan, Unusa sebagai  perguruan tinggi tidak hanya menekankan pengembangan intelektualitas, tapi  juga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global. "Di samping penanaman dan pengembangan ideologi kebangsaan berdasarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin ala manhaj Ahlisunnah wal jama’ah," tambahnya.

Upacara pengukuhan bagi ribuan mahasiswa baru tersebut diselenggarakan di Gedung ICBC Square Ballroom Jalan Basuki Rahmat Surabaya pada Sabtu (3/9) dan dibuka oleh Rektor Unusa Prof Dr. Ir. H Achmad Jazidie, M.Eng.

Dalam sambutan singkatnya, Achmad Jazidie mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang terkemuka, unggul, dan profesional dalam Ipteks, berjiwa wirausaha, serta berjati diri Islami.

"Unusa ingin mencetak generasi rahmatan lil 'alamin. Generasi yang berpikir dan bertindak dengan wawasan global bagi kemaslahatan umat manusia di seluruh alam. Generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter (berakhlak mulia). Menjadi manusia yang beriman, berilmu dan beramal menjadi prinsip dasar bagi Unusa dalam menjalankan misinya,” ucap Prof Jazidie. (Red: Mahbib)


Tags:
Bagikan:
Ahad 4 September 2016 21:1 WIB
Teguran Keras bagi Manusia Tak Ridho, Sabar, dan Bersyukur
Teguran Keras bagi Manusia Tak Ridho, Sabar, dan Bersyukur

Pringsewu, NU Online
Kehidupan merupakan proses terjadinya perubahan dalam diri setiap manusia. Perubahan tersebut mengarah kepada dua titik yaitu titik positif dan negatif. "Tentunya perubahan yang kita inginkan adalah menuju kearah titik positif," demikian dikatakan KH Sujadi saat meyampaian kajian tafsir Al-Quran Surat Al Falaq pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (4/9).

Dalam menjalani kehidupan, lanjut Bupati Pringsewu ini, diperlukan kepasrahan, kesabaran dan rasa syukur kepada yang telah memberi kehidupan yaitu Allah SWT. Mengutip sebuah Hadits Qudsi, umara sekaligus ulama ini menjelaskan bahwa siapa pun yang pasrah kepada ketentuan Allah, bersabar terhadap ujian Allah dan syukur terhadap nikmat yang telah diberikan-Nya, maka ia pada hari kiamat dikumpulkan dengan orang orang yang jujur.

Sebaliknya, lanjut Mustasyar PCNU Pringsewu ini, jika dalam menjalani kehidupan ini kita tidak ridho, tidak sabar dan tidak bersyukur maka Allah SWT memberi teguran keras dengan mengingatkan kita untuk keluar dari bumi dan langit Allah serta dipersilahkan mencari Tuhan selain-Nya.

"Mari kita maksimalkan nikmat dan fasilitas yang telah diberikan Allah kepada kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan fasilitas yang telah kita nikmati ini malah menjauhkan kita dari Allah SWT. Pasrah, Sabar dan bersyukurlah," ujarnya.

Salah satu cara untuk memiliki kepasrahan, kesabaran dan rasa syukur menurut bupati bersahaja ini adalah dengan menjauhi sifat hasad atau iri dan dengki sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Falaq ayat terakhir yang dikaji tersebut.

"Iri dan dengki itu seperti api yang melalap kayu bakar. Pelan-pelan amal baik kita akan hilang dikikis sifat hasad ini," terangnya

Di  antara beberapa ciri dari sifat iri yang harus dijauhi, menurutnya, adalah tidak suka kepada kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan menginginkan nikmat tersebut hilang. "Orang yang memiliki sifat iri ini juga berharap nikmat yang didapat orang lain itu kalau bisa bergeser kepadanya," tambahnya.

Bukan cuma nikmat yang berwujud materi saja yang diincar oleh orang yang sudah terasuki oleh sifat iri ini. Rasa tidak suka kepada kesalehan dan ibadah orang lain, merasa susah jika ada orang lain lebih dari dia, juga selalu hadir dalam hatinya.

"Termasuk senang kepada pangkat dan derajat serta mengincar-incar jabatan untuk menjadi penguasa juga termasuk tanda orang-orang yang iri," katanya.

Potensi munculnya semua sifat ini, lanjutnya, adalah dengan selalu merasa pasrah, sabar dan bersyukur dengan nikmat dari Allah baik kecil maupun besar. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)


Ahad 4 September 2016 20:1 WIB
Ketika Umat Punya Persoalan, Jangan Kita Malah Cuek
Ketika Umat Punya Persoalan, Jangan Kita Malah Cuek

Jember, NU Online
Dalam rangka berpartisipasi dalam penyediaan darah, Ranting NU Rambipuji Kota, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jember menggelar  donor darah, Sabtu (3/9). Kegiatan yang digelar di Kantor Ranting  NU Rambipuji kota, Jalan Darmawang,  gang 1 Nomor 6 tersebut diikuti oleh lebih 50 orang. Mereka terdiri dari pengurus Ranting NU, MWCNU Rambipuji, jajaran Polsek Rambipuji dan sebagainya.

Menurut Ketua Ranting NU Rambipuji Kota, H. Hariono, kegiatan sosial tersebut sesungguhnya sudah dilakukan cukup lama, tiap akhir bulan. "Ya kami mengetuk kesadaran warga bahwa setetes darah yang disumbangkan itu sangatlah berharga untuk keselamatan orang lain," tukasnya kepada NU Online usai donor darah.

H. Hariono menambahkan, selain donor darah, pihaknya juga rutin menggelar lailatul ijtima' untuk memberikan pencerahan seputar Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Di samping itu, kegiatan-kegiatan insidentil yang melibatkan NU juga kerap dilakukan.

Dikatakannya, betapapun kecilnya skala kegiatan yang digelarnya, tapi paling tidak masyarakat merasakan bahwa NU hadir. "Apa pun yang bisa kami perbuat untuk umat, akan kami lakukan. Jangan sampai ketika umat punya persoalan, kita malah cuek. Sejauh yang bisa kami bantu, ya harus bantu," jelasnya.

Ke depan, selain ingin terus memberikan pencerahan soal Aswaja, H. Hariono juga mengaku akan memikirkan pemberdayaan  ekonomi masyarakat. Menurutnya, pencerahan Aswaja sama pentingnya dengan pemberdayaan ekonomi. Sebab, ketika seseorang yang secara ekonomi tidak berdaya, maka segala kemungkinan bisa terjadi pada dia, termasuk tergerusnya keyakinan lantaran tegiur bantuan materi atau pekerjaan.

"Menurut saya, aliran-aliran model baru, selain menawarkan keyakinan yang baru juga ada iming-ining materi, pekerjaan dan  sebagainya," urainya. (aryudi a razaq/abdullah alawi)


Ahad 4 September 2016 16:12 WIB
775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah
775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah

Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 775 orang jamaah calon haji Kabupaten Probolinggo secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko, Ahad (4/9) dini hari dari wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending. Pelepasan ini dilakukan usai Shalat Subuh berjamaah di area Miniatur Ka’bah.

Pemberangkatan para tamu Allah ini dihadiri Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Busthami, Ketua PD IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Sebanyak 775 orang jamaah haji ini terbagi atas dua kelompok terbang (kloter). Yakni kloter 63 dengan menggunakan 10 unit bus dan kloter 64 dengan menggunakan 8 unit bus. Mereka menuju ke Asmara Haji Sukolilo Surabaya dengan dikawal mobil Patwal polisi dari Polres Probolinggo.

Suasana sekitar Miniatur Ka’bah menjadi semakin ramai dengan kehadiran ribuan pengantar jamaah haji yang sudah memadati lokasi sejak malam harinya. Meskipun demikian, secara umum arus lalu lintas lancar berkat kesigapan petugas dan kesadaran para pengantar jamaah haji dalam mematuhi ketentuan yang ada.

Dalam sambutannya Wabup Probolinggo HA Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah haji. ”Selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji, semoga amal ibadah Bapak dan Ibu diterima Allah dan menjadi haji mabrur. Semoga selamat selama perjalanan, saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air nanti,” ungkapnya.

Suasana semakin khidmat tatkala kumandang azan dan iqomah oleh Ustad Kholisun yang dilanjutkan dengan doa bersama oleh Ketua PD Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor. Seluruh jamaah haji dan hadirin mendengarkan kumandang adzan sebagai pengantar keberangkatan jamaah haji.

Seluruh jamaah haji diberangkatkan secara resmi ditandai dengan pengibaran bendera oleh Wabup Timbul disertai kumandang sholawat hingga seluruh bus yang mengangkut jamaah haji meninggalkan Miniatur Ka’bah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sebelum berkumpul di Miniatur Ka’bah, para jamaah haji berangkat dari enam titik pemberangkatan sesuai daerahnya masing-masing. Keenam titik itu, Masjid Ar-Rohmah Kecamatan Leces, Masjid Ar-Royyan Kecamatan Tongas, Masjid Sunan Ampel Kecamatan Gending, Masjid Baitur Rohmah Kecamatan Maron, Masjid Agung Ar-Raudlah Kecamatan Kraksaan dan Masjid Baitur Rohman Kecamatan Paiton.

Jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 63 dan 64 akan berangkat ke Jeddah, Saudi Arabia dengan nomor penerbangan SV 5735 dan SV 5701. Rencananya jamaah haji ini akan kembali ke Kabupaten Probolinggo pada 14 dan 15 Oktober 2016 mendatang. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG