IMG-LOGO
Internasional

STAINU Jakarta Dampingi Terbentuknya Muslimat NU Thailand

Selasa 6 September 2016 22:25 WIB
Bagikan:
STAINU Jakarta Dampingi Terbentuknya Muslimat NU Thailand
Jakarta, NU Online
Setelah sukses mendampingi majelis ulama Thailand Selatan mendirikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand, STAINU Jakarta kini bergerak untuk lebih luas dengan menginisiasi dan mendampingi PCINU Thailand membentuk PCI Muslimat NU.

Sesaat sebelum mengikuti kuliah umum yang dihelat UNU Indonesia dan STAINU Jakarta (5/9), Syekh Dr. Ali Matee (Ketua PCI NU Thailand) berkesempatan menjalin komunikasi dengan pengurus pusat Muslimat NU di Kantor Pusat, Pengadekan, Jakarta Selatan. Silaturahim ini dilakukan untuk meminta izin pendirian Muslimat di Thailand Selatan, serta meminta mekanisme dan aturan pembentukan Muslimat NU Thailand.

"Kami datang ke PBNU untuk menerima SK pembentukan PCI NU Thailand, ini atas kerja sama kami dengan STAINU Jakarta. Kami ingin NU berkembang di Thailand Selatan, sehingga dapat menginspirasi Islam yang sejuk, damai, rahmatan lil alamin di kawasan Islam rumpun melayu", terang Syekh Ali yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jawatan Agama Islam Thailand Selatan.

Pertemuan PCI NU Thailand dengan PP Muslimat NU atas prakarsa STAINU Jakarta. Aris Adi Leksono yang diberikan tugas mendampingi silaturahim tersebut mengatakan, "Sebagaimana kerja sama muslim thailand selatan dengan STAINU Jakarta, khususnya di bidang pendidikan, kami juga ingin mengembangkan kerja sama bidang sosial dan dakwah ala Islam Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah di Thailand Selatan. Hal itu, diperlukan untuk.memperkuat ukhuwah islamiyah sesama rumpun Melayu. Langkah konkret yang sudah kami lakukan.adalah dengan memfasilitasi mereka dalam pembentukan PCI NU Thailand, dan akan menyusul Muslimat NU Thailand,” terangnya.

"Hasil petemuan dengan PP Muslimat NU, intinya mereka menyambut baik rencana terbentuknya PCI Muslimat NU di Thailand. Secara teknis, AD/ART, aturan organisasi telah diberikan sebagai bahan untuk penyusunan struktur pengurus di Thailand, terang Aris yang juga sebagai Wakil Ketua STAINU Jakarta.

Hadir dalam pertemuan PCI NU Thailand dan PP Muslimat NU sejumlah pengurus harian, di antaranya Nyai Mahfudoh, Nyai Nur Hayati Said Aqil Siroj, Machsana Asnawi, dan masih beberapa pengurus lainnya. (Red: Mahbib)

Bagikan:
Senin 5 September 2016 21:21 WIB
Muslim Indonesia di Belgia Minta PBNU Bantu Perizinan Dirikan Masjid
Muslim Indonesia di Belgia Minta PBNU Bantu Perizinan Dirikan Masjid
Jakarta, NU Online
Umat Islam Indonesia yang tergabung  dalam Keluarga Pengajian Muslim Indonesia (KPMI) Belgia berniat merenovasi bangunan untuk Inonesian and Islamic Cultural Center (IICC). Di dalam bangunan di area seluas 230 m persegi tersebut akan dijadikan di antaranya masjid, lembaga pendidikan anak-anak, serta pertemuan-pertemuan keagaamaan.

Menurut salah seorang warga muslim Indonesia di Belgia, M Najib Yuliantoro, bangunan dan tempat tersebut sudah dibeli dan izin dari Gemeente (setingkat provinsi) sudah diberikan. Gemeente sudah memberikan greenlight (lampu hijau) untuk melakukan renovasinya.

Namun, ketika dilakukan public hearing dengan warga Belgia oleh Gemeente, terjadi resistensi yang cukup tinggi. “Ada sekitar 700 surat yang datang ke Gemeente melakukan penolakan tersebut,” terang peneliti doktoral di Vrije Universiteit Brussel di kantor Redaksi NU Online, Jakarta, Senin (5/9).   

Penolakan itu , kata dia, disebabkan adanya Islam fobia di masyarakat Belgia. Salah satu penyebabnya dipicu aksi terorisme yang terjadi di Eropa belakangan ini. Sebagian warga Eropa menganggap Islam Indonesia dengan Islam yang sama saja, melakukan dan mendukung aksi terorisme.

Karena alasan tersebut, tambahnya, bahkan pihak bank menutup rekening untuk penggalangan dana renovasi, secara sepihak.

Oleh karena, Wakil Sekreetaris PCINU Belgia tersebut, meminta PBNU untuk menjelaskan kepada Pemerintah Belgia, bahwa Islam Indonesia bukan Islam yang melakukan tindak terorisme.

Ketika hal itu disampaikan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj, ia menyanggupi permintaan tersebut. Bahkan ia akan menyampaikan secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Indonesia untuk turut membantu menyelesaikan izin tersebut meluli diplomasi antarnegara.

Di Belgia, terdapat 2 ribu orang Indonesia. Dan sekitar 200 orang mayoritas kultural NU aktif di Keluarga Pengajian Muslim Indonesia (KPMI) Belgia.  Yayasan KPMI saat ini diketuai Baktiar Hasan. Di dalam KPMI tersebut terdapat beberapa pengurus NU di antaranya Mustasyar PCINU Belgia dan juga Dubes Indonesia untuk Belgia, Yuri O. Thamrin. (Abdullah Alawi)

Sabtu 3 September 2016 7:35 WIB
Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif
Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif
Ilustrasi (ibtimes)
Mekkah, NU Online
Jamaah haji diimbau untuk selalu membawa air minum dan bergerak dalam kelompoknya selama menjalani kegiatan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) sebagai bentuk antisipasi suhu tinggi yang dapat mencapai di atas 40 derajat Celcius.

Imbauan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid di Kantor Daerah Kerja Mekkah, Jumat.

"Dari Mekkah menuju Arafah, bawa minuman, dari Arafah ke Mudzalifah bawa minuman, dan dari Mudzalifah ke Mina juga membawa minuman. Meski satu botol, itu untuk menghilangkan haus dan panas," katanya.

Jamaah haji Indonesia juga diimbau untuk tertib dan menaati jadwal yang sudah disepakati karena kepatuhan akan jadwal sangat penting untuk membantu kelancaran angkutan.

Pada saat yang sama, seluruh jamaah haji dari berbagai dunia yang jumlahnya jutaan orang juga bergerak menuju tempat yang sama.

"Kalau saling berebut dan tidak taat jadwal, angkutan justru tidak lancar dan tidak sampai ke tujuan," katanya selaku penanggung jawab perpindahan jamaah.

Ia juga meminta jamaah tetap berada di regu dan rombongan, tidak mengambil inisiatif sendiri.

"Jadi (bergerak) sesuai yang disepakati bersama sesuai dengan regu dan rombongan," ujarnya.

Jamaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arafah dari pemondokan masing-masing mulai Jumat (9/9) pagi menggunakan bus.

Setiap maktab disiapkan 21 bus yang akan mengangkut jamaah ke Arafah dalam tiga tahapan. Tahap pertama, jamaah diberangkatkan pada pukul 07.00- 11.30 waktu Arab Saudi.

Karena hari Jumat, tahap kedua baru akan dimulai setelah shalat Jumat, kira-kira pukul 13.00 sampai 16.00 waktu Arab Saudi.

Kemudian, tahap terakhir, dari jam 16.00 sampai 24.00 atau sampai selesainya jamaah terangkut semua ke Arafah. (Antara/Mahbib)

Kamis 1 September 2016 13:38 WIB
Ahli Kanker Kulit Nyatakan “Burkini” Bisa Selamatkan Nyawa
Ahli Kanker Kulit Nyatakan “Burkini” Bisa Selamatkan Nyawa
Wina, NU Online
Sementara perdebatan mengenai pakaian renang "burkini" berlanjut di dunia politik Eropa, para ahli kanker kulit yang mengadakan kongres di Austria menyatakan pakaian renang yang menutup seluruh tubuh itu bisa menyelamatkan nyawa.

Para ahli tersebut bertemu dalam Kongres Ke-16 Dunia mengenai Kanker Kulit (WCCS) di Ibu Kota Austria, Wina, dan mengatakan potensi kanker kulit yang mematikan seperti melanoma atau Basal-cell karsinoma adalah penyebab utama akibat pajaan terhadap Sinar Ultra Violet, demikian laporan Austria Press Agency.

Kasus kanker jenis itu telah meningkat secara dramatis sejak Perang Dunia II, dan diproyeksikan meningkat lagi dalam beberapa dasawarsa ke depan, demikian laporan Xinhua yang dikutip Kamis.

Tabir matahari bukan cara yang efektif dalam melindungi manusia dari kanker kulit, dan satu studi Jerman yang diperlihatkan oleh para ahli menunjukkan bahwa perkembangan pendahulu melanoma tidak berkurang dengan penggunaan losion dan krim semacam itu.

Ahli dermatologi Jerman Claus Garbe mengatakan pakaian, seperti dalam bentuk "burkini" adalah cara terbaik dalam melindungi kulit dari kanker.

Ia menyatakan pakaian renang tersebut mulanya dibuat di Australia, tempat kanker kulit muncul dalam jumlah sangat banyak, dan saat ini separuh dari semua orang yang mengenakannya adalah non-Muslimah. (Antara/Mukafi Niam)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG