IMG-LOGO
Daerah
HARI SANTRI 2016

IPNU Kraksaan Napak Tilas Perjuangan NU

Sabtu 17 September 2016 19:0 WIB
Bagikan:
IPNU Kraksaan Napak Tilas Perjuangan NU
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober mendatang, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan napak tilas perjuangan NU, Jumat (16/9).

Napak tilas ini diwujudkan dalam bentuk ziarah kepada sejumlah makam ulama NU mulai dari Madura, Gresik, dan Surabaya. Ziarah ke makam wali Allah ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan pengurus dan kader IPNU yang ada di Kota Kraksaan.

Wakil Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Rifqi Maulana mengatakan, napak tilas perjuangan ulama NU dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kembali wawasan tentang  perjuangan para ulama terhadap NU. “Tujuannya untuk memberi motivasi kepada seluruh kader IPNU tentang besarnya pengorbanan para ulama NU sehingga bisa diteladani oleh para generas muda NU,” katanya .

Pada kegiatan tersebut jelas Rifqi, para pengurus IPNU Kraksaan menggelar tahlil dan doa bersama sekaligus memberikan penjelasan tentang perjuangan para wali tersebut kepada para kader IPNU.

“Mudah-mudahan dari kegiatan ini para kader IPNU Kota Kraksaan bisa mengingat kembali perjuangan para ulama terhadap pembelaan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 17 September 2016 23:28 WIB
Haul KH Tb. Ahmad Zidni Ma’ani, Ribuan Santri Malnu Baca Al-Qur’an
Haul KH Tb. Ahmad Zidni Ma’ani, Ribuan Santri Malnu Baca Al-Qur’an

Jakarta, NU Online
Ribuan santri Mathlaul Anwar linahdlatil Ulama riuh-rendah membaca Al-Qur’an sebagai doa kepada gurunya, KH TB Zidni Ma’ani. Para santri tersebut terkonsentrasi di Pondok Pesantrem Almuawwanah dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Menes, Pandeglang, Banten, Sabtu malam ini (17/9).

Menurut salah seorang putri almarhum kepada NU Online, santri Al-Muawwanah yang sedang mengaji ada sekitar 700 orang dipimpin Kiai Abdul Aziz Jazuli. Sementara di pesantren Tahfidzul Qur'an Kebon Jeruk sekitar 400 orang dipimpin Ahmad Irfan Al Hafidz. Mereka akan mengaji dari dini hari nanti.

Keesokan harinya, ke pesantren tersebut akan dihadiri tidak kurang dari seratus kiai se-Kabupaten Pandeglang. Mereka akan melakukan istigosah dan tahlil yang dipimpin K H Moch Ishaq, ketua dan kesepuhan Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Pusat Menes

Setelah kegiatan tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH Zaki Mubarok akan menyampaikan taushiyah. Kemudian testimoni KH Tb Zidni Ma’ani dari para alumni Pondok Pesantren Malnu.

Berikut silsilah KH Tb Ahmad Zidni Ma’ani. Ia adalah putra dari KH Tb Ahmad Ma'ani bin KH Tb Ahmad Rusjdi bin Syekh Arsyad Tegal Menes. Silsilahnya kemudian bersambung ke Sultan Ageng Tirtayasa, Raja Kerajaan Islam Banten. Dengan demikian, bersambung pula dengan Sunan Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah sampai Nabi Muhammad SAW. (Abdullah Alawi)


Sabtu 17 September 2016 20:2 WIB
Seribu Kader NU Sumenep Jalani Densus 26
Seribu Kader NU Sumenep Jalani Densus 26
Sumenep, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Dungkek Kabupaten Sumenep menggelar Pendidikan Khusus Dai Ahlussunnah Wal Jamaah 1926 (Densus 26) di Pesantren Anwarul Abror, Jadung, Dungkek, Sumenep, Sabtu (17/9). Sebanyak seribu kader NU digembleng seputar amaliyah ke-NU-an seperti sanad dalam belajar ilmu agama, tawassul, dan selainnya.

Acara ini mendapat apresiasi positif dari tokoh NU dan tokoh GP Ansor di Kabupaten Sumenep. Hal itu terlihat dari kehadiran Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq dan Ketua GP Ansor M Muhri Zaen. Hadir pula ulama dan toko NU se-Timur Daya (Dungkek, Batang-Batang, Gapura, dan Batuputih) dan pengurus PAC GP Ansor se-Sumenep, dan Forpimka Dungkek.

Ketua GP Ansor Dungkek Moh Syarwini menegaskan, pihaknya menghadirkan pemateri andal dan profesional dalam Densus 26, penulis Kitab Al-Muqtathafat li Ahlil Bidayah KH Marzuqi Mustamar. Kiai Marzuki adalah Pengasuh Pesantren Syabilul Rasyad dan Imam Besar Densus 26.

"Koornas Densus 26 Kiai Umaruddin Masdar dari Yogyakarta juga hadir sebagai pemateri. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan peserta mengikuti secara khidmat," terang Syarwini.

Menurut Syarwini, Densus 26 bertujuan untuk membentengi nahdliyin dari serangan-ajaran baru yang tidak berhaluan Aswaja.

"Sebagai majelis pemantapan akidah amaliyah ke-NU-an dan jawaban atas berbagai serangan atau ajaran baru yang berseberangan dengan paham Aswaja," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Sabtu 17 September 2016 16:13 WIB
Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat
Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat
Jepara, NU Online
Keberadan madrasah saat ini harus benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat. Semakin membuka diri (inklusif) tidak terkesan eksklusif. Hal itu dikemukakan Achmad Makhali, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NU Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika dulu menyebut madrasah murni pendidikan agama dan terkesan eksklusif, sekarang lanjutnya, hampir sama antara sekolah dan madrasah. Madrasah ada pelajaran umum juga pelajaran agama. “Murid madrasah pinter sains juga pinter kitab salaf,” terang Kepala MA NU Safinatul Huda ini. 

Jika pelajaran salaf dan umum dikuasai, menurut dia, siswa akan menjadi manusia yang seutuhnya. Mestinya, madrasah saat ini harus semakin mempunyai kepercayaan diri. Sebab nilai plusnya pembelajaran akhlak tidak ditemukan di sekolah umum. 

“Guru dan siswa madrasah tidak boleh minder,” katanya yang juga Sekretaris Pergunu Jepara disela-sela kegiatan Sarasehan “Madrasah Dulu, Sekarang dan Akan Datang” di Madrasah Safinatul Huda, Kamis (15/9) lalu.

Ia menegaskan kini kualitas madrasah juga semakin bagus. Misalnya guru madrasah tidak hanya menempuh S1 dan S2 saja tetapi sudah masuk ke jenjang S3. Itu tidak lain, tambahnya, dalam rangka menerjemahkan slogan Lebih Baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik. 

Kegiatan Sarasehan merupakan rangkaian Harlah YPI NU Safinatul Huda ke-61. Dalam Harlah yang berlangsung dua hari itu Rabu-Kamis (14-15/9) juga diisi  dengan Praktik Qurban, Aneka Lomba, Pentas Rebana, Istighotsah, Tahlil, Ziarah Wali dan Pendiri dan Kilas Balik Berdirinya Yayasan. (Syaiful Mustaqim/Fathoni) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG