IMG-LOGO
Nasional

NU Online Buka Kompetisi Esai dan Video Islam Damai Berhadiah Total 29 Juta

Selasa 27 September 2016 13:59 WIB
Bagikan:
NU Online Buka Kompetisi Esai dan Video Islam Damai Berhadiah Total 29 Juta
Jakarta, NU Online
Situs Resmi Nahdlatul Ulama, NU Online membuka kompetisi esai dan video bertajuk Islam damai di dunia maya yang bisa diikuti oleh umum dengan total hadiah Rp29 juta. Selain bertema Islam damai, esai dan video juga terkait dengan kebhinnekaan dan kewarganegaraan. Dalam kompetisi ini, NU Online menggandeng International NGO Forum on Indonesia Development (INFID).

“Lewat kompetisi ini, kami pada intinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menyediakan konten-konten positif, baik berupa tulisan maupun video di dunia maya untuk menanggulangi maraknya narasi-narasi ekstremisme terutama di media sosial,” ujar Pemimpin Redaksi NU Online Achmad Mukafi Niam, Selasa (27/9) di Jakarta. 

Ketentuan lomba esai

Dalam kompetisi ini, untuk kategori esai bisa berupa tulisan, pertama tokoh inspiratif, mengulas soal kiprah figur—baik populer maupun tidak—dalam perjuangan menciptakan perdamaian, mewujudkan harmoni dalam keberagaman, mendukung terciptanya hidup keberwarganegaraan yang sehat.

Kedua, peristiwa, meliputi sejarah atau kasus faktual yang menyinggung ketiga tema itu agar menjadi i‘tibar bagi masa depan Islam yang damai, berperadaban dengan kebhinnekaan, mendukung keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Ketiga, gagasan, menyodorkan pandangan penulis seputar tiga tema tersebut, baik tentang temuan baru, langkah-langkah strategis, dan solusi alternatif.

Ketentuan
1. Lomba untuk umum
2. Karya bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media manapun, serta tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang serupa.
3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah.  
4. Hak publikasi naskah yang telah dikirim menjadi milik panitia.

Panduan
1. Peserta mengirim naskah ke alamat email: lomba@nu.or.id  
2. Naskah esai terdiri atas 2500-3000 kata.
3. Judul naskah bebas, disesuaikan dengan tema dan topik lomba 
4. Naskah esai dikirimkan dalam format MS Word
5. Font Time New Roman, 12, spasi 1.5
6. Format file Rich Text Format dalam kertas A4

Waktu:
Pengiriman naskah: 10 Oktober - 31 Desember  2016
Pengumuman pemenang:  31 Januari 2017

Hadiah:
Juara I : 5 juta, sertifikat, trofi 
Juara II : 3 juta, sertifikat, trofi 
Juara III : 2 juta, sertifikat, trofi 
Juara Harapan 1-3 : 1 Juta rupiah   

Adapun Dewan Juri lomba esai ini di antaranya Abdul Mun’im DZ (Intelektual NU), Alissa Wahid (Kolumnis), dan Mohammad Sobary (Budayawan).

Ketentuan lomba video layanan masyarakat

Kompetisi pembuatan video iklan layanan masyarakat merupakan satu rangkain dari program kompetisi esai yang diselenggarakan NU Online bekerja sama INFID. Program ini sejalan dengan semangat mengkampayekan Islam yang ramah, moderat dan damai serta hidup penuh dengan sikap toleran, kemajemukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. 

Tema yang diangkat kompetisi pembuatan video iklan layanan masyarakat (ILM) ini adalah “Kebersamaan di Tengah Perbedaan”.

Waktu:
Penerimaan Karya : 10 Oktober-31 Desember 2016
Pengumuman Pemenang : 31 Januari 2017

Hadiah 
Juara I : 8.000.000
Juara II : 6.000.000
Juara III : 4.000.000

Dewan Juri
1. Daniel Rudi  (Sutradara)
2. Savic Alielha
3. Inayah Wahid

Kategori Kompetisi: Terbuka untuk umum, mahasiswa atau pelajar

Persyararatan dan Ketentuan Umum:
1. Durasi video yang dibuat berdurasi 1-3 menit.
2. Karya bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media manapun, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi yang serupa.
3. Video yang didaftarkan dibuat dan diproduksi oleh warganegara Indonesia.
4. Video yang didaftarkan adalah film yang diproduksi setelah tanggal 1 Agustus 2016.
5. Peserta/kelompok hanya diperbolehkan mengirim satu karya.
6. Video yang dibuat selain dalam bahasa Indonesia dan atau terdapat dialog yang menggunakan bahasa selain Indonesia, diwajibkan memiliki teks terjemahan (subtitle) bahasa Indonesia.
7. Panitia Kompetisi ini sangat memperhatikan kualitas gambar dan cerita dari film yang didaftarkan sebagai salah satu poin penting penilaian.
8. Pendaftar bertanggungjawab atas segala permasalahan hak cipta yang terkait dengan pembuatan dan kepemilkan video yang didaftarkan.
9. Seluruh biaya dan proses pengiriman materi video yang didaftarkan ke panitia Kompetisi Pembuatan Video ILM merupakan tanggungjawab pendaftar.

Pendaftaran dan Pengiriman:

1. Karya dikirim dalam format file (*.avi, *.mov, *.mp4) yang disimpan dalam flash disk. Harap perhatikan bahwa flash disk yang dikirim ke panitia tidak akan dikembalikan ke pendaftar.
2. Sertakan fotocopy identitas diri.
3. Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui www.nu.or.id
4. Seluruh berkas dimasukkan dalam amplop coklat dengan menyertakan formulir pendaftaran.

Alamat Pengiriman video:
NU Online (Panitia Kompetisi ILM) 
Gedung PBNU Lt 5 Jln Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat 10430. Contact person (CP): 085774919129 (Nurdin).

(Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Selasa 27 September 2016 19:3 WIB
LSN 2016
Liga Santri Region Maluku-Papua Dibuka
Liga Santri Region Maluku-Papua Dibuka
Jakarta, NU Online
Pertandingan Liga Santri Nusantara Regional Maluku-Papua telah dimulai ditandai dengan tendangan kickoff oleh Wakil Bupati Maluku Tengah Muhammad Yunus, Senin (26/9). Tampak hadir perwakilan Koni Maluku Tengah, perwakilan Camat, Kordinator Region Maluku, panitia pelaksana, dan bebepa panitia LSN tahun 2016.

Muhammad Yunus mengapresiasi langkah Kemenpora dalam menyelenggarakan kompetisi sepakbola untuk pesantren dan santri. "Kami sangat mengapresiasi itikad baik Menpora Imam Nahrawi dalam menyelenggarakan Liga Santri ini," katanya.

Lebih lanjut orang nomor dua di Maluku tengah itu mengatakan bahwa liga santri penting untuk mencari bibit unggul di segmen yang khusus yakni pesantren. "Bagaimana kita tahu bahwa pesantren tidak hanya ruang mencari ilmu tapi di sana juga ditempa penguatan mental, fisik dan keterampilan santri," ungkapnya.

Yunus mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen dan siap jika LSN tahun 2017 di taruk di Maluku lagi.

Koordinator Region LSN Region Maluka-Papua Hamzah Rahayan berterima kasih karena panitia pusat telah mempercayakan liga santri ke Maluku Tengah. “Ini merupakan penghargaan bagi kita karena Maluku Tengah dipercaya sebagai tuan ruan rumah," katanya.

Walaupun Maluku dan Papua sangat sedikit sebaran pesantrennnya, tapi hal itu tidak mengurangi semangat untuk melaksanakan liga santri demi kemajuan olahraga khususnya pembinaan usia dini di semua lini.

Liga Santri Nusantara Region Maluku-Papua akan diikuti oleh delapan tim pondok pesantren. Turnamen seri daerah ini akan berlangsung 26 September sampai 3 Oktober 2016. (Red Alhafiz K)

Selasa 27 September 2016 18:0 WIB
Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam
Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam
Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini
Jakarta, NU Online
NU Online dan INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) bermaksud mengumumkan kepada publik mengenai kesempatan untuk mengikuti kompetisi esai dan multimedia yang bertujuan mengampanyekan Islam ramah, moderat dan damai terutama di dunia maya. 

Dalam konferensi pers peluncuran kompetisi esai dan video tersebut, Selasa (27/9) di Gedung PBNU Jakarta hadir Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Pimred NU Online Achmad Mukafi Niam, Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo, awak media, dan para aktivis orgnaisasi pemuda.

Dalam paparannya, Helmy Faishal mengungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lee Kuan Yeuw School Singapura yang merilis data dari View Research Center. Hasil penelitian ini memngungkapkan bahwa 4 persen dari penduduk Indonesia atau tepatnya adalah 10 juta orang Indonesia setuju konsep negara Islam. Angka tersebut adalah para pemuda dan kaum urban.

“Mereka sepakat dan mendukung konsep Negara Islam (Islamic State) yang kita kenal ISIS. Ini jumlah yang besar sekali yang membuktikan bahwa Indonesia berada pada pusaran radikalisme global,” ujar Helmy. 

Sehingga menurut Helmy, upaya penanggulangan radikalisme bukan hanya tanggung jawab Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen bangsa demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia agar Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi persatuan tetap kokoh.

Untuk menanggulangi problem radikalisme global yang terus menggerogoti keutuhan bangsa, menurut Helmy, perlu ada langkah-langkah konkret, baik dari civil society maupun pemerintah. Karena arah gerakan ini menyasar para pemuda sebagai pengguna besar media sosial dan dunia maya.

“Kami dari NU sudah bolak-balik menyampaikan kepada pemerintah untuk melakukan law enforcement karena semua sudah diatur dalam UU Terorisme. Kelompok-kelompok radikal secara jelas tidak mengakui dasar negara Pancasila yang sebenarnya sudah bisa diambil tindakan hukum,” papar Helmy. (Fathoni)

Selasa 27 September 2016 16:39 WIB
Tradisikan Ziarah, Panglima TNI Ajak Prajurit Belajar dari Sejarah
Tradisikan Ziarah, Panglima TNI Ajak Prajurit Belajar dari Sejarah
Panglima TNI ziarah ke makam Gus Dur dan keluarga.
Jombang, NU Online
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membangun tradisi baru dalam peringatan hari ulang tahun TNI. Menyongsong HUT ke-71 TNI, Gatot mengajak seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk berziarah ke makam para mantan Presiden dan Panglima TNI.

Di Jawa Timur, Gatot mengajak sekitar 40 jenderal tersebut berziarah ke makam Presiden Soekarno di Blitar dan KH Abdurrahman Wahid dan keluarga di Tebuireng Jombang, Selasa (27/9). Semua kepala staf dari ketiga kesatuan juga tampak mendampingi kunjungan tersebut. 

Rombongan ziarah yang dipimpin Panglima TNI tiba di Kompleks Pesantren Tebuireng sekitar pukul 11:30 WIB dan langsung disambut oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) beserta Nyai Farida Salahuddin. Seluruh jajaran Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng juga turut menyambut kedatangan rombongan Panglima TNI ini.

Kepada wartawan, pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil diskusi dengan seluruh kepala staf. Tujuannya, agar seluruh prajurit TNI senantiasa mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan dan meneladani sikap para pahlawan.
 
Sebagaimana diketahui dalam berbagai literatur sejarah, setelah TNI terbentuk pada 5 Oktober 1945, bala tentara NICA berusaha menguasai kembali Indonesia dengan membonceng Pasukan Sekutu. "Saat itulah, beberapa orang menghadap Kiai Hasyim Asy'ari untuk meminta fatwa beliau. Kemudian lahirlah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang mewajibkan seluruh warga dalam radius yang belum boleh menjamak shalat untuk berperang melawan penjajah. Fatwa itu menegaskan, perang untuk mengusir penjajah hukumnya fardlu 'ain," tegas alumnus Akabri 1982 ini.

Pada 9 November, sebenarnya tentara dan rakyat sudah siap bertempur. Tapi oleh Kiai Hasyim diminta menunda dulu. "Kiai Hasyim meminta agar semua pasukan menunggu Kiai Abbas dari Cirebon, yang beliau juluki sebagai Singa dari Jawa Barat,” jelasnya.

Sejarah kemudian mencatat, terjadilah peristiwa perang yang sangat heroik pada 10 November, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. "Karena semangat yang heroik dan pantang menyerah, perjuangan dengan senjata tradisional melawan senjata termodern pada saat itu berhasil kita menangkan. Bahkan pimpinan pasukan penjajah tewas di medan perang saat itu," ujar Gatot.

Dengan mengenang sejarah, Gatot Nurmantyo berharap prajurit TNI dapat mencontoh kegigihan para pahlawan dalam menghadapi situasi yang semakin sulit. "Bung Karno mengatakan, perjuangan saya tidak berat karena hanya mengusir penjajah. Tapi perjuanganmu nanti akan lebih berat karena melawan bangsamu sendiri," terangnya mengutip ungkapan Sang Proklamator.

Dengan tradisi ziarah ini, mantan KSAD ini berharap TNI dan kalangan pesantren dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan pembangunan. "Pantang menyerah, komitmen, penuh dedikasi dan yang paling penting berjuang dengan ikhlas, tanpa kepentingan apa pun," pungkasnya. (Humas Pesantren Tebuireng/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG