IMG-LOGO
Nasional

Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat?

Sabtu 1 Oktober 2016 22:8 WIB
Bagikan:
Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat?
Jember, NU Online
Ternyata KH Abdul Muchit Muzadi adalah sosok yang sangat patuh pada KH Hasyim Asy’ari. Hal ini bisa dilihat dari komitmennya yang begitu tinggi dalam membela dan membesarkan NU, organisasi yang didirikan gurunya itu.

Demikian diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, KH Azaim Ibrahimy saat bertaushiyah di pengajian umum dan doa bersama menyambut  tahun baru Islam yang digandeng dengan memperingati 1 tahun wafatnya Kiai Muchit di Masjid Sunan Kalijaga, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Sabtu malam (30/9).

Menurut Kiai Azaim, pengabdian Mbah Muchit di NU tak lepas dari ketaatannya kepada sang guru yang juga pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Ia mencintau NU sampai akhir hayatnya. “Beliau menjaga dan memelihara warisan gurunya, yaitu NU,” tukasnya.

Ia menambahkan, pengabdiannya yang tulus itu membuat Mbah Muchit cukup dikenal sebagai tokoh NU yang mumpuni dan memberi warna dalam sejarah perjalanan NU. Bahkan orang menyebutnya sebagai pakar khittah NU.

Dikatakan Kiai Azaim, Mbah Muchit dan Kiai Ahmad Shiddiq adalah satu paket dalam mengabdi dan memperjuangkan NU. Ketika NU mendapat ujian, keduanya bisa memberi jawaban yang memuaskan.

Ujian tersebut misalnya berupa munculnya tuduhan bahwa Pancasila tidak sesuai dengan Islam. “Ketika itu, dalam Muktamar NU ke-27, NU adalah satu-satunya ormas yang menerima Pancasila sebagai asas negara. Dan itu tak lepas dari peran keduanya,” jelas Kiai Azaim.

Sementara itu, KH Hasyim Muzadi dalam wejangannya lebih banyak menyinggung soal umat Islam secara global. Menurutnya, dewasa ini nasib umat Islam di seluruh dunia mengalami keprihatinan yang luar biasa.

Ia lalu menyebut konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Mereka berperang dengan sesama umat Islam. Yang tidak berperang, harus mengungsi, dan mereka pun terombang-ambing di tengah laut.

“Yang mengerikan, mereka saling bunuh, bahkan untuk itu mereka sampai mendatangkan orang dari luar. Itu semua adalah perbuatan orang-orang yang tidak suka dengan Islam. Mudah-mudah ini tidak sampai terjadi di Indonesia. Karenanya, kita harus berjuang dan membentengi diri dengan iman,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Rais Syuriyah PCNU Jember  KH Muhyiddin Abdusshomad, Rektor Universitas Jember Muhammad Hasan, sejumlah tokoh dan pengurus NU, dan tentu saja masyarakat sekitar yang memenuhi masjid. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 1 Oktober 2016 20:1 WIB
KH Musthofa Aqil: Menjaga Kesehatan Juga Tugas Pesantren dan NU
KH Musthofa Aqil: Menjaga Kesehatan Juga Tugas Pesantren dan NU
Cirebon, NU Online
Kiai, pondok pesantren, dan NU sudah sejak dulu memikirkan dan peduli dengan kesehatan. Salah satu kitab yang dikaji di pesantren, yakni Ihya Ulumudin juga mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan. 

Hal tersebut disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj dalam sambutan pembukaan Lokakarya “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Gerakan Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat (2/10) siang. 

Lokakarya yang diikuti perwakilan pondok pesantren dari 15 kabupaten/kota di Jawa Barat, berlangsung hari ini dan besok (1-2 Oktober 2016), merupakan kerjasama LK PBNU dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian dunia pesantren terhadap kesehatan.

Selama ini kepedulian dunia pesantren terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan, terang Kiai Musthofa, kurang terperhatikan oleh kalangan umum. Hal tersebut karena ada marjinaliasi antara santri dan NU dengan dunia luar. Juga ada dikotomi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. 

“Padahal pendidikan agama (pesantren) mengupas semua bidang,” kata Kiai Musthofa.

Oleh karena itu, Kiai Mustofa menyambut baik upaya LK PBNU dengan kegiatan ini, karena berimbas untuk kebaikan  bersama. Kiai Musthofa mengatakan, dalam kerangka secara umum, peranan pesantren dan NU adalah menjaga segala di bidang, termasuk kesehatan. Ia menyebut dalam Al-Quran juga dikatakan, Allah menciptakan penyakit, pasti ada obatnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Sabtu 1 Oktober 2016 7:2 WIB
Warga NU Diminta Rencanakan Keuangan dengan Baik
Warga NU Diminta Rencanakan Keuangan dengan Baik
Sleman, NU Online
Pada acara Training For Facilitators yang berlangsung di Pesantren Sunni Darussalam, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY Pengurus Pusat LKKNU Hj Alissa Wahid menegaskan bahwa nahdliyin harus merencanakan keuangan dengan baik. Perencanaan akan memberikan panduan perihal prioritas dan pengaturan pengeluaran keuangan.

“Semakin banyak warga NU yang bisa merencanakan keuangannya dengan baik, maka akan bisa mempercepat cita-cita kita bersama, yakni kemaslahatan umat,” tegas Alissa Wahid di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan ini, Alissa juga bercerita tentang latar belakang lahirnya program memberikan pelatihan kepada kader-kader nahdiyin yang nantinya akan menjadi fasilitator perencanaan keuangan keluarga di tempatnya masing-masing.

“Ini berawal ketika saya sering blusukan di berbagai daerah atas nama Gusdurian dan bertemu dengan warga NU di tingkat bawah. Mereka semua mengeluhkan permasalahan yang sama, yakni persoalan biaya pendidikan anak-anak,” ujar Alissa yang kini diamanahi sebagai Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian.

Selain itu, lanjut Alissa, Pengurus Besar NU Periode 2015-2019 telah menyepakati salah satu programnya adalah meningkatkan kesejahteraan warga NU di tiga bidang, yakni bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Karena LKKNU adalah sebuah lembaga yang mengurusi keluarga, maka kami kemudian membuat program perencanaan keuangan keluarga ini, agar keluarga nahdiyin bisa membawa maslahah untuk semuanya,” tandasnya. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Sabtu 1 Oktober 2016 5:2 WIB
LKKNU Gulirkan Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga
LKKNU Gulirkan Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga
Sleman, NU Online
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pusat menggelar acara bertajuk Training For Fasilitator Perencanaan Keuangan Keluarga. Acara yang bertempat di Pondok Pesantren Sunni Darussalam, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY tersebut berlangsung selama tiga hari yakni mulai tanggal 30 September-2 Oktober 2015.  Acara ini terselenggara berkat kerja sama LKKNU Pusat dengan LKKNU DIY dan juga dengan PT. Pegadaian Indonesia. 

Pada acara pembukaan yang berlangsung Jum’at Siang (30/9), Wakil Rais PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KH. Syakir Ali memberikan apresiasi terhadap acara tersebut. “Ini merupakan sebuah kegiatan yang menggembirakan. Pelatihan ini penting sekali. Tetapi, setelah tindak lanjut setelah pelatihan juga tidak kalah pentingnya,” ujar Kiai Syakir. 

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Syakir juga berpesan kepada para peserta yang hadir agar benar-benar mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Agar setelah pulang, bisa menyebarkan pengetahuan yang didapatkan seluas-luasnya. 

Sementara itu, Ahmad Ghozi yang mewakili LKKNU DIY, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut, bukanlah kegiatan yang baru bagi LKKNU DIY. “LKKNU DIY sudah melakukan kegiatan semacam ini sejak tahun 2012. Kami pun sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pengetahuan tentang perencanaan keuangan keluarga kepada umat,” ujar Ghozi.

Acara yang terselenggara berkat kerja sama LKKNU Pusat dengan LKKNU DIY dan juga PT. Pegadaian tersebut, diikuti oleh 45 peserta yang akan di training tentang perencanaan keuangan keluarga. 45 peserta tersebut diambil dari 15 kabupaten dari tiga wilayah, yakni DIY, se-Karesidenan Kedu, dan Solo Raya. Harapannya, setelah kembali pulang, 45 peserta tersebut bisa menjadi fasilitator yang akan menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan. 

Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Rais Syuriah PWNU DIY KH. Syakir Ali, Sekretaris LKKNU Pusat Alissa Wahid, General Manager Pemasaran PT. Pegadaian Syahrul Rusli, General Manager Bisnis Emas Mulyono, Deputi Bidang Bisnis Jogja Ana Safitri dan beberapa kepala Deputi dari beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Pati, Solo, Purworejo dan lain sebagainya. (Nur Rokhim/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG