IMG-LOGO
Daerah

Pelajar NU Purworejo Rintis Perpustakaan Gratis

Jumat 21 Oktober 2016 0:3 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Purworejo Rintis Perpustakaan Gratis
Purworejo, NU Online
Dalam rangka meningkatkan kapasitas intelektual kader, IPNU-IPPNU Purworejo merintis berdirinya perpustakaan gratis untuk para pelajar, santri, dan mahasiswa. Mereka melayani kebutuhan buku para pelajar di sekretariat badan otonom NU tersebut.

Menurut Ketua IPNU Purworejo Muhammad Hidayatullah, sampai hari ini pihaknya masih gencar untuk menambah koleksi buku bacaan.

“Kita baru punya sekitar 500-an buku dan terus menggalang donasi. Alhamdulillah banyak direspon positif. Ada yang membantu buku. Ada pula yang membantu uang tunai untuk dibelikan buku,” kata Hidayatullah kepada NU Online.

Organisasi, menurut Hidayatullah, perlu memfasilitasi dan menyediakan akses pengetahuan bagi anggotanya agar mendekatkan kepada visi dan misi organisasi.

“Kita fasilitasi kader IPNU dan IPPNU maupun pengunjung umum secara gratis. Tagline sekaligus peraturannya hanya satu: boleh dibaca, tak boleh dibawa. Kita ingin ada budaya baca di sini,” imbuhnya.

Khabib Hamidi, salah satu pemanfaat perpustakaan mengaku senang dan terbantu dengan adanya fasilitas ini. Ia berharap koleksi buku terus bertambah dari hari ke hari.

“Saya sudah lama ingin membaca buku Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu karya Agus Sunyoto. Kini, saya senang bisa membacanya lewat perpustakaan ini,” kata Khabib.

Sampai hari ini, pihak pengelola masih menerima sumbangan buku atau donasi untuk pengembangan lebih lanjut.

“Kita sudah pesan satu almari buku lagi, inginnya minimal empat almari berisi buku tentang akidah, fikih, sastra sampai filsafat,” kata Hidayatullah.

Mereka yang ingin berdonasi bisa mengontak langsung di nomor 085-743-043-220 atau langsung mengirimnya ke Jalan Sibak Nomor 18 Pangenjurutengah, Purworejo, 54111. (Imtihana Walida/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 21 Oktober 2016 22:4 WIB
Diskusi Bareng PMII Umaha dan ISNU Sidoarjo
Diskusi Bareng PMII Umaha dan ISNU Sidoarjo
Sidoarjo, NU Online
Ketua Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU) Sidoarjo, Jawa Timur Sholehuddin mengajak mahasiswa untuk berbakti, mengabdi dan memberikan berkontribusi terhadap masyarakat.

Hal itu di sampaikan dalam paparanya sebagai narasumber diskusi yang bertema "Satu Jam Bersama Ketua ISNU Sidoarjo, Ada Apa sih dengan ISNU?" yang diselenggarakan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ma'arif Hasyim Latief (UMAHA) Sidoarjo, pada kamis (20/10), di masjid kampus.  

Dalam kesempatan sama kandidat doktor UINSA Surabaya tersebut mengatakan, sebaik- baiknya manusia adalah adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia.

Ia berharap dengan hadirnya ISNU di UMAHA, bisa membawa manfaat bagi calon sarjana di kemudian hari dengan berkontribusi kepada masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa ISNU tengah merencanakan program kerja mulai dari pendidikan, litbang, ekonomi, politik, lingkungan, kesehatan, dan kebijakan publik.

“Semoga mahasiswa besok dapat bekerja sam agar dapat membawa kemanfaatan bagi masyarakat terutama masyarakat NU,” pungkasnya.

Ketua Komisariat PMII UMAHA Donny SN berharap diskusi dengan ISNU tidak untuk pertama kalinya, bisa berlanjut di kemudian agar  terjalin komunikasi dengan baik. (Lucky/Abdullah Alawi)

Jumat 21 Oktober 2016 20:26 WIB
Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar
Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar
Kiai Masdain Rifai Ahyat
Blitar, NU Online
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memberikan kuliah perdana, sebagai tanda dibukanya proses perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Kuliah tersebut dijadwalkan pada 29 Oktober di Pendapa Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan Udanawu, Kamis (20/10).

“Pak Menteri yang akan menyampaikan kuliah perdana nanti pada 29 Oktober mendatang di Pendapa Kabupaten,’’ujar Kiai Dain.

Dijelaskan Kiai Dain, kunjungannya ke pesantren asuhan KH Diya’uddin Azam-zami adalah dalam rangka memberitahukan dan mengajak para santri dan alumni untuk ikut bergabung di kuliah umum tersebut. Karena, berdirinya UNU ini sebagai kado ulang tahun Hari Santri tahun ini.

”Bisa dibilang berdirinya UNU ini sebagai kado istimewa pada Hari Santri tahun ini,’’ tandas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.

Kehadiran Ketua NU didampingi Rektor UNU Blitar HM Zainuddin disambut shohibul ma’had KH Diya’uddin Azam-Zami di rumahnya. Setelah ramah-tamah sebentar, rombongan bertemu dengan ratusan santriwan dan santriwati pesantren yang didirikan KH Abdul Ghofur tersebut.

Di hadapan jamaah, Kiai Dain mengajak para santri dan alumni untuk bisa melanjutkan kuliah di UNU.

“Ada 10 prodi di UNU, konco-konco santri dan alumni bisa masuk di situ, khususnya ke jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, red.) karena sesuai penelitian, tahun 2020 nanti, ribuan guru SD akan pensiun. Sehingga banyak tenaga yang akan dibutuhkan dan positifnya para santri bisa mengajar dan mengembangkan ilmunya di sana, setelah mengantongi sarjana di UNU,’’ tandas Kiai Dain.

Biaya termurah sedunia
Sementara Rektor NU Blitar mengatakan, banyak kemudahan yang di berikan UNU, kata dia. Selain biayanya murah, juga akan diberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. Biaya kuliah di UNU paling murah di seluruh dunia, per tahunnya hanya sekitar Rp1.200.000 saja.

Jadi, kalau dihitung biaya kuliahnya, hanya 100 ribu saja per bulan. UNU murah tapi buka murahan lo,’’ tambah Profesor Zainuddin.

Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan di hadapan ratusan warga NU di Desa Bakung Udanawu saat acara santunan yatim.

“Tadi Kiai Cikut (Syaikuddin Rohman, red.) sudah banyak memberikan uraian seputur anak yatim. Kami malam ini akan banyak berbicara masalah organisasi saja, termasuk masalah berdirinya Universitas NU di Blitar,’’ katanya, mengawali pidatonya.

Menurutnya, selain menyatuni anak yatim seperti saat ini, warga NU Blitar juga punya kewajiban meningkatkan taraf pendidikan putra-putrinya. Kalau sebelumnya hanya sebagaian saja yang bisa masuk perguruan tinggi, saat ini semua punya kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi, yakni masuk ke Universitas NU Blitar.

Untuk itu, lanjutnya, semua pengurus dan warga NU Blitar memiliki kewajiban untuk membesarkan dan memajukan perguruan tinggi ini.

“Diharapkan setiap tahun minimal setiap ranting NU ada 2-10  siswa yang melanjutkan ke UNU yang memiliki 10 prodi tersebut. Misalanya kalau per Ranting NU bisa atau ada 2 anak saja yang masuk, maka sudah ada 1000 lebih mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Karena jumlah ranting NU di Blitar ada 500 lebih,’’ terang Kiai Dain. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Jumat 21 Oktober 2016 19:32 WIB
HARI SANTRI 2016
Peringati Hari Santri, Ratusan Santri Nurut Taqwa Menggambar Logo NU
Peringati Hari Santri, Ratusan Santri Nurut Taqwa Menggambar Logo NU
Bondowoso, NU Online
Berbagai cara dilakukan pondok pesantren untuk memperingati Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016 bersamaan dengan 71 tahun Resolusi Jihad NU. Siswa-siswi MA Nurut Taqwa misalnya, memperingatinya dengan menggambar logo NU.

Menurut salah seorang kiai di madrasah tersebut, Nurtaufik, kegiatan tersebut bertujuan memupuk kecintaan santri terhadap Nahdlatul Ulama, organisasi keagamaan yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Ahlussunnah wal-Jama’ah  yang mempunyai ajaran mempertahankan cinta tanah air dan kearifan lokal. Serta mengingatkan kembali siswa-siswi yang lupa terhadap pembuat logo NU yaitu KH Ridwan Abdullah

Walaupun materi ke-NU-an hanya muatan lokal, di lembaga milik Pondok Pesantren Nurut Taqwa Grujugan Cermee, Bondowoso, Jawa Timur tersebut, katanya, para siswa masih semangat mempelajarinya.

Melukis logo NU, lanjutnya, dimulai sejak tanggal 15-21 Oktober dan diikuti ratusan siswa-siswi yang terbagi menjadi sekitar 63 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga orang. Para siswa diberi kebebasan menggambar dengan alat apa pun. Karya-karya tersebut akan dinilai dan hasilnya akan menjadi tambahan nilai tugas khususnya di materi ke NU an.

”Tapi itu bukan jadi tujuan utama, paling penting bagaimana siswa-siswi paham ajaran NU, bisa mengamalkan serta bangga terhadap simbol-simbolnya yang bisa dijadikan syiar agama,’ pungkas alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu. (NT/Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG