IMG-LOGO
Nasional
HARI SANTRI 2016

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif


Sabtu 29 Oktober 2016 19:34 WIB
Bagikan:
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif
Yogyakarta, NU Online
Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Ma'had Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG