Sudahkah Kita Menempatkan Al-Qur’an Sebagai Imam, Bukan Makmum?

Bandar Lampung, NU Online
Al-Qur’an ialah tuntunan, namun dewasa ini, hal tersebut masih sering diabaikan, sehingga kitab suci umat Islam tersebut seringkali dijadikan sebaliknya. Berkaitan dengan itu, aktivis Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung, M Nurhidayat Rosihun, mengajak kader organisasi itu menempatkan Al-Qur’an sebagai imam, bukan makmum.

Rosihun di Bandar Lampung, Rabu (9/11) menambahkan, kehidupan kampus yang padat dan penuh tuntutan membuat mahasiswa banyak yang lupa bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan ini, atau bahkan sengaja mengabaikannya.

"Sekarang ini orang pada hafal radliitu billahi rabba, wabil islamidiina, wabil muhammadin nabiyya warasula, wabil qurani imaman wa dalilan. Namun dalam praktiknya Al-Qur’an tidak lagi dijadikan imam, kini Al-Qur’an sering dijadikan makmum sehingga ia tidak lagi jadi panutan. Al-Qur’an sekarang lebih sering dijadikan alat sebagai pemuas keinginan nafsu," ujar Rosihun.

Ia menyayangkan, akhir-akhir ini, isu penistaan Al-Qur’an memenuhi semua laman berita hingga tidak sedikit umat Islam yang tanpa sadar telah salah niat dalam mempelajari Al-Qur’an sehingga digunakan untuk menuduh kawan dan menghantam lawan. "Naudzubillah. Semoga kita dibukakan pintu hati untuk mencintai dan dicintai Al-Qur’an,"  kata dia lagi.

KMNU Unila menggelar Tahsinul Qur’an KMNU di masjid Ar-Roudloh Bandar Lampung, selama sepekan. Para kader secara bergantian mentashih bacaan qur’an.

"Bacaan Al-Qur’an saya belum benar, ikut kegiatan tersebut karena ada pembimbingnya, ada yang menyimak, jika salah bisa melempangkan," kata mahasiswi Pendidikan Sejarah 2016 FKIP Unila,  Lisnawati, menjelaskan alasannya mengikuti kegiatan itu.

Alasan serupa juga diungkapkan oleh mahasiswi Pendidikan Fisika 2014, Lu’luatul Farida yang diantara padatnya aktivitas sebagai mahasiswa masih menyempatkan diri mengaji qur’an seperti anak TPA. Menurut Farida, bacaan qurannya masih jauh dari kaidah, sehingga perlu memperbaiki bacaan, supaya ibadah lebih berkualitas. (Gatot Arifianto/Mahbib)

BNI Mobile