IMG-LOGO
Daerah

Datangkan Dokter, Muslimat NU Jember Periksa Kesehatan Lansia

Senin 5 Desember 2016 11:2 WIB
Bagikan:
Datangkan Dokter, Muslimat NU Jember Periksa Kesehatan Lansia

Jember, NU Online

Di tengah berbagai kegiatan rutinnya, Muslimat NU Jember menggelar pertemuan dengan para  wanita lansia, terutama yang bertempat tinggal di sekitar lokasi kantor badan otonom Nahdlatul ulama tersebut, pada Ahad (4/12). Muslimat NU mendatangkan seorang dokter untuk memeriksa kesehatan para lansia tersebut.

Namun sebelum itu, juga dilakukan istighotsah dan sosialisasi hidup sehat. “Bagaimanapun mereka telah berbuat sesuatu bagi keluarganya, dan kondisi fisiknya harus kita jaga,” ujar Ketua PC Muslimat NU Jember Nyai Hj. Emi Kusminarni kepada NU Online.

Menurut Nyai Emi, pertemuan dengan para lansia akan menjadi agenda rutin ke depan. Selain cek kesehatan dan sebagainya,  juga akan digelar senam lansia, rekreasi bersama, bahkan dalam waktu dekat mereka akan dibuatkan kebun sayur hidroponik di tanah pekarangan area kantor PC Muslimat NU Jember.

“Intinya mereka akan kita buatkan kegiatan yang menyenangkan supaya hidupnya sehat dan terus bisa berinteraksi dengan kita. Sebab, mereka juga punya  ilmu, setidaknya ilmu pengalaman,” ungkapnya di sela-sela di kegiatan tersebut di kantor PC Muslimat NU Jember.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jember Kidul, dr. Apsari dalam paparannya menegaskan betapa pentingnya menjaga kesehatan  bagi para lansia. Sebab, lansia biasanya rawan diserang penyakit. Oleh karena itu, selain menjaga tradisi hidup bersih, mereka juga perlu rutin berolahraga.

“Agar ibu-ibu sehat lahir bathin. Untuk urusan lahir, ibu-ibu punya tanggung jawab masing-masing. Sedangkan urusan bathin, ini bagian dari tugas muslimat NU,” ucapnya dihadapan 60 wanita lansia.

Di ujung acara tersebut diberikan doorprize sembako. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Bagikan:
Senin 5 Desember 2016 22:1 WIB
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba
Solo, NU Online
Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan NU Online, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Senin 5 Desember 2016 21:23 WIB
Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU
Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU
Foto Bersama, usai pelantikan
Brebes, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes menggelar marhabanan keliling. Tradisi sebagai ungkapan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad tersebut digelar sebagai rangkaian gebyar Maulid Nabi 1438 Hijriyah pelajar NU.

“Memperingati Maulid Nabi, kami semarakan dengan marhabanan keliling ke mushola dan masjid,” ungkap Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi di sela kegiatan di Masjid Jami Darussalam Desa Baros Kec Ketanggungan Brebes, Ahad (4/12) kemarin. Marhabanan dikonsep dengan gelaran PAC IPNU-IPPNU Bersholawat yang dihadiri ribuan pelajar dan anak muda NU se-Kec Ketanggungan. 

Fauzan berharap, dengan momentum marhabanan, anak-anak muda NU akan bisa meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah. 

Ketua PAC IPNU Ketanggungan Rekan Abdul Azid dalam sambutannya mengatakan kekompakan seluruh anggota IPNU-IPPNU dalam setiap kegiatan diharapkan bisa istiqomah. “Kemajuan organisasi, terletak pada kebersamaan atau kekompakan seluruh anggota,” tegas Azid. 

Marhabanan diawali dengan pembacaan Tahlil, Barzanzi dan shalawat serta mauidhotul hasanah oleh KH Hasan Amrozi dari Tegal. 

Kiai kondang tersebut berpesan hendaknya, anak-anak muda NU bisa menjadi suri tauladan yang baik di masyarakat sekitarnya. Selain itu untuk faham sejarah Wali Songo saat menyebarkan Islam di Indonesia. Pelajar NU harus meneruskan juga bagaimana para ulama berjuang untuk kemerdekaan NKRI. “Kalian IPNU-IPPNU adalah generasi muda aset bangsa yang kelak menjadi penerus para ulama serta nanti ada pula yg menjadi pejabat atau birokrat.

Kiai Amrozi juga mengajak kepada seluruh orang tua yang hadir, untuk mendukung dan dorong anak-anaknya agar ikut IPNU-IPPNU. Jangan sampai, ikut IPNU IPPNU malah dimarahi. Kiai Amrozi menyakini, IPNU-IPPNU menjadi wadah yang benar bagi kalangan pelajar. “IPNU IPPNU bisa menjadi benteng anak muda untuk melawan maraknya penggunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan anak muda,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilantik Pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Baros Kecamatan Ketanggungan. Kepengurusan PR IPNU-IPPNU desa Baros antara lain Ketua IPNU A Cecep Maulana, Sekretaris Agus Munawir. Bendahara Ahmad Noor Basor. Sedangkan untuk PR IPPNU Baros Ketua Nina Inayah, Sekretaris Siti Zulfatmah dan Bendahara Aidha Nurussyamsi. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Senin 5 Desember 2016 20:0 WIB
LPBINU Pontianak Gelar Sosialisasi Santri Siaga Bencana
LPBINU Pontianak Gelar Sosialisasi Santri Siaga Bencana
Pontianak, NU Online
Bencana dan musibah tiada henti-hentinya menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Sikap waspada dan siaga perlu dimiliki oleh setiap warga untuk mengantisipasi segala sesuatu yang akan terjadi dalam kesempatan kali ini adalah sosialisasi santri siaga bencana dengan tema "Meningkatkan Kapasitas Emergency Response Berbasis Santri” yang diselenggaran di Pondok Pesantren Nahdlatus Syubban, Jalan Apel Kecamatan Pontianak Barat, Ahad (4/12).

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Pontianak, Suryadi mengatakan Kota Pontianak harus melakukan pencegahan kebencanaan berbasis pemberdayaan santri. 

Beberapa konsep operasi pencegahan berbasis santri diantaranya Setiap pencegahan kebencanaan di pondok pesantren se-Kota Pontianak bertanggungjawab atas keamanan pesantren dan lingkungan sekitarnya dari ancaman perubahan iklim. Para santri tidak hanya berkewajiban mengaji kitab-kitab, namun juga perlu memahami akan pengurangan resiko bencana (PRB).

Selain menggelar sosialisasi santri siaga bencana, LPBINU Kota Pontianak merangkai kegiatan dengan pengobatan gratis santri yg bekerja sama dengan LKNU Kota Pontianak serta upgrading kepengurusan dan konsolidasi LPBINU Kalimantan Barat.

"Hal tersebut sejalan dengan visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dalam melakukan pencegahan bencana dan adapun beberapa konsep langkah aksi "pra bencana, tanggap bencana, pasca bencana," ujar Erwin Taufiq dari BPBD.

Sementara itu, Ketua PP LPBINU, M. Ali Yusuf mengatakan pencegahan berbasis pemberdayaan santri yakni setiap pondok pesantren memiliki relawan dalam siaga bencana. Mencari data dan informasi di lapangan dan wajib dilakukan. 

"Prinsipnya ada yang memimpin, merencanakan, mendukung dan melaksanakan dalam struktur pengembangan organisasi pesantren sebagai agen untuk melakukan dan melaporkan informasi bencana di lapangan atau dipesantrennya," tutup Gus Ali, sapaan akrabnya.

Dalam penanggulangan bencana serupa dengan apa yang disampaikan Ketua LPBINU DKI Jakarta M. Wahib pada dialog sosialisasi santri siaga bencana, pemerintah harus komprehensif dalam menyikapi bencana, pemerintah harus bermitra dengan masyarakat. Karena jika pemerintah hanya melakukan sendiri pasti tidak akan bisa. 

“Dan upaya pencegahan pun harus menyeluruh, mulai dari kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi hingga ke tanggap bencana dan pra bencana. Dan untuk menjadi relawan kita harus tangguh, dengan yel yel SSB ‘Bisa NU Luar Biasa’," ujar Wahib.

Rajuini, anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang juga menjadi pembicara menjelaskan definisi bencana dan mesti kita fahami bencana di sekeliling kehidupan kita (early warning) dan tanggap bencana (early response), agar kesiapsiagaan dan resiko bencana pun bisa diminimalisir. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG