IMG-LOGO
Nasional

Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak


Sabtu 17 Desember 2016 12:23 WIB
Bagikan:
Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Tangerang Selatan, NU Online
Pengurus Besar (PB) Koprs PMII Putri (Kopri) bekerja sama dengan Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan deklarasi “Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Acara deklarasi dirangkai dengan dialog publik tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gedung Kopertais Wilayah I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (16/12). Deklarasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya menimpa perempuan dan anak.

Ketua Kopri PB PMII mengungkapkan sederetan peristiwa yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, kekerasan itu tampak sadis bahkan sistematis.

"Hari Senin 12 Desember 2016 lalu telah terjadi aksi pembacokan pelajar SMA Muhammadiyah Yogyakarta, mereka diserang saat melintasi Jalan Imogiri, Dusun Lanteng Bantul. Kemudian Selasa pagi, seorang remaja tega menggorok leher 7 siswa/i SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Selanjutnya Selasa sore, di Bandung seorang pemuda membabi buta menyerang 8 orang menggunakan pisau yg mengakibatkan seorang tewas," terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Teh Ai itu menambahkan, berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, Kopri memandang bahwa faktor kekerasan terhadap anak tidak hanya datang dari pola pengasuhan saja tapi dari faktor konteks sosial yang sedang berkembang.  

"Maka dari itu kami menolak segala bentuk ekstrimisme dan kekerasan atas nama apapun, entah itu atas nama agama atau yg lainnya," imbunnya.

Karena itu pula, Kopri bersinergi dengan KPPPA melakukan Deklarasi Bersama Gerakan Pemuda Dalam Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak:

1. Mengutuk keras peristiwa di NTT, Yogyakarta dan Bandung.

2. Meminta masyarakat agar waspada terhadap situasi keamanan dan perkembangan politik nasional termasuk isu-isu yg sifatnya provokatif.

3. Meminta aparat hukum untuk bisa menjamin rasa aman bagi masyarakat. (Red: Mahbib)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG