IMG-LOGO
Nasional

Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?


Selasa 17 Januari 2017 11:02 WIB
Bagikan:
Kultur Bumi Cendrawasih Dekat dengan Islam?
Gambar: elhooda.net
Jakarta, NU Online
Zakat adalah salah satu rukun Islam. Dan hal itu tidak bertentangan dengan kultur masyarakat Papua, ujar warga Kabupaten Jayawijaya, Papua, Tauluk Assho (60).

Didampingi putranya, H Abu Hanifah Assho yang merupakan Ketua PC GP Ansor Jayawijaya, ia menjelaskan di daerahnya ada tradisi kurogo magasyarak yang artinya dipotong untuk berbagi.

“Itu kebiasaan setelah panen. Masyarakat di daerah kami biasa berbagi dengan cara seperti itu. Dan pembagiannya untuk siapa hingga yang berhak menerima siapa juga diatur,” kata dia, di Jakarta, Selasa (17/1).

Nama Assho menurut dia pula, terinspirasi dari Masjid Al-Aqsa, satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur).

“Saya tertarik masuk Islam karena Islam itu unik. Nilai-nilainya tidak jauh beda dengan kebudayaan kami,” papanrya.

Dalam hal pernikahan, contohnya kata Tauluk menjelaskan, juga tidak diperkenankan satu garis keluarga.

“Termasuk cara berinteraksi dengan masyarakat. Bagaimana cara makan, sama persis dengan Islam yang disyiarkan ke tempat kami,” ujar dia pula.

Tauluk memeluk Islam sejak muda. Sejak itu, dirinya memperjuangkan dan mengajak masyarakat di daerah identik dengan sebutan Bumi Cendrawasih turut memeluk Islam kendati dengan sejumlah rintangan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG