IMG-LOGO
Nasional

Gus Mus: Jauhkan 'Allahu Akbar' dari Kesombongan!

Kamis 19 Januari 2017 12:0 WIB
Bagikan:
Gus Mus: Jauhkan 'Allahu Akbar' dari Kesombongan!
Tangerang, NU Online
KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan tentang pentingnya memaknai takbir "Allahu Akbar". Manusia amat kecil sekali di hadapan Allah karena itu tidak boleh sombong. Sebab itu, serunya, letakan takbir pada tempat yang suci dan jauh dari kesombongan.

Hal itu ia sampaikan saat memberi taushiyah dalam acara Maulid Akbar dan Istighotsah Qubro bertema "Mencintai Tanah Air Bagian dari Iman" yang diinisiasi oleh remaja Mushala ar-Ridho Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/1).

"Kenalilah dahulu Allah, jika ingin mengenal Allah," pesan Mustasyar PBNU ini kepada jamaah.

Gus Mus pun mengingatkan bahwa  Indonesia adalah rumah, tempat mencari makan, dan tempat di mana kita dikebumikan. Sebab itu, ia mengajak kepada jamaah membangun rasa kepedulian terhadap tanah air yang tidak cukup dengan hanya meneriakkan takbir “Allahu Akbar” melainkan
dengan cara mendengarkan nasihat para ulama salafus shalih, membangun kesejahteraan sosial, memperkuat perekonomian, meningkatkan pertanian, dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan umum dan agama.

Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri para tokoh setempat antara lain KH Abdul Muthi (Rais Syuriyah NU Kota Tangerang), Khoirul Huda (Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang), Bahruddin (Dosen STISNU Tangerang), H A. Zaini (anggota DPRD Banten), dan warga NU Kecamatan Sepatan.

A. Zaki Iskandar, Bupati Tangerang dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme ribuan jamaah yang hadir pada kegiatan tersebut. Ia mengingatkan jamaah agar senantiasa menjalankan tradisi dan kearifan lokal yang baik di masyarakat karena hal itulah yang menjadikan Indonesia makin kuat dan tidak akan terkontaminasi oleh ideologi yang dapat merusak NKRI.

"Mulai dari tahlilan, mauludan, rajaban, dan tradisi tradisi shaleh para ulama, kita tidak boleh meninggalkannya, akan tetapi harus kita amalkan dan tradisikan sebagai syiar. Insyaallah, generasi kita (anak muda) akan terhindar dari bahaya radikalisme," ujarnya. (Muhamad Qustulani/Mahbib)


Bagikan:
Kamis 19 Januari 2017 23:0 WIB
Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar
Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar
LPBINU saat berada di Myanmar.
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memberangkatkan anggotanya dalam misi kemanusiaan di Myanmar. 

Anggota tersebut atas nama Beny S. Jakfar dari Tim Tanggap Darurat LPBI NU yang akan bertugas sebagai tim advance yang merupakan bagian dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia di Myanmar dalam naungan Indonesian Aid, Jumat (13/1) lalu.

Yayah Ruchyati, Sekretaris PP LPBINU menjelaskan bahwa Indonesian AID adalah program bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia menggunakan dana yang telah dihimpun dari berbagai lembaga filantropis dan lembaga kemanusiaan.   

“Program ini merupakan program yang pertama kali dilakukan bersama antar lembaga ZIS, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri,” ungkapnya.

Sementara itu terkait tim advance dirinya menyampaikan bahwa tugasnya adalah untuk melakukan kajian kebutuhan para penyintas yang ada disana agar bantuan yang akan masuk dapat tersalur dengan tepat sasaran.

Bersama dengan 4 perwakilan lembaga lainnya yakni Surya Rahman Muhammad (Humanitarian Forum Indonesia), Rama (Dompet Dhuafa), Tri Yunanto (MDMC) dan Deni Kurniawan (PKPU) Beny berada di Myanmar 13-19 Januari 2017.

M. Ali Yusuf, Ketua PP LPBINU bersama 6 orang perwakilan lembaga lainnya, Kamis (19/1) juga akan bertolak ke Myanmar guna mendampingi Menteri Luar Negeri dalam penyerahan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar.

“Jadi hari ini saya bersama enam orang perwakilan dari lembaga-lembaga lainnya akan mendampingi Menlu menyerahkan bantuan kemanusiaan Indonesia. Bantuan dari pemerintah berupa 10 kontainer logistik, dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia obat-obatan dan pelayanan medis serta bantuan makanan dan pakaian,” papar Ali Yusuf.

Selain itu LPBINU bersama lembaga lainnya juga memberikan bantuan dengan beragam jumlahnya. “LPBINU komitmen menggalang donasi sejumlah 1,5 Milyar. Dana tersebut untuk obat dan alat kesehatan, family kits, hygiene kits, makanan anak/bayi dan makanan dewasa.” tutupnya.

Penyerahan bantuan akan dilaksanakan pada 20 Januari 2017 di Sittwe, Rakhine State Myanmar yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI bersama rombongan dari Indonesia. (Red: Fathoni)


Kamis 19 Januari 2017 21:37 WIB
Soal Nasib Mbah Sarman di Saudi, Menag: Sudah Tahap Pemulangan
Soal Nasib Mbah Sarman di Saudi, Menag: Sudah Tahap Pemulangan
Jakarta, NU Online
Nasib jemaah umroh asal Rembang, Sarman, yang dikabarkan tersandung masalah hukum dan terancam 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara di Arab Saudi tahun lalu akhirnya menemui titik terang. Kakek kelahiran 1938 ini sempat membuat khawatir keluarga karena hingga kini belum kabar tentangnya tidak jelas.

Kejelasan kabar itu muncul dari Menteri Agama Lukman Saifuddin setelah pihak keluarga melalui NU Online meminta Pemerintah memberikan informasi yang jelas terkait pria berusia 79 tahun tersebut.

(Baca: Soal Nasib Mbah Sarman di Saudi, Pihak Keluarga Minta Kejelasan dari Pemerintah)

“Alhamdulillah kasus Pak Sarman sudah pada tahap pemulangan. Sejak dua bulan lebih beliau sudah di shelter KJRI. Berkas dari penjara sudah dilimpahkan ke kepolisian Makkah, menunggu final exit,” kata Lukman via surat elektronik saat dikonfirmasi NU Online, Kamis (19/1).

Menurutnya, saat ini Sarman dalam kondisi sehat dan diperkirakan pekan depan polisi sudah mengirim berkasnya ke imigrasi. “Setelah itu dapat final exit dan bisa dipulangkan. Insyaallah,” ujarnya.

Sarman berangkat umroh pada November 2015 lalu. Otoritas Arab Saudi memberikan sanksi tahanan untuknya sejak 3 Desember 2015 hingga 28 Mei 2016. Sebelumnya, istrinya, Masriatun sangat berharap memperoleh kepastian informasi perihal posisi dan keadaan suaminya itu kini.

Informasi tentang kasus hukum Sarman di Arab Saudi tidak saja mengejutkan keluarga, namun juga penyedia jasa travel yang memberangkatkannya, PT Anamira. Apalagi, menurut salah seorang cucu mantu Sarman, Ahmad Asmui, kakeknya dikenal pelupa sehingga kerap bingung jalan pulang. (Mahbib)
Kamis 19 Januari 2017 21:9 WIB
Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat
Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat
Bandung, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan jika keberadaan media sosial hendaknya dijadikan sebagai wasilah atau perantara untuk mencerdaskan masyarakat, terutama masyarakat dunia maya (Netizen).

"Diakui atau tidak hari ini sudah mulai banyak sekali perkembangan media sosial yang justru menimbulkan keresahan. Untuk itu kita harus bisa menggunakan media sosial tersebut menjadi manfaat untuk masyarakat," ujar Kiai Hasan dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Barat di Aula Dakwah PWNU, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Kamis (19/1).

Dengan perkembangan media sosial tersebut, dirinya berharap kepada warga NU khususnya di Jawa Barat agar bisa melek dan tidak ketinggalan terhadap perkembangan modernisasi tersebut.

"Karena pada prinsipnya, perkembangan modernisasi dengan memanfaatkan media sosial tersebut bisa dijadikan sebagai wahana edukasi dan transformasi ilmu pengetahuan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren As-Shidqiyah 3 Cilamaya, Karawang tersebut.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh elemen NU agar tidak mudah terprovokasi dengan perkembangan medsos yang meresahkan dan maraknya pemberitaan hoax.

"Maraknya pemberitaan hoax, fitnah, caci maki dan ujaran kebencian janganlah kita membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Kita harusnya bisa mencerminkan sebagai kaum terdidik sehingga ketika medsos ada ditangan kita, maka akan menjadi baik," tandasnya.

Untuk mencapai penguasaan media informasi tersebut, saat ini pihaknya telah memiliki website resmi PWNU Jawa Barat sebagai wahana transformasi dan edukasi serta ajang shilaturahmi seluruh warga NU di laman www.nujabar.or.id.

"Ini terbuka untuk seluruh warga NU. Silakan kirim tulisan dan informasi yang bermanfaat untuk dibaca. Adanya website tersebut untuk menambah wawasan dan khazanah keilmuan," pungkasnya. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, salah satu Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua LD PBNU KH Maman Imanulhaq, dan sejumlah kader NU di Jawa Barat. (Ade Mahmudin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG