Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Diterapkan di Subang, Warga NU Bahas Program Full Day School

Diterapkan di Subang, Warga NU Bahas Program Full Day School
Subang, NU Online
Nahdliyin Subang yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail (FBM) Annahdlah dan rutin menggelar diskusi bulanan pada hari Sabtu keempat, akan mengkaji program pendidikan Full Day School (FDS) yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Program tersebut sudah diterapkan di beberapa sekolah yang ada di Subang.

"Kita perlu mengkaji ini karena dampak dari Full Day School ini selain mempengaruhi pribadi anak juga akan berdampak pada eksistensi lembaga pendidikan Islam," kata Ustadz Toto Ubadailllah Haz, salah seorang pengurus FBM An-Nahdlah usai mengikuti kegiatan Bahtsul Masail yang dilaksanakan di Pesantren Al-Musadadiyyah, Kalijati, Subang, Sabtu (28/1).

Ditambahkannya, dengan adanya FDS akan menguras energi anak dan membuatnya kelelahan sehingga anak itu akan meninggalkan aktivitas pengajian di musholla atau masjid yang rutin dilaksanakan pada malam hari.

"Karena pulang sekolahnya sore, anak-anak disuruh ngaji jawabnya capek. Belum lagi mereka harus mengerjakan PR dari sekolah," kata Ketua MWCNU Dawuan tersebut.

Selain anak, kata dia, guru pun merasakan hal yang sama. Bahkan ada guru yang mengeluhkan program FDS karena energi dan waktunya lebih banyak dialokasikan untuk sekolah sehingga membuat urusan keluarga terabaikan.

Kang Toto juga mengingatkan, disadari atau tidak program FDS akan menutup madrasah diniyyah yang sudah berjalan sejak puluh tahun silam karena madrasah diniyah dilaksanakan pada sore hari sementara pada jam tersebut anak masih berada di sekolah untuk mengikuti program FDS.

"Walaupun di sekolah ada pelajaran agama tapi tidak akan intensif seperti pelajaran agama yang ada di madrasah diniyah ataupun di tempat pengajian," kata Ketua Lembaga Dakwah PCNU Subang ini.

Ia menambahkan, ketika FDS ini diterapkan anak-anak akan libur pada hari Sabtu dan Ahad, dan pada hari libur tersebut mereka akan keluyuran bersama teman-temannya dan orangtua tentu saja akan kesulitan untuk mengontrol aktivitasnya di luaran sana.

"Belum lagi fasilitas sekolah yang kurang memadai, jangan samakan sekolah di kota dengan sekolah di kampung, sehingga kami menyimpulkan Subang lebih membutuhkan madrasah dari pada harus melaksanakan program FDS ini," ujarnya.

Atas keprihatinannya tersebut, FBM An-Nahdlah Subang akan membahas program Full Day School pada pertemuan selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kecamatan Purwadadi pada tanggal 25 Februari mendatang. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Posisi Bawah | Youtube NU Online