IMG-LOGO
Daerah

Dakwah NU Memotivasi Bukan Memarahi

Rabu 1 Februari 2017 15:0 WIB
Bagikan:
Dakwah NU Memotivasi Bukan Memarahi
Probolinggo, NU Online
Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa model dakwah yang disampaikan NU tidak sama dengan yang lain. Karena dakwah NU itu adalah memberikan motivasi dan bukan memarahi.

Hal tersebut disampaikan oleh H Hasan Aminuddin dalam pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kraksaan masa khidmat 2016-2018 di GOR Sasana Krida Kota Kraksaan, Selasa (31/1) malam.

“Model dakwah NU mengedepankan sebuah toleransi. Artinya, yang sudah beda jangan dipaksa untuk sama. Begitu juga sebaliknya, yang sudah sama jangan dicari agar bisa berbeda,” katanya.

Menurut Hasan, GP Ansor ini adalah salah satu badan otonom (banom) NU. Dimana GP Ansor ini merupakan forum pengkaderan pengurus sebelum menjadi pengurus maupun Ketua NU di tingkat cabang.

“Sehingga ketika nanti saatnya diberi amanah menjadi  pemimpin bukanlah seorang pemimpin yang prematur, tetapi pemimpin yang tangguh menghadapi segala tantangan,” jelasnya.

A’wan PWNU Jawa Timur ini menerangkan bahwa Banser dan Pagar Nusa merupakan benteng di depan dari para ulama NU. Selama sesuai dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, jangan takut kepada sesama manusia tapi hanya takut kepada Allah SWT.

“Saya bangga mempunyai Banser yang siap menjadi benteng ulama NU. Saya ingin memberikan akhlak dan etika agar nantinya tidak ikut terhanyut dan membuat malu. Jangan bangga dengan besarnya kalian, tapi harus bangga melihat kelebihan orang lain,” terangnya.

Dalam hal konteks keBhinnekaan jelas Hasan, Indonesia sedang diuji. Indonesia dihuni bukan orang Islam saja, tetapi beragam agamanya. Serta suku dan budaya yang beragam. NU tidak mengenal perbedaan, karena NU itu rahmatan lil alamin.

Pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Kraksaan ini dihadiri oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Teguh Hery Wignyono, Habib Zainal Abidin dari Desa Klaseman Kecamatan Gending, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Forkopimka Kraksaan serta Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Kraksaan. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Rabu 1 Februari 2017 20:3 WIB
Ketua NU Kota Semarang: Waspadai Wabah Intoleran
Ketua NU Kota Semarang: Waspadai Wabah Intoleran
Semarang, NU Online
Gebyar hari lahir (harlah) Ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pengurus cabang NU Kota Semarang berlangsung semarak. Salah satu hal penting yang dikuatkan dalam momentum harlah ini adalah pentingnya merawat toleransi antarsesama anak bangsa.

"Seperti kita ketahui, bahwa belakangan sikap intoleran ini semakin marak dan menarik. Kita tahu ada pimpinan negara besar yang dalam kampanyenya yang selalu menunjukkan sikap intoleran, justru terpilih sebagai presiden. Sebuah gejala dimana suatu gerakan intoleran justru menarik. Untuk itu, pengkaderan NU sebagai organisasi yang toleran terus lebih digiatkan," kata Ketua PCNU KH Anashom.

Acara yang berlangsung di convention hall Pandanaran Hotel, Selasa (31/1) dihadiri pengurus NU dari berbagai tingkat mulai wilayah hingga ranting. Hadir pula pengurus badan otonom, lajnah, dan lembaga NU.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut Wakapolda Jateng, Ketua MUI Jateng, Mantan Gubernur Jateng, Sekda Kota Semarang, Ketua DPRD Kota Semarang, Komandan Kodim 0733 BS, Kapolrestabes Semarang, para guru besar dan rektor perguruan tinggi.

Acara dimulai dengan jama'ah shalat Maghrib, khatmil Qur'an, tahlil yang dipimipin oleh KH Ahmad Hadlor Ihsan, do'a khatmil Quran oleh KH A Amdjad. Setelah itu dilanjutkan pembacaan maulid Nabi, potong tumpeng dan refleksi harlah.

Kiai Anashom kemudian berpesan kepada kader NU agar tidak memutus tradisi dan jangan sampai melupakan sejarah NU yang tak pernah surut mengawal NKRI.

"Maka, seluruh sekolah yang ada di lembaga pendidikan Ma'arif NU, wajib hapal mars Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Pengkaderan NU sebagai organisasi yang toleran harus lebih digiatkan," jelas dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini.

Hal yang sama disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubadillah Shodaqah (Gus Ubed). Menurutnya, selain memperkuat Islam Ahlussunah wal Jama'ah, tugas besar NU adalah menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

"NU adalah salah satu ormas yang konsisten menyangga NKRI. Ini harus dipahami oleh kader-kader NU dari yang paling atas sampai tingkatan anak ranting," tegasnya. (Rifqi-Zulfa/Alhafiz K)

Rabu 1 Februari 2017 18:0 WIB
Tangkal Hoax, IPNU Pamekasan Ajak Pelajar Jadi Wartawan
Tangkal Hoax, IPNU Pamekasan Ajak Pelajar Jadi Wartawan
Pamekasan, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Pamekasan Kadarisman mengajak para pelajar nahdliyin menjadi wartawan. Minimal, menjadi wartawan sekolah.

Penegasan tersebut disampaikan Kadarisman saat memberi sambutan dalam pembukaan diklat jurnalistik yang diselenggarakan PK IPNU Al-Abror, Rabu (1/2). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala MA Al-Abror Qomaruddin, dewan guru, dan pelajar yang tergabung dalam PK IPNU Al-Abror.

"Di sekolah-sekolah biasanya ada mading atau buletin. Silakan rekan-rekan aktif sebagai wartawan di wadah tersebut," tegas Kadarisman.

Dalam kesempatan itu, Kadarisman mengetengahkan Teori Imagologi menurut Milan Kundera. Bahwa, deologi akan kalah oleh realitas, dan realitas akan bertekuk lutut pada imaji-imaji yang ditampilkan secara terus menerus melalui media.

"Sekarang terdapat berita-berita hoax yang bermuatan fitnah. Melalui diklat ini, diharapkan peserta bisa menyaring informasi dengan baik serta bisa menjadi pengelola informasi dengan baik lewat jadi wartawan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala MA Al-Abror mengimbau kepada anak didiknya agar menjadi kader yang bergerak di bidang jurnalistik. Paling tidak jadi wartawan sekolah. 

"Pelatihan ini sebagai bekal untuk menjadi wartawan yang profesional," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni) 
Rabu 1 Februari 2017 16:0 WIB
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian
Sidoarjo, NU Online
Numart Sidoarjo memberikan donasi sebesar Rp. 497 ribu rupiah kepada pengurus pondok pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo yang merupakan binaan KH Nur Cholis, Selasa (31/1). Pemberian donasi tersebut untuk pembangunan rumah pengolahan sampah di lingkungan pesantren Al-Amanah, Junwangi tersebut.

Manager Numart Sidoarjo, Guruh Sugeng Mulyono, mengatakan bahwa, pada saat Musker PCNU Sidoarjo yang pertama digelar di pesantren Al-Amanah, Junwangi Krian pada tanggal 28 Januari lalu, Guruh melihat bahwa di lingkungan pondok masih memerlukan sumbangan untuk pembangunan rumah pengolahan sampah. Saat ini, proses pengolahan sampah dilakukan secara mandiri di lingkungan ponpes modern tersebut.

"Semoga dengan donasi ini dapat sedikit membantu ke pihak ponpes. Ke depan Numart mobile berencana mengadakan kegiatan serupa saat kunjungan wali santri setiap hari Ahad ke satu dan ketiga. Di mana donasi nantinya juga akan diserahkan kepada ponpes setempat, karena Numart belanja hemat, barokah untuk ummat," kata Guruh Sugeng.

Lebih lanjut Guruh Sugeng menjelaskan, dalam Musker PCNU Sidoarjo ke satu yang diadakan di ponpes Al-Amanah, Junwangi Krian kemarin ada satu sudut yang cukup menarik. Disebelah masjid tepatnya di bawah rindangnya pohon bambu, Numart mobile membuka gerai toko tenda Numart berjalan (Numart mobile).

"Tidak lupa di toko tenda Numart mobile tersebut di pajang aneka produk UMKM yang telah bergabung ke Numart group antara lain teh UMKM, keripik talaso Ansor, dan lain sebagainya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG