IMG-LOGO
Trending Now:
Humor

Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak

Kamis 2 Februari 2017 18:29 WIB
Bagikan:
Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak
Cak Lontong saat beraksi di Harlah NU.
Salah satu seniman yang ikut memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU adalah Cak Lontong, Selasa (31/1) di Gedung PBNU Jakarta. Dia berhasil mengocok perut hadirin yang memadati tempat acara dengan sejumlah banyolan mutakhirnya.

“Setidaknya, saya dapat memetik dua poin utama dalam ceramah Kiai Ma’ruf. Pertama, Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,” celetuk Cak Lontong dibarengi ger-geran hadirin. 

“Kedua, Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh...” celetuknya. Hadirin tambah ngakak. 

Cak Lontong juga mengapresiasi NU masih tetap mempunyai semangat yang sama dalam memperingati berdirinya organisasi.

“Kenapa saya menilai masih mempunyai semangat yang sama? Terbukti malam ini Harlah NU diperingati dengan cara berdiri,” ujarnya. Hadirin ngakak. Malam itu memang warga NU yang hadir mayoritas berdiri mengelilingi panggung hingga meluber ke dalam dan ke luar Gedung PBNU.

Dia juga mengaku mempunyai ikatan emosional dengan NU. Bahkan Cak Lontong mengatakan dirinya NU sejak kecil.

“Saya NU sejak kecil. Jadi kalau anak lain Nakal, saya NUakal,” tukasnya disambut tawa hadirin yang makin terkocok perutnya oleh pria kelahiran Surabaya ini. Dialek Jawa Timuran memang sering menambahi huruf vokal “U” di tengah kata untuk menunjukkan penegasan.

Komedian yang mengisi berbagai sejumlah program comedian show di beberapa televisi nasional ini juga bersyukur menjadi warga NU. 

“Kenapa saya merasa berterima kasih kepada PBNU? Karena Ormas yang ada Pengurus Besarnya hanya NU, yang lain biasanya hanya Pengurus Pusat. Ini Pengurus Besar, jadi saya yang besar ini merasa diurusi oleh NU,” Geerrrr, tawa hadirin memecah malam. Badan Cak Lontong memang tinggi dan besar.

Cak Lontong juga salut kepada NU yang merupakan Ormas Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. 

“Kalau dibandingkan dengan UN, United Nations, PBB saja, lebih hebat NU menurut saya. Kenapa? Karena kalau UN, itu hanya mengurusi perdamaian dunia, tapi NU mengurusi umatnya agar selamat dunia dan akhirat,” tukas Cak Lontong. Tawa gerrr hadirin tambah memecah kesunyian malam.

(Fathoni Ahmad)

Tags:
Bagikan:
Rabu 1 Februari 2017 16:7 WIB
Danau Penuh Buaya
Danau Penuh Buaya
Foto: Ilustrasi
“Siapa yang berani menceburkan diri ke dalam danau, saya berikan uang sebesar Rp.20 juta,” kata salah seorang konglomerat membuka sayembara.

Danau yang luas di Riau itu terkenal dihuni banyak buaya. Karenanya tidak ada satupun seorang warga yang menyambut sayembara tersebut.

Biyuuur,” tiba-tiba seorang pria beranak dua tercebur di tepi danau. Segera setelah itu buaya-buaya danau di sekitarnya mulai mendekat. Pria tersebut panik dan pucat. Ia lantas berusaha kembali naik ke darat dengan tergopoh-gopoh.

Sesuai janji, konglomerat ini menyerahkan hadiah kepada pria tersebut. “Kok Anda berani sekali padahal buaya-buaya di sini sangat ganas?”

“Saya sendiri tidak berani. Saya tidak sengaja. Tetapi saat duduk-duduk saya didorong oleh orang di belakang saya hingga tercebur,” kata pria tersebut menunjuk orang yang di belakangnya.

Di belakang pria itu berdiri seorang perempuan yang tidak lain adalah istrinya.


Cerita ini dituturkan oleh KH D Zawawi Imron di NU Online, Jakarta, 31 Januari 2017. (Alhafiz K)

Kamis 26 Januari 2017 7:0 WIB
Muallaf Salah Paham Allahu Akbar
Muallaf Salah Paham Allahu Akbar
Ilustrasi (teakdoor.com)
Salah seorang muallaf di sebuah daerah pedalaman bertanya ketika seorang kiai kampung yang berkunjung ke daerahnya.

"Apakah arti Allahu Akbar itu bakar, turunkan, dan hancurkan, Kiai?"

"Loh kok artinya begitu?” Tanya Kiai.

"Saya kalau lihat demo di televisi, banyak orang memekikan suara Allahu Akbar dengan iringan perkataan turunkan, hancurkan, dan bakar.“

"Allahu Akbar adalah kalimat takbir. Artinya Allah Maha Besar, yang memiliki makna bahwa seluruh makluk kecil tidak punya kekuatan apa pun. Kalimat takbir itu untuk berseru pada kebaikan, seperti azan atau memulai shalat," jelas kiai kampung itu.

Si muallaf manggut-manggut. Tapi ia masih bingung, kenapa Allahu Akbar kadang diiringi kata-kata kasar dan tindakan anarkis para pendemo. (Ahmad Rosyidi)

Sabtu 7 Januari 2017 17:0 WIB
Astaghfirullah, Doa Sesudah Makan
Astaghfirullah, Doa Sesudah Makan
Gambar ilustrasi.
Saat guru TPQ (Taman Pendidikan al-Qur'an), sebut saja Kang Zaid mengajar santri-santrinya tentang etika sebelum dan sesudah makan.

"Anak-anak, kalau mau makan kita mengngucapkan apa?” tanya Kang Zaid.

Otong salah satu santri kang Zaid yang pemberani dan aktif, langsung mengacungkan tangan, "Bismillah," jawabnya.

Kang Zaid pun langsung memberi apresiasi, "Pintar kamu Tong, kalau habis makan kamu mengucapkan apa?” tanya balik kang Zaid.

"Astaghfirullah Pak Ustadz," jawab Otong dengan suara lantang dan mimik muka serius.

“lho? Kog gitu Tong?” tanya keheranan kang Zaid.

Otong pun menjelaskan dengan suara lantangnya, “Aku masih ingat waktu bapak Ustadz ngajak kami-kami makan di warung makan saat ziaroh kubur kemarin. Waktu sesudah makan, Pak Ustadz bilang astaghfirullah.”

“Haduuuuh Tong, Tong! Itu waktu pak Ustadz lihat totalan nota makan kita mahal," jelas kang Zaid.

(Ahmad Rosyidi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG