IMG-LOGO
Nasional

Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online


Senin 6 Februari 2017 15:41 WIB
Bagikan:
Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online
Jakarta, NU Online 
Panitia Kompetisi Penulisan Esai NU Online menetapkan juara satu sampai tiga berdasarakan penilaian para dewan juri di Jakarta Ahad (5/2). Keputusan kompetisi dibuka10 Oktober tahun lalu tersebut juga untuk peserta yang layak meraih juara harapan satu sampai tiga. 

Juara pertama adalah A. Syarif Yahya asal Temanggung (Jawa Tengah) dengan esai “Ngaji Toleransi di Kaki Bukit Watu Payung”. 


Juara kedua Rifqi Qowiyul Iman dari Lampung Utara (Lampung) dengan esai “Negara Kesatuan sebagai Hasil Ijtihad Kebangsaan (Menelisik Gagasan dan Pemikiran KH. A. Wahid Hasyim dalam Sidang BPUPKI)”. 


Juara ketiga adalah Ngarjito Ardi Setyanto dari Yogyakarta dengan esai “Puisi Perdamaian dari Sang Nyai (Telaah Puisi-Puisi Masriyah Amva)”. 


Juara harapan satu diraih Irman Marzuki Siregar dari Medan (Sumatera Utara) dengan esai “Belajar Islam Damai dari Jarumahot Nasution dan Masyarakat Sipirok: Model Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia”. 


Juara harapan dua diraih Siswanto dari Boyolali (Jawa Tengah) dengan tema “Tahlilan sebagai Tradisi Keagamaan dan Strategi Budaya dalam Perdamaian Warga”. 


Juara harapan ketiga adalah M. Fauzi Sukri dari Surakarta (Jawa tengah) dengan esai “Teologi Hukum dan Masa Depan Toleransi Iman”. 


Menurut Koordinator Panitia Kompetisi Penulisan Esai NU Online Muhammad Zunus, juara satu akan mendapatkan hadiah 5 juta rupiah. Juara kedua tiga juta rupiah. Sementara juara ketiga meraih dua juta rupiah. Adapun para juara harapan akan mendapatkan 1 juta rupiah. 

“Keputusan dewan juri tersebut bersifat mengikat dan tidak bisa diganggu gugat. Terima kasih kepada para peserta yang turut berpartisipasi pada kompetisi ini,” ungkapnya di kantor Redaksi NU Online, Jakarta, (6/2).

Sekadar diketahui, kompetisi esai ini mengangkat tiga tema besar yakni Islam Damai, Bhineka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan. Dari ketiga tema tersebut, para peserta dapat menuliskan seputar tokoh inspirasi, yang mengulas soal kiprah figur—baik populer maupun tidak—dalam perjuangan menciptakan perdamaian, mewujudkan harmoni dalam keberagaman, mendukung terciptanya hidup keberwarganegaraan yang sehat, dan lain-lain.

Kedua, peristiwa, meliputi sejarah atau kasus faktual yang menyinggung ketiga tema itu agar menjadi i‘tibar bagi masa depan Islam yang damai, berperadaban dengan kebhinnekaan, mendukung keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara, dan lain-lain. Ketiga, gagasan, yakni menyodorkan pandangan penulis seputar tiga tema tersebut, baik tentang temuan baru, langkah-langkah strategis, solusi alternatif, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG